Jumat 18 November 2022, 11:30 WIB

BI: Neraca Pembayaran Indonesia Triwulan III 2022 Defisit US$1,3 Miliar

Despian Nurhidayat | Ekonomi
BI: Neraca Pembayaran Indonesia Triwulan III 2022 Defisit US$1,3 Miliar

dok.ant
Ilustrasi

 

BANK Indonesia (BI) merilis Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan III 2022 yang mencatatkan defisit US$1,3 miliar, dan posisi cadangan devisa pada akhir September 2022 tercatat sebesar US$130,8 miliar atau setara dengan pembiayaan 5,7 bulan impor dan utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional.

Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan bahwa tekanan terhadap NPI saat ini ditopang oleh transaksi berjalan yang menunjukkan kinerja solid dan mengalami surplus di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.

"Transaksi berjalan mencatat surplus sebesar US$4,4 miliar (1,3% dari Produk Domestik Bruto), lebih tinggi dari capaian triwulan sebelumnya sebesar US$4,0 miliar (1,2% dari PDB)," ungkapnya dilansir dari keterangan resmi, Jumat (18/11).

Lebih lanjut, membaiknya kinerja transaksi berjalan tersebut bersumber dari peningkatan surplus neraca perdagangan nonmigas seiring dengan tetap kuatnya permintaan ekspor dari negara mitra dagang dan harga komoditas global yang masih tinggi, serta berkurangnya defisit neraca perdagangan migas sejalan dengan penurunan harga minyak dunia.

Defisit neraca pendapatan primer juga dikatakan sedikit lebih rendah seiring dengan penurunan pembayaran imbal hasil investasi langsung.

Di sisi lain, defisit neraca jasa tercatat lebih tinggi sejalan dengan peningkatan mobilitas masyarakat dan berlanjutnya pemulihan ekonomi domestik.

Surplus neraca pendapatan sekunder juga sedikit turun sehingga menahan peningkatan surplus transaksi berjalan lebih lanjut.

Sementara itu, transaksi modal dan finansial mencatat defisit sebesar US$6,1 miliar (1,8% dari PDB), lebih tinggi dibandingkan dengan defisit US$1,2 miliar (0,3% dari PDB) pada triwulan II 2022.

Investasi asing langsung membukukan surplus yang tetap tinggi sejalan dengan optimisme investor terhadap prospek perbaikan ekonomi dan iklim investasi domestik yang terjaga.

Aliran keluar neto investasi portofolio dikatakan meningkat akibat ketidakpastian di pasar keuangan global yang semakin tinggi dan kebutuhan pembayaran surat utang swasta yang jatuh tempo.

Transaksi investasi lainnya juga mencatat kenaikan defisit disebabkan oleh peningkatan aset swasta, terutama yang terkait dengan operasional kegiatan usaha.

"Ke depan, Bank Indonesia senantiasa mencermati dinamika perekonomian global yang dapat memengaruhi prospek NPI dan terus memperkuat bauran kebijakan yang didukung koordinasi kebijakan yang erat dengan Pemerintah dan otoritas terkait guna memperkuat ketahanan sektor eksternal," pungkas Erwin. (OL-13)

Baca Juga: Hadapi Resesi Global 2023, Indonesia Harus Waspada dan Tak Perlu Takut

Baca Juga

Ist

Pameran Produk Kebutuhan Ibu dan Anak, IMBEX 2022 Resmi Dibuka

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 02 Desember 2022, 16:03 WIB
IMBEX 2022 diikuti lebih dari 240 perusahaan dan menampilkan 500 merek terkenal produk dan jasa ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan anak...
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/

Indonesia Optimis Wujudkan Ekosistem Kendaraan Listrik

👤Indriyani Astuti 🕔Jumat 02 Desember 2022, 15:42 WIB
Joko Widodo menginginkan agar Indonesia dapat membangun ekosistem kendaraan listrik. Menurutnya, bahan baku yang dibutuhkan untuk itu...
Dok. FORTRESS

Properti Syariah Makin Diminati, DPS Gandeng FORTRESS Tingkatkan Kualitas Bangunan

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 02 Desember 2022, 15:42 WIB
Mendukung gerakan tumbuhnya bisnis properti syariah di Indonesia, produsen pintu, FORTRESS pun turut berpartisipasi dan ikut meramaikan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya