Rabu 02 November 2022, 10:57 WIB

Jelang KTT G20, Enam Perusahaan Teken Pembelian Listrik Hijau PLN

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Jelang KTT G20, Enam Perusahaan Teken Pembelian Listrik Hijau PLN

ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Ilustrasi: Petugas merawat panel surya yang terpasang di atap Gedung Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM.

 

Menjelang Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Bali, PT PLN (Persero) kebanjiran pelanggan untuk pembelian listrik hijau melalui sertifikat Energi Baru Terbarukan (EBT) atau Renewable Energy Certificate (REC).

PLN bersama enam perusahaan melakukan penandatanganan Perjanjian Jual Beli REC dengan total penyediaan setara 18,46 terawatthour (TWh) listrik energi bersih di sela acara The Energy Transition Day di Nusa Dua, Bali pada Selasa (1/11).

Keenam perusahaan tersebut ialah PT Asahimas Chemical, PT Mitra Murni Perkasa, PT Bumi Suksesindo, PT United Tractors Tbk, PT Indokordsa, dan PT Mitra Informatika Gemilang.

"Kerja sama yang diteken hari ini juga menjadi bukti bahwa semakin banyak perusahaan yang bergerak ke arah industri hijau," kata Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dalam keterangannya, Rabu (2/11).

Darmawan mengatakan, hadirnya layanan REC ini mengikuti perkembangan kebutuhan pelanggannya seiring tuntutan global terhadap penggunaan EBT. Dahulu banyak perusahaan harus membeli sertifikat EBT ke luar negeri. Sehingga dengan REC PLN, Darmawan berharap sektor industri bisa lebih mudah mengakses energi bersih di Tanah Air.

."Melalui REC, PLN menghadirkan opsi pemenuhan target sampai dengan 100% penggunaan energi terbarukan. Cara pembeliannya pun relatif mudah dan cepat," klaimnya.

PLN juga memastikan energi yang digunakan pelanggan berasal dari pembangkit listrik berbasis EBT yang diverifikasi oleh sistem tracking_ internasional, APX TIGRs yang berlokasi di California, Amerika Serikat.

Saat ini pembangkit energi hijau milik PLN yang terdaftar di APX adalah Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang dengan kapasitas 140 MW, PLTP Lahendong 80 MW dan PLTA Bakaru 130 MW, atau setara 2.500.000 MWh per tahun. Pelanggan yang lokasinya terpisah dari pembangkit energi hijau tersebut dimungkinkan juga menikmati layanan REC.

Presiden Direktur PT Asahimas Chemical Jun Miyazaki berharap keterlibatan pihaknya yang bergerak di bidang industri kimia dasar dapat mendukung program pemerintah untuk melakukan perluasan pembangkit listrik energi terbarukan di Indonesia.

“ASC mendapat kehormatan untuk bekerja sama dengan PLN melalui penandatanganan kontrak pembelian REC sebanyak 18 juta unit (setara dengan 18.000 GWh)," ucapnya.

Kontrak tersebut berdurasi 15 tahun dengan target pengurangan emisi CO2 sebesar 15 juta ton. (OL-12)

Baca Juga

Dok MI

ADB Kucurkan Pinjaman US$500 Juta untuk Dukung Reformasi Sektor Energi

👤M Ilham Ramadhan Avisena 🕔Selasa 29 November 2022, 17:56 WIB
Pinjaman ini juga diperuntukan memperluas investasi sektor swasta di bidang energi bersih dan...
Ist

Kecelakaan Kerja, Pegawai BNI Dapat Santunan Rp439 Juta dari BPJAMSOSTEK

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 29 November 2022, 17:51 WIB
BPJAMSOSTEK Kantor Cabang Grha BPJamsostek menyerahkan santunan kepada ahli waris yang diterima Lailatul Maghfiroh dengan total...
MI/Haryanto

OJK Jateng dan DIY Perkuat Sinergi Dan Keterbukaan Dengan Wartawan

👤Haryanto/Widjajadi 🕔Selasa 29 November 2022, 17:20 WIB
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 3 Jawa Tengah & DIY memperkuat sinergi dan keterbukaan di bidang stabilitas sistem...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya