Selasa 01 November 2022, 19:12 WIB

Indonesia Masa Depan Lumbung Pangan Dunia

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Indonesia Masa Depan Lumbung Pangan Dunia

Antara/Agvi Firdaus.
Petani merawat tanaman bawang di lahan pertanian Panyaweuyan, Desa Argamukti, Argapura, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

 

INDONESIA berpotensi menjadi lumbung pangan dunia. Pasalnya, Indonesia merupakan salah satu wilayah tropika yang memiliki biodiversitas tinggi. Keanekaragaman hayati di wilayah tropika memiliki nilai lebih dibandingkan wilayah nontropika. Ini merupakan hal yang potensial bagi ketersediaan pangan di masa depan. 

"Center of gravitiy (pusat pertanian pangan) ada di tropika. Indonesia, Brasil, dan sebagian di Afrika. Itu mengapa pentingnya pertanian Indonesia," kata Associate Professor Bina Nusantara University Haryono dalam diskusi daring bertajuk Peranan Appertani, Perguruan Tinggi, dan Penelitian Dalam Pembangunan Pertanian Masa Depan, Selasa (1/11). 

Oleh karena itu, kata Haryono, sangat penting bagi Indonesia untuk mendesain pertanian berkelanjutan yang bermanfaat bukan hanya bagi manusia, tetapi juga kelestarian dan kualitas lingkungan. "Kualitas, standar, inovasi produk pangan harus maju untuk kemakmuran rakyat Indonesia dan bagian dari program Feed the World," kata dia.

Menurut Haryono, ada lima pendekatan yang bisa dilakukan untuk mendukung masa depan pertanian Indonesia. Pertama, menerapkan tiga pilar pembangunan pertanian berkelanjutan. "Pertanian masa depan itu adalah pertanian berkelanjutan. Ada tiga pilar, yaitu persoalan ekonomi, sosial, dan lingkungan. Tiga pilar ini menjadi dasar kita dalam membentuk, menggerakkan, dan mencapai pertanian berkelanjutan," kata dia.

Kedua, menerapkan pembangunan pertanian berbasis ekoregion. Pembangunan berbasis ekoregion, kata dia, merupakan konsep perencanaan tata ruang (spatial planning) dengan mempertimbangkan jasa tata ruang pada suatu wilayah dan masyarakat yang tinggal di wilayah ekoregion tersebut. 

"Menerapkan pembangunan pertanian berbasis ekoregion ini sangat penting, karena Indonesia punya ekosistem yang sangat beragam," tuturnya. 

Ia menyatakan ada empat dimensi pembangunan pertanian berbasis ekoregion yang harus menjadi fokus dalam pengembangannya. "Yang perlu diperhatikan dalam penerapan kualitas dan standar (ekoregion) yaitu ekologi dan ekonomi, risiko, pengembangan wilayah, serta etika dan budaya," ujar Haryono.

Poin ketiga dalam pendekatan pertanian masa depan adalah menerapkan kebijakan pembangunan pertanian berbasis hasil riset. "Membutuhkan peran perguruan tinggi, sains, riset, inovasi dan teknologi," katanya. 

Selanjutnya, poin keempat, menerapkan kualitas dan standar produk pangan dan pertanian bertahap dan berkelanjutan. "Harus ada integrasi hulu-hilir, untuk meningkatkan kualitas produk pertanian," ujar dia. 

Kelima, lanjutnya, melakukan transformasi sistem pertanian konvensional menuju sistem pertanian modern. Caranya dengan mereinvestasi infrastruktur sistem pangan dan pertanian, transformasi budaya kerja baru on farm dan off farm, transformasi kelembagaan petani berbasis korporasi, dan transformasi manajemen data, informasi dan pengetahuan.

Lalu, kata Haryono, transformasi ekosistem riset dan pengembangan keekosisteman riset dan inovasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, serta transformasi digital untuk efisiensi sumber daya dan memperpendek rantai pasok pangan dan pertanian. "Perlu membangun kolaborasi multi-mitra, termasuk perguruan tinggi, dalam hal kemampuan inovatif pada sistem pertanian, termasuk penerapan kualitas dan standar pertanian, khususnya dukungan standar instrumen pertanian spesifik lokasi," katanya. 

Salah satu bukti Indonesia potensial menjadi lumbung pangan dunia bisa ditengok pada Agustus lalu. Saat ini Indonesia dianugerahi penghargaan dari International Rice Research Institute (IRRI) karena program pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Pertanian, berhasil membangun ketahanan pangan tanpa impor beras tiga tahun berturut-turut. (RO/OL-14)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

Inflasi Turun Menjadi 5,42% pada November 2022

👤Mediaindonesia 🕔Kamis 01 Desember 2022, 13:38 WIB
Ia membeberkan pendorong inflasi harga diatur pemerintah adalah kenaikan harga bensin, bahan bakar rumah tangga, tarif angkutan dalam...
Antara/Galih Pradipta

Provinsi Jabar dan Jatim Pastikan Stok Beras Aman dan Tidak Perlu Impor

👤Despian Nurhidayat 🕔Kamis 01 Desember 2022, 13:28 WIB
Provinsi Jawa Barat dan Jawa Timur menegaskan bahwa produksi beras di tahun 2022 mengalami surplus sehingga pemerintah pusat tidak perlu...
DOK Pribadi.

Sejumlah Strategi para Peraih Indonesia Best Brand 2022

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 01 Desember 2022, 13:25 WIB
Sejumlah perusahaan meluncurkan strategi mengantisipasi dampak pandemi berupa perubahan perilaku masyarakat yang beralih ke transaksi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya