Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Timah Tbk memfasilitasi 19 produk UMKM yang merupakan mitra binaan untuk mendapatkan sertifikat halal dari Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) Bangka Belitung.
Pemberian Sertifikat Halal Gratis ini sebagai upaya untuk mendukung pemasaran produk UMKM agar bisa dipasarkan ke nasional dan internasional. Selain itu, agar produk mitra binaan PT Timah Tbk bisa naik kelas.
Penyerahan sertifikat halal melalui program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil CSR PT Timah Tbk, diserahkan Direktur SDM PT Timah Tbk Yennita kepada perwakilan mitra binaan PT Timah Tbk yang disaksikan oleh Direktur LPPOM MUI Bangka Belitung, Nardi Pratomo di Ruang Rapat Utama, kemarin.
Direktur LPOM MUI Babel, Nardi Pratomo mengatakan saat ini baru sekitar 2.400 produk UMKM di Bangka Belitung yang memiliki sertifikat halal. Padahal saat ini, kata dia sertifikat halal sudah menjadi syarat agar produknya bisa diterima secara nasional.
Menurutnya, selama ini para pelaku UMKM biasanya mendapatkan sertifikat halal secara mandiri. Program fasilitasi sertifikasi halal kata Nardi sejauh ini baru dilakukan instansi Pemerintah.
"Ini sangat kita nantikan fasilitasi halal dari perusahaan, ini pertanda bahwa UMKM itu dibina oleh perusahaan. Karena memang sertifikat halal ini sangat penting. Selama ini kalau ada fasilitasi yang gratis itu biasanya baru dari instansi Pemerintahan seperti Pemkab, Pemprov ataupun Kementerian," kata Nardi.
Menurut Nardi, dengan adanya fasilitasi program sertifikat halal bagi mitra binaan PT Timah Tbk ini bisa membantu para UMKM untuk lebih leluasa dalam memasarkan produk.
"PT Timah Tbk menjadi insiator dalam memfasilitasi sertifikat halal bagi UMKM dari lingkungan perusahaan. Tidak hanya sertifikat halal karena sebelumnya PT Timah Tbk juga kerap mendukung kegiatan seperti konfrensi Halal Internasional," ucapnya.
Upaya Fasilitasi Sertifikat Halal gratis bagi para pelaku UMKM yang dilakukan PT Timah Tbk ini mendapat apresiasi dari Sekretaris Jenderal Visioner Indonesia Akril Abdillah yang menyambut positif langkah yang dilakukan PT Timah Tbk dalam membantu mitra binaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) untuk mendapatkan sertifikasi halal dari LPPOM MUI.
“Langkah positif yang dilakukan PT Timah dalam memfasilitasi mitra binaan UMKM untuk mendapat sertifikasi halal mendapat apresiasi dari masyarakat, pasalnya dengan hal tersebut dapat meningkatkan daya saing produk UMKM serta dapat memberikan kenyamanan bagi konsumen yang membeli produk”, ujar Akril yang dikutip dari Visioner.id, Rabu (19/10/2022).
Akril menilai yang dilakukan PT Timah Tbk dengan memfasilitasi mitra binaan untuk mendapat sertifikasi halal dari MUI merupakan salah satu upaya untuk menaikkan kelas UMKM. Karena merurutnya UMKM merupakan salah satu pondasi dasar perekonomian bangsa yang kokoh dan mampu bertahan pada saat pendemi Covid-19.
“Visioner Indonesia sangat mengapreasi langkah PT Timah ini dalam mengupayakan UMKM naik kelas dengan cara memfasilitasi pemberian sertifikasi halal dari UMKM”, ujarnya.
Akril melanjutkan bahwa mendukung UMKM adalah upaya mewujudkan cita-cita menjadi bangsa yang mandiri dan berdaulat di bidang ekonomi.
“Mendukung UMKM ini salah satu upaya mewujudkan cita-cita menjadi bangsa yang mandiri dan berdaulat di bidang ekonomi”, pungkasnya.
Sementara itu, Direktur SDM PT Timah Tbk Yennita mengatakan PT Timah Tbk terus mendorong UMKM untuk bisa mengembangkan prouduk dan pemasaran. Salah satunya, dengan memfasilitasi sertifikat halal gratis agar mitra binaan lebih leluasa dalam memasarkan produk.
"Dengan adanya sertifikat halal ini bisa memberikan kemudahan bagi UMKM untuk memasarkan produknya dan meningkatkan kenyaman bagi konsumen yang membeli produk. Sehingga kami berharap ini akan memotivasi mitra binaan agar produknya bisa lebih baik lagi," ucapnya.
Ia menyebutkan, selain mitra binaan bisa menghasilkan produk yang berkualitas dengan cita rasa yang enak dan memenuhi standar nasional dan internasional bisa berdampak pada pengembangan usaha.
"Ketika ini berjalan beriringan rasanya sudah enak, juga ada jaminan produknya halal ini akan berdampak ke produk yang gampang dijual, peningkatkan lapangan pekerjaan dan ekonomi masyarakat bergulir," ucapnya.
Salah satu mitra binaan PT Timah Tbk, Zuniar yang memiliki brand produk getas 22 tak mampu menutup rasa bahagianya ketika mendapatkan sertifikat halal.
"Alhamdullilah senang sekali, ini baru pertama kali saya dapat sertifikat halal karena selama ini saya enggak tau gimana cara ngurusnya. Setelah jadi mitra binaan PT Timah Tbk saya dibantu dan difasilitasi. Alhamdullilah saya lebih pede jualan produk," ucapnya.
Ia meceritakan, produknya pernah dikembalikan konsumen karena tidak memiliki sertikat halal. Sehingga selama ini, dirinya tidak berani untuk memasarkan produk ke luar pulau Bangka.
"Saya pernah dikembalikan dua karton getas karena konsumennya enggak mau enggak ada sertifkat halal. Padahal waktu itu dikirim ke Lahat, jadi semacam enggak pede mau jualan kemana-mana karena enggak ada sertifikat halal," ucapnya.
Senada, Herawati mengatakan dirinya sangat senang bisa mendapatkan fasilitasi sertifikat halal gratis dari PT Timah Tbk sehingga bisa membantu meringankan biaya.
"Sangat terbantu, karena sertifikat halal ini kan sangat penting agar produk kita bisa dijual kemana-mana. Alhamdullillah ini dibantu PT Timah Tbk, saya dibantu perpanjangan apalagi ini gratis sertifikatnya," katanya. (OL-13)
Pengembangan sepak bola putri di Tanah Air memasuki babak baru dengan perluasan jangkauan ke Pulau Kalimantan.
Mereka terjerat kasus dugaan pemerasan dengan modus fee proyek dan dana CSR. KPK juga mengendus adanya penerimaan gratifikasi lainnya di Kota Madiun.
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami dugaan keterlibatan Wali Kota Madiun Maidi dalam penerimaan uang yang bersumber dari proyek maupun perizinan di Pemkot Madiun, Jawa Timur.
Danau Kemiri di Desa Pagardewa, Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan, kini berkembang menjadi motor ekonomi baru berbasis wisata edukatif dan ekonomi kreatif.
PT Elnusa Petrofin (EPN), anak usaha PT Elnusa Tbk (ELSA) terus berkontribusi terhadap lingkungan dan masyarakat melalui pelaksanaan 1.010 kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) sepanjang 2025 di 98 unit operasi di seluruh Indonesia.
Komitmen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam penanganan bencana Sumatra melalui alokasi dana Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar Rp1 triliun diapresiasi.
Pemberdayaan tim melalui DNA 5C dan budaya kerja fleksibel Work-From-Anywhere adalah kunci meraih berbagai capaian besar.
Sertifikasi berperan penting dalam transisi menuju peternakan bebas sangkar. Namun, menurutnya, sertifikasi saja tidak cukup.
Sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) baru jadi katalis pertumbuhan industri yang berkelanjutan dan berbasis mutu di Indonesia.
Indonesia terus memperkuat daya saing produk hasil hutan di pasar internasional melalui harmonisasi kebijakan dan penerapan sertifikasi berstandar global.
Dalam upaya meningkatkan kualitas SDM di sektor lingkungan hidup, Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Praktisi Lingkungan Indonesia menyelenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi.
Brantas Abipraya secara resmi melaksanakan program Sertifikasi Kompetensi Kerja (SKK) dan Sertifikasi K3 bagi seluruh pekerja yang terlibat dalam pembangunan tanggul NCICD.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved