Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
TEKANAN inflasi global semakin meningkat akibat kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih pascapandemi ditambah konflik geopolitik yang masih berlangsung. Bukan hanya negara berkembang, negara maju seperti Amerika Serikat (AS) pun harus menghadapi kondisi ini.
Lalu, bagaimana perkembangan tingkat inflasi di negara berkembang seperti Indonesia?
Baca juga: Pertumbuhan Harus Inklusif untuk Redam Guncangan Ekonomi Global
Memanfaatkan data Indeks Harga Konsumen (IHK) pada website Badan Pusat Statistik (BPS), iPrice merangkum perkembangan inflasi di Indonesia dalam 12 bulan terakhir.
Awal tahun ini, Bloomberg memprediksi Vietnam dan Indonesia akan menjadi negara dengan laju inflasi yang paling tinggi di Asia melihat historis indeks harga konsumen kedua negara tersebut yang memiliki nilai cukup tinggi pada 2021 lalu.

MI/iprice
Setelah 7 bulan berlalu, data menunjukkan inflasi tahunan Indonesia mencapai 4,69% (year-on-year/yoy) pada Agustus 2022. Nilai ini memang menjadi rekor tertinggi sejak 2016. Namun, inflasi Indonesia terbilang masih cukup terkendali dibandingkan dengan negara-negara lain yang inflasi tahunannya sudah mencapai puluhan hingga ratusan persen.
Dalam siaran pers Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada 23 September lalu, Ekonom CORE menyebutkan bahwa keterkaitan Indonesia dengan ekonomi global yang terbilang kecil, menyebabkan tingkat inflasi yang saat ini kita alami pun lebih mild.
Jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Singapura, Thailand, Filipina, Vietnam, dan Thailand, tingkat inflasi di Indonesia berada di urutan ke-2 terendah. Di bawah Indonesia ada Malaysia dengan inflasi tahunan 4,40% (yoy) pada Juli 2022.
Sementara negara yang mencatat inflasi tertinggi adalah Thailand, yaitu sebesar 7,86% (yoy) pada Agustus 2022. Diikuti Singapura dengan inflasi sebesar 7% (yoy) pada Juli 2022, Filipina 6,31% (yoy) pada Agustus 2022, dan Vietnam 5,79% pada Agustus 2022.
Dalam satu tahun terakhir, nilai indeks harga konsumen menunjukkan tren yang terus meningkat. Inflasi tertinggi indeks harga konsumen terjadi pada April 2022, yaitu mencapai 0,95% (month-to-month/mtm).
Peningkatan tersebut terutama dipengaruhi oleh inflasi minyak goreng, daging dan telur ayam ras, serta ikan segar seiring dengan meningkatnya permintaan akibat mobilitas yang lebih tinggi pada bulan Ramadan.
Berbeda dengan April, setelah mengalami inflasi sebesar 0,64% pada Juli lalu, nilai indeks harga konsumen bulan Agustus 2022 justru mengalami deflasi sebesar 0,21% (mtm). Nilai tersebut merupakan penurunan tertinggi dalam satu tahun terakhir.
Menurut Bank Indonesia, deflasi pada Agustus terjadi akibat penurunan beberapa harga bahan pangan seperti bawang merah dan cabai seiring dengan peningkatan pasokan dari daerah produksi.
Di samping itu, penurunan harga tiket pesawat seiring dengan penurunan harga bahan bakar avtur juga memiliki andil dalam terjadinya deflasi.
Menyusul kenaikan harga BBM, sektor-sektor yang secara tidak langsung terhubung dengan BBM pasti akan mengalami kontraksi terutama sektor angkutan darat, angkutan laut, angkutan kereta api, jasa kurir dan pengiriman. Untuk bertahan, sektor-sektor tersebut tentu saja akan menaikkan harga.

MI/iprice
Ongkos jasa angkutan penumpang misalnya, jika dibandingkan Agustus 2021, komoditas ini secara nasional mengalami kenaikan mencapai 16,85% (yoy).
Kenaikan tersebut menjadikan jasa angkutan penumpang sebagai komoditas dengan inflasi IHK tertinggi dalam satu tahun terakhir.
Selain ongkos jasa angkutan penumpang, kenaikan harga juga tentu akan terjadi pada biaya distribusi berbagai jenis barang yang digunakan masyarakat secara rutin, sehingga kenaikan harga juga akan terjadi secara umum.
Makanan menjadi salah satu komoditas yang harganya dipastikan akan mengalami peningkatan dan penyesuaian. Pada Agustus 2022, inflasi IHK dari komoditas ini memiliki nilai tertinggi kedua, yaitu sebesar 8,25% (yoy). Diikuti oleh rokok pada posisi ketiga dengan inflasi IHK sebesar 7,82%.
Inflasi juga terjadi pada sektor bahan bakar rumah tangga dan tarif listrik seiring dengan penyesuaian harga energi non-subsidi, kenaikannya dalam setahun ini mencapai 5,88%.
Selain itu, kembalinya kegiatan sekolah tatap muka yang dimulai pada awal tahun ini juga menyebabkan inflasi pada sektor pendidikan dan perlengkapan sekolah yaitu masing-masing sebesar 2,5 % dan 4,39%.
Namun, tidak semua kelompok indeks harga konsumen mengalami inflasi. Pada Agustus lalu, kelompok alat komunikasi dan jasa keuangan justru mengalami deflasi tahunan, yaitu masing-masing sebesar 0,41% dan 4,07%. (RO/OL-1)
Peran negara tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik seperti jalan tol dan bandara, melainkan harus mendorong transformasi ekonomi produktif.
Kenaikan kebutuhan paling signifikan tercatat pada komoditas telur ayam sebesar 7,50%, disusul daging sapi dan kerbau sebesar 3,57.
BPDP Kementerian Keuangan fokus melaksanakan program peremajaan perkebunan kakao dengan target 5.000 hektare secara nasional pada 2026.
Momentum AOE 2026 menjadi ajang forum bisnis yang mempertemukan calon pembeli (buyer) dan investor.
Penyumbang inflasi tertinggi adalah awang merah 0,04 persen, telur ayam 0,03 persen. Karena itu, Pemprov Jatim menggelar pasar murah untuk menurunkan harga telur dan bawang merah.
Upaya memperkuat sistem komoditas berkelanjutan di Indonesia terus dikembangkan melalui kolaborasi lintas lanskap yang melibatkan pemerintah, komunitas, dan sektor swasta.
Harga emas global dan Antam turun pada 17 Februari 2026. Prediksi untuk Rabu, 18 Februari, diperkirakan stabil atau berpotensi rebound tipis dengan harga Antam Rp2,96–3,05 juta per gram.
Firman Soebagyo kritik impor garam Australia dan nilai pemerintah lemah lindungi petani lokal. Komisi IV DPR desak bangun industri garam nasional.
Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan kekhawatirannya terhadap adanya pihak-pihak tertentu yang dinilai berupaya melemahkan Indonesia dan menghambat langkah bangsa.
Pemprov DKI Jakarta memprediksi lonjakan kebutuhan pangan jelang Ramadan dan Idulfitri 2026, terutama telur ayam, daging, bawang merah, dan minyak goreng.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok pangan nasional surplus dan aman hingga Idulfitri 2026.
Ini tentunya mesti diuji, baik di tingkat konsep maupun fakta sehingga kita bisa berharap semua itu menjadi nyata bagi upaya meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved