Selasa 04 Oktober 2022, 13:42 WIB

Menkop UKM: Daya Beli Masyarakat Jadi Penentu Nasib UMKM Di Tahun Depan

Despian Nurhidayat | Ekonomi
Menkop UKM: Daya Beli Masyarakat Jadi Penentu Nasib UMKM Di Tahun Depan

DOK KEMENKOPUKM
MenKopUKM Teten Masduki

 

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan bahwa masa depan UMKM Indonesia di tengah ancaman resesi dunia tahun depan akan ditentukan oleh daya beli masyarakat atau konsumsi. Menurutnya, selama konsumsi dapat terjaga dengan baik, UMKM akan tetap tumbuh.

"Sejauh daya beli masyarakat tetap ada dengan jaminan sosial dan lainnya saya kira permintaan produk UMKM akan tetap ada. Jadi yang diperlukan sebenarnya bagaimana market dalam negeri ini daya belinya masih kuat. Kalau misalnya banyak orang kehilangan pekerjaan, ada jaminan sosial untuk memperkuat belanja atau konsumsi," ungkapnya, Selasa (4/10).

Lebih lanjut, Teten mengatakan bahwa ketika resesi dunia benar-benar terjadi, suplai bahan baku atau impor tentu akan mengalami penurunan. Selain itu, ekspor juga dikatakan akan sangat berpengaruh dalam kondisi tersebut.

Namun, UMKM saat ini dikatakan masih rendah kontribusinya dalam hal ekspor, sehingga UMKM akan lebih mengandalkan pasar dalam negeri.

Teten menegaskan bahwa pemerintah juga tengah mengantisipasi berbagai langkah untuk membantu pelaku UMKM untuk dapat bertahan. Salah satunya dengan memperpanjang restrukturisasi kredit.

"Kami sedang siapkan termasuk kemungkinan kalau diperlukan restrukturisasi pinjaman. Karena cash flow pasti akan terganggu," kata Teten.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membuka peluang perpanjangan restrukturisasi kredit covid-19. Hal ini akan dilakukan untuk memitigasi dampak dari tantangan global.

"Bisa saya katakan kita sedang lakukan analisis akhir. Ada komponen yang harus dipertimbangkan sebelum final. Saya yakin kalau melihat ekonomi yang belum lepas dari covid-19 dan tantangan global, nampaknya akan diperpanjang (restrukturisasi kredit)," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae.

"Nanti akan diuraikan detail. Kita akan targeted dan melihat secara sektoral, geografis serta kreditur. Kita tidak ingin kebijakan normalisasi kredit ini juga membahayakan pertumbuhan ekonomi," pungkasnya. (Des)

Baca Juga

Ist/BPJS Ketenagakerjaan

Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan Jadi Bantalan Pengaman Sosial

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 04 Desember 2022, 19:47 WIB
BPJS Ketenagakerjaan untuk memastikan mereka yang terkena PHK itu harus segera ditangani dengan Jaminan Kehilangan Pekerjaan...
Antara/M Ibnu Chazar.

Potensi Hanjeli sebagai Alternatif Bahan Pokok Beras

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 04 Desember 2022, 18:17 WIB
Pemerintah diminta memperkenalkan aneka komoditas lokal pengganti beras dengan komoditas lain yang setelah diteliti dan justru punya...
ANTARA FOTO/	FENY SELLY

Wapres Ungkap Strategi Pemerintah Antisipasi Gelombang PHK

👤Emir Chairullah 🕔Minggu 04 Desember 2022, 17:41 WIB
Pemerintah saat ini terus meningkatkan implementasi program padat karya untuk menyerap tenaga kerja yang bakal...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya