Rabu 28 September 2022, 22:59 WIB

BSI: Pengembangan Sektor Syariah di Indonesia tidak Mudah

Despian Nurhidayat | Ekonomi
BSI: Pengembangan Sektor Syariah di Indonesia tidak Mudah

MI/Andri Widiyanto
Potret gedung Bank Syariah Indonesia yang berlokasi di Jakarta.

 

DIREKTUR Utama PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk Hery Gunardi menceritakan bahwa perjuangan untuk mengembangkan sektor syariah di Indonesia tidak mudah. 

Menurutnya, ada beberapa hal yang membuat pengembangan bank syariah di Indonesia tergolong sulit. Sebelum hadirnya BSI, tidak ada bank syariah yang mampu masuk 10 besar bank di Indonesia. Hal ini disebabkan skala bisnis perbankan syariah yang tidak besar.

"Jadi pengalaman satu tahun kami, skala itu penting. Karena kalau enggak ada skala, mau ngapain aja susah. Mau bikin e-commerce syariah, payment system, itu modalnya dari mana?" paparnya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Rabu (28/9).

Baca juga: Wapres: Unit Usaha Syariah Harus Spin-Off dari Bank Konvensional

"Syariah ini terkenal literasinya rendah. Meski penduduk Muslim ada 220 juta lebih, namun pemahaman perbankan syariah sangat rendah dibandingkan perbankan konvensional," imbuhnya.

Lebih lanjut, dia berpendapat perbankan syariah juga dikenal sebagai bank lambat. Serta, memiliki pelayanan yang kurang baik dan sumber daya manusia di kelas dua.

"Syariah ini karena kecil ukurannya, dikenal banknya lambat, service enggak bersaing. Orang duitnya enggak ada. Ruko kecil dibandingkan Mandiri, BNI, BRI, ya jauh. Kemudian teknologinya tertinggal," jelas Herry.

"Dulu kan cuma bagian dari bank konvensional. Namanya juga bagian atau anak, ya bapaknya duluan dong yang makan, anaknya belakangan," sambuungnya.

Baca juga: Dicari, Bank Syariah untuk Saingi BSI

Saat ini, BSI mencoba untuk membalikkan keadaan. Namun, BSI juga memerlukan bantuan dari seluruh pihak, agar literasi dan inklusi syariah di Indonesia dapat meningkat.

Indonesia dikatakannya perlu mencontoh Malaysia, yang memberikan banyak kemudahan bagi perbankan syariah untuk berkembang.

"Malaysia itu 23 tahun lalu mereka mulai syariah. Pemerintahnya kasih flying field yang berbeda. Jadi diberikan insentif pajak, misalnya. Bagi masyarakat atau nasabah yang pakai bank syariah, untuk deposito pajaknya 0%," tuturnya.(OL-11)
 

Baca Juga

dok.humas kemendes

Gus Halim: Penanggulangan Gempa di Cianjur Bisa Pakai Talangan Dana Desa

👤Muhamad Fauzi 🕔Minggu 27 November 2022, 20:11 WIB
MENTERI Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar memastikan masyarakat boleh menggunakan talangan dana...
Dok. Kementan

Di NTB, Mentan SYL: Pengelolaan Benih Sumber VUB Tingkatkan Produktivitas

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 27 November 2022, 19:36 WIB
Tahun depan, lanjut SYL, pemerintah harus mulai membagikan bibit unggulnya sebagai salah satu pendorong utama dalam meningkatkan daya gedor...
Antara/Aprillio Akbar

Kementerian PUPR Bangun SPAM di Kawasan DPSP Lombok-Mandalika

👤M Ilham Ramadhan 🕔Minggu 27 November 2022, 19:15 WIB
Pembangunan mulai dikerjakan di Kecamatan Sembalun untuk mendukung layanan air bersih perpipaan di kawasan pariwisata Geopark Rinjani,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya