Selasa 20 September 2022, 18:48 WIB

Efektifkan Pembatasan, Pemerintah Perlu Segera Terbitkan Revis Perpres BBM Bersubsidi

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Efektifkan Pembatasan, Pemerintah Perlu Segera Terbitkan Revis Perpres BBM Bersubsidi

MI/Palce Amalo
Kendaraan mengisi BBM bersubsidi

 

Pemerintah harus segera bertindak atas potensi habisnya kuota bahan bakar minyak (BBM) subsidi sebelum tahun anggaran 2022 berakhir.  

 

Agar  BBM subsidi  semakin tepat sasaran dibutuhkan landasan hukum demi memberikan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

 

“Saat ini tidak ada hal apa pun yang menghalangi pemerintah mengeluarkan regulasi terkait pembatasan penggunaan BBM subsidi,” ujar Eddy Soeparno, Wakil Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat saat berbicara pada webinar “Pembatasan BBM Berkeadilan, Senin (19/9).

 

Hingga saat ini pemerintah belum mengeluarkan aturan main pembatasan pendistribusian BBM bersubsidi. Revisi Peraturan Presiden No 191 tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar  Minyak sangat mendesak untuk segera diterbitkan. 

 

Menurut Eddy, pembatasan tanpa adanya regulasi tidak akan efektif karena regulasi jadi dasar untuk bisa memberikan tindakan hukum. “Pembatasan (penggunaan BBM subsidi) tanpa tindakan hukum dampaknya dinilai sangat minim,” katanya.

 

Eddy menjelaskan, sebanyak 80%  pengguna BBM subsidi dinikmati mereka yang tidak berhak. Untuk menambah pasokan malah jadi pemborosan. Tidak ada cara lain yang bisa dilakukan kecuali melakukan pembatasan seraya memperkuat pengawasan. “Pembatasan dilakukan melalui payung hukum agar efektif di lapangan," jelas Eddy.

 

Saat, ini tingkat konsumsi BBM melebihi asumsi sehingga anggaran subsidi BBM terkuras. Menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati sebelumnya menjelaskan bahwa ketika pemerintah menganggarkan subsidi BBM Rp502 triliun, terdapat penetapan volume BBM yang akan mendapatkan subsidi. 

 

Hingga akhir 2022, ditetapkan bahwa kuota Pertalite adalah 23 juta kilo liter dan solar 15,1 juta kilo liter. Nyatanya, hingga akhir Juli 2022 jatah Pertalite yang sudah terpakai mencapai 16,84 juta kilo liter atau 73 persen dari kuota. Sedangkan kuota solar telah telah terpakai 9,88 juta kilo liter atau 65 persen dari kuota tersedia. 

 

Trubus Rahardiansyah, Pengamat Kebijakan Publik, sepakat bila pemerintah segera menerbitkan aturan terkait pembatasan  BBM subsidi agar memudahkan dalam distribusi oleh Pertamina sekaligus pengawasan. 

 

Pemerintah diminta untuk tidak boleh ragu dalam memutuskan perkara BBM subsidi  agar tidak dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggungjawab. "Ada keuntungan di situ. Oknum bisa memainkan situasi," jelas Trubus. (RO/E-1) 

Baca Juga

Antara/Basri Marzuki.

Dorong Ekspor, Kementan Perbaharui Daftar Organisme Pengganggu Tumbuhan

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 28 September 2022, 21:29 WIB
Kementerian Pertanian lewat Badan Karantina Pertanian (Barantan) tengah memperbaharui daftar hama dan penyakit pada...
ANTARA/FIKRI YUSUF

Menteri Pertanian G20 Sepakat Wujudkan Keseimbangan Pangan Bagi Semua

👤Atalya Puspa 🕔Rabu 28 September 2022, 21:13 WIB
"Kita harap hasil ini akan menjadi solusi dari tantangan global yang berkaitan dengan food security, resiliency dan sustainable...
Antara

Ekonomi Domestik jadi Katalis Pertumbuhan Industri Asuransi

👤M Ilham Ramadhan Avisena 🕔Rabu 28 September 2022, 21:04 WIB
Pengembangan industri asuransi menjadi penting karena saat ini masyarakat dihadapkan dengan risiko tak terduga yang terus...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya