Kamis 01 September 2022, 14:32 WIB

BPS: Nilai Tukar Petani Meningkat 1,97% pada Agustus 2022

Ficky Ramadhan | Ekonomi
BPS: Nilai Tukar Petani Meningkat 1,97% pada Agustus 2022

ANTARA FOTO/Siswowidodo
Petani memanen daun tembakau di Desa Tatung, Balong, Ponorogo, Jawa Timur.

 

KEPALA Badan Pusat Statistik Margo Yuwono mengatakan Nilai Tukar Petani (NTP) pada Agustus 2022 mengalami peningkatan sebesar 106,31 atau 1,97% dibandingkan pada Juli 2022.

"Peningkatan NTP itu karena indeks harga yang diterima petani mengalami kenaikan 1,28%, sedangkan untuk indeks harga yang dibayarkan petani mengalami penurunan sebesar 0,68%," ujar Margo Yuwono dalam konfrensi pers, Kamis (1/9).

Margo melanjutkan, penyumbang utama dari kenaikan indeks harga yang diterima petani berasal dari komoditas bahan pokok, seperti kelapa sawit, telur ayam ras, gabah dan cengkeh.

"Sedangkan, untuk penurunan indeks harga yang dibayarkan petani disebabkan oleh penurunan harga bawang merah, cabai merah, cabai rawit, dan daging ayam ras," ujarnya.

Baca juga: Nilai Tukar Petani Turun, Harga TBS Masih Rendah

Margo menjelaskan, jika di lihat dari subsektor, peningkatan NTP tertinggi itu pada subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR), dimana NTP tanaman perkebunan rakyat itu naik sebesar 5,86%.

Peningkatan terjadi, karena indeks harga yang diterima petani mengalami kenaikan 5,10%, sementara untuk indeks harga yang dibayar petani mengalami penurunan sebesar 0,71%.

Adapun komoditas yang dominan berpengaruh pada indeks harga yang diterima petani, diantaranya berasal dari kelapa sawit, cengkeh, lada, dan kopi.

Selain itu, terdapat juga penurunan NTP terdalam yang terjadi pada subsektor holtikultura, dimana NTP holtikultura turun sebesar 7,38%.

Penurunan ini terjadi karena indeks harga yang diterima petani turun sebesar 7,93%, jauh lebih besar penurunannya dibandingkan dengan indeks harga yang dibayarkan petani yang turun sebesar 0,59%.

"Jadi sama-sama turun, tetapi penurunannya lebih tinggi indeks yang diterima petani, sehingga NTPnya mengalami penurunan. Kemudian komoditas yang mempengaruhi turunnya indeks harga yang diterima petani, diantaranya berasal dari bawang merah, cabai merah, cabai rawit, dan kol," ujar Margo.

Margo juga menambahkan, terdapat NTP yang nilainya dibawah 100, NTP itu terjadi pada subsektor tanaman pangan. Dan hal ini harus banyak mendapatkan perhatian lebih.

"Pada Agustus berada di level 97,90. Artinya, nilai penerimaan rumah tangga di tanaman pangan itu dibanding nilai yang harus dibayarkan masih lebih tinggi nilai yang harus dibayarkan," kata Margo. (Fik/OL-09)

Baca Juga

Antara/Arif Firmansyah.

Kompor Listrik di Rumah Subsidi Terkendala Penyambungan

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Minggu 25 September 2022, 20:55 WIB
Program penggunaan kompor listrik induksi pada rumah bersubsidi sejauh ini masih terus berjalan. Hanya, terdapat kendala pada proses...
Dok. Pribadi

RI Catat Ekspor Tertinggi, Young Java Ekspor: Kepercayaan Negara Lain Mulai Meningkat

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 September 2022, 19:00 WIB
Menurutnya, Prestasi itu harus terus ditingkatkan dengan selalu menjaga kepercayaan, komitmen, dan...
Antara

Pasokan Aman, Pemerintah Pastikan Harga Beras Tetap Terkendali

👤M Ilham Ramadhan Avisena 🕔Minggu 25 September 2022, 18:22 WIB
Berdasarkan data Kemendag, secara rerata harga beras mengalami kenaikan 0,9% dibanding tahun...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya