Selasa 16 Agustus 2022, 21:44 WIB

Menteri Investasi Tinjau Grasberg di Mimika

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Menteri Investasi Tinjau Grasberg di Mimika

Antara
Kondisi tambang terbuka di Grasberg milik PT Freeport Indonesia, Papua, beberapa waktu lalu.

 

Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia bersama rombongan meninjau pabrik pengolahan konsentrat di area Grasberg milik PT Freeport Indonesia di Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, Selasa (16/8).

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Bahlil bersama rombongan melihat secara langsung lokomotif Elloco 09 yang membawa konsentrat di "Grasberg Block Cave unloading station 601" yang berada pada "GBC Haulage 2760 Level".

"Yang pertama saya juga kaget melihat teknologi yang dibangun, sehingga diyakini juga banyak orang belum mengerti secara detail tentang proses teknologi tambang yang digunakan di Freeport khususnya tambang bawah tanah," kata Bahlil kepada Antara di Timika, Selasa (16/8).

Menurut Bahlil, teknologi yang dibangun dan digunakan PT Freeport sangat luar biasa sehingga harus melakukan kolaborasi yang positif dengan Pemerintah Indonesia untuk mengoptimalkan potensi yang ada. "Selain teknologi yang luar biasa, bisa dilihat secara langsung ketika ada di Grasberg maka seperti berada di luar negeri," ujarnya.

Dia menjelaskan apalagi wilayah tersebut dibangun oleh anak-anak bangsa Republik Indonesia, artinya yang bekerja bukan saja orang-orang luar negeri  namun juga anak-anak negeri khususnya orang asli Papua di mana telah terjadi transformasi teknologi dalam waktu yang cukup lama. "Maka jika hal ini baik untuk negara, kenapa tidak dioptimalkan," kata Menteri Investasi.

Sebelumnya, Menteri Bahlil telah melepas keberangkatan kapal Ajkwa yang mengangkut konsentrat tembaga PT Freeport Indonesia (PTFI) dari Pelabuhan Amamapare, Mimika, Papua pada Senin (15/8).

Pemberangkatan kapal ini merupakan bagian dari pengiriman konsentrat tembaga ke fasilitas peleburan tembaga (smelter) pertama yang dibangun PTFI dan Konsorsium Jepang di Gresik, Jawa Timur pada 1996, yang saat ini dikelola oleh PT Smelting.

Keberangkatan Kapal Ajkwa sebagai sebuah kapal pengumpan membawa 8.600 ton konsentrat tembaga untuk dipindahkan ke kapal Naziha yang berada di laut dalam, sekitar 19 km dari dermaga. Kapal Naziha akan menampung 26.500 ton konsentrat tembaga untuk dibawa ke PT Smelting, dan merupakan pengiriman konsentrat ke-32 ke PT Smelting yang dilakukan sejak Januari 2022. (Ant/OL-12)

 

Baca Juga

MI/Moat Angga

Sah, Pengawasan Koperasi Simpan Pinjam Tidak Dibawah OJK

👤Mediandonesia.com 🕔Rabu 07 Desember 2022, 00:09 WIB
Kemenkop akan mengajukan RUU Koperasi yang salah satu poinnya adalah pembentukan Otoritas Pengawas...
Antara

Pemerintah Siapkan Program B35 untuk Tangkal Krisis Energi

👤Andhika Prasetyo 🕔Selasa 06 Desember 2022, 23:54 WIB
Airlangga menyebut cara tersebut bisa mengurangi jumlah impor minyak mentah untuk penyediaan bahan bakar minyak jenis...
Ilustrasi

2.109 Debitur Ikut Program Keringanan Utang Pemerintah

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Selasa 06 Desember 2022, 23:48 WIB
Kriteria untuk bisa mengikuti program keringanan utang tersebut yakni apabila kepengurusan piutangnya telah diserahkan kepada Panitia...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya