Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta PT Pertamina (Persero) untuk segera melakukan pengendalian konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite. Sehingga, beban subsidi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak semakin membengkak.
"Kita akan menghadapi tekanan nilai tukar rupiah, deviasi harga minyak dan volume yang meningkat. Saya sampaikan ke Pertamina untuk mengendalikan (konsumsi Pertalite), agar APBN tidak mengalami tekanan tambahan. Subsidi energi sudah mencapai Rp502 triliun," ujarnya dalam konferensi pers, Kamis (11/8).
Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata mengungkapkan bahwa hal yang paling mengkhawatirkan bukan terkait besaran dana subsidi yang digelontorkan. Namun, volume komoditas BBM yang telah mendekati kuota penyediaan pada tahun ini.
Baca juga: Aturan BBM Subsidi Direvisi, BPH Migas: Agar Tepat Sasaran
Padahal tahun berjalan baru terhitung memasuki bulan kedelapan. "Yang perlu kita waspadai adalah volume. Memang volume konsumsi ini sudah di sekitar angka yang kita asumsikan semula, yaitu 15,1 juta kilo liter untuk solar dan 23,1 juta kilo liter untuk pertalite," jelas Isa.
Senada dengan Menkeu, Isa juga mendorong Badan Pengatur Hilir Migas dan Pertamina untuk mengambil langkah tertentu untuk mengendalikan konsumsi Pertalite. Pihaknya juga meminta kedua lembaga tersebut untuk mencari cara khusus.
Baca juga: Erick Sebut Restrukturisasi Garuda Berjalan On The Track
"Kita sudah terus meminta kepada BPH Migas, hilir migas, maupun Pertamina, untuk kebijakan yang bisa mengendalikan konsumsi Pertalite," imbuhnya.
Berdasarkan data Pertamina, BBM jenis Pertalite sudah disalurkan hingga 16,8 juta kilo liter hingga Juli 2022. Adapun kuota yang ditetapkan tahun ini sebesar 23,1 juta kilo liter. Dus, sisa BBM bersubsidi jenis Pertalite tersisa 6,2 juta kilo liter untuk memenuhi kebutuhan empat bulan ke depan.
Sedangkan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperkirakan hingga akhir tahun dibutuhkan BBM jenis Pertalite sebanyak 28 juta kilo liter. Dengan asumsi itu, anggaran subsidi energi, utamanya BBM, diperkirakan naik.(OL-11)
Mendukung penanganan bencana pada masa tanggap darurat, BPH Migas memberikan keringanan pembelian solar dan pertalite di Aceh, dengan pembebasan barcode.
Anggota Komisi VI DPR Khilmi meminta masyarakat tidak mudah percaya dengan informasi yang belum tentu kebenarannya seperti kasus Pertalite yang dicampur air di Jawa Timur.
Sejumlah warga di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel) yang mengeluh motor rusak setelah diisi Pertalite.
PERTAMINA Patra Niaga Regional Jatimbalinus memperpanjang posko aduan terkait kendaraan yang 'brebet' atau mogok usai mengisi BBM jenis pertalite, hingga 10 November 2025 mendatang.
DPR RI akan memanggil pemerintah dan Pertamina menyusul laporan kendaraan yang mogokĀ atau motor brebet setelah mengisi bahan bakar jenis Pertalite di Jawa Timur.
Upaya menjaga mutu bahan bakar minyak (BBM) dan pelayanan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) terus diperkuat.
Untuk itu Imron meminta Pertamina agar terus meningkatkan kinerja, melalui lifting yang terus meningkat diharapkan bisa mendukung upaya ketahanan energi nasional.
Di Provinsi Aceh, dari total 156 SPBU, sebanyak 151 SPBU atau sekitar 97% telah kembali beroperasi.
Anggapan bahwa mengisi bensin di siang hari mendapatkan volume lebih sedikit ketimbang di malam hari memang memiliki landasan ilmiah, namun dampaknya tidaklah signifikan.
Pada periode libur panjang dan musim perayaan, masyarakat cenderung beralih menggunakan BBM berkualitas demi menjaga performa kendaraan selama perjalanan jarak jauh.
Dari Stasiun Labuan di Kota Medan, setiap harinya dialirkan setidaknya 1.020 kilo liter BBM jenis Pertamax, Pertalite, dan Bio Solar menuju Siantar.
Pentingnya uji tera alat ukur BBM di SPBU sebagai bagian dari upaya menjaga kepercayaan konsumen
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved