Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
KENAIKAN tingkat inflasi, utamanya pada komponen pangan bergejolak (volatile food) perlu diwaspadai. Pasalnya, pada Juli 2022 inflasi komponen itu tercatat mencapai 11,47% (year on year/yoy).
"Inflasi perlu diwaspadai, utamanya yang didorong pangan karena sudah 11%, lalu administered price, karena semua tidak bisa ditahan," jelas Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers APBN, Kamis (11/8).
Tingkat inflasi yang tinggi dari komponen volatile food, kata dia, tak luput dari kondisi perekonomian global yang saat ini juga terancam oleh inflasi. Itu karena terjadi kelangkaan bahan pangan imbas perang Rusia dan Ukraina.
Belum lagi dari dalam negeri ada faktor cuaca dan distribusi yang dapat mempengaruhi tingkat inflasi di komponen tersebut.
Baca juga: Menkeu Pantau Akselerasi Pemulihan di Seluruh Daerah
Selain inflasi volatile food, imbuh Sri Mulyani, pemerintah juga mewaspadai tingkat inflasi administered price (harga yang diatur pemerintah). Sebabnya sama, gejolak perekonomian global dan imbas perang Rusia-Ukraina yang mengerek harga-harga komoditas energi.
Namun perempuan yang karib disapa Ani itu menyatakan, pada komponen administered price, pemerintah melakukan intervensi melalui pemberian subsidi dan energi. Itu dilakukan agar kenaikan harga energi di tingkat global tidak langsung terserap di level masyarakat.
Dengan langkah itu, tingkat inflasi adminstered price tercatat berada di level 6,51% (yoy).
"Ini karena harga BBM, solar, elpiji, listrik masih ditahan. Indonesia telah menaikan subsidi energi menjadi Rp502 triliun. Apabila tidak ditahan, tentu harga energi akan jauh lebih tingg," jelasnya.
Adapun inflasi inti yang tercatat di level 2,86% (yoy) dinilai menunjukkan tren positif. Pasalnya itu dianggap menggambarkan pemulihan ekonomi lantaran ada pertumbuhan permintaan dari masyarakat menjadi lebih kuat.
Namun demikian, pemerintah bersama dengan otoritas terkait.
"Ini yang menjadi perhatian Bank Indonesia terutama pada pengelolaan inflasi di Indonesia, terutama faktor yang berkontribusi inflasi dari respons kebijakan moneter. Dari fiskal kita tahan di administered price, dilakukan melalui langkah-langkah pengamanan pangan," imbuh Ani. (A-2)
Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekosistem pangan nasional melalui kerja sama ekonomi strategis dengan Tiongkok.
Nova menjelaskan bahwa stok komoditas utama seperti beras dan protein hewani telah dikunci untuk jangka menengah.
Pemerintah memperkuat kolaborasi riset untuk menopang target swasembada pangan nasional.
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas di kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin (9/3) malam.
Anggota DPR RI, Ahmad Najib Qodratullah, menggelar rangkaian kegiatan tebus murah bertajuk PANsar Ramadhan di Desa Sukamenak, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap dinamika global maupun potensi gangguan iklim.
PEMERINTAH terus memperkuat pengendalian harga pangan sekaligus memastikan ketersediaan stok pangan tetap aman dan mencukupi, khususnya menjelang Lebaran 2026.
Beras kemasan yang sebelumnya dijual sekitar Rp14.000 hingga Rp15.000 per kg kini mencapai Rp16.000 hingga Rp17.000 per kg.
Pemerintah Kabupaten Bandung menggelar Pasar Ramadan pada 5-8 Maret.
Harga komoditas cabai keriting mengalami penurunan dengan harga Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram dari harga sebelumnya Rp40 ribu per kilogram.
Gerakan Pangan Murah berlangsung pada 4–11 Maret 2026 di delapan titik kabupaten dan kota di Sulteng.
Beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) dijual Rp58.500 per kemasan lima kg atau sekitar Rp11.700 per kg, dengan kisaran harga Rp11.700–Rp12.300 per kg di lapangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved