Sabtu 06 Agustus 2022, 15:45 WIB

Penurunan Cadangan Devisa Diperkirakan akan Berlanjut

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Penurunan Cadangan Devisa Diperkirakan akan Berlanjut

ANTARA
Pekerja membawa uang rupiah di cash center Bank Mandiri, Jakarta, Selasa (27/9).

 

PENURUNAN cadangan devisa Indonesia diperkirakan berpeluang terjadi di bulan-bulan ke depan. Hal ini merupakan imbas dari kondisi perekonomian dan geopolitik global. 

Demikian disampaikan periset dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet saat dihubungi, Sabtu (6/8). 

Baca juga: Pemerintah Didorong Percepat Pemerataan Pembangunan Ekonomi

"Untuk ke depan, potensi dari cadangan devisa untuk turun masih berpeluang terjadi disebabkan oleh beberapa hal yang pertama kondisi ekonomi global yang masih diwarnai ketidakpastian imbas dari beberapa hal, termasuk di dalamnya kondisi geopolitik dan potensi resesi," ujarnya.

Resesi ekonomi yang terjadi di lingkup global dinilai bakal berdampak pada penurunan harga komoditas. Penurunan harga komoditas itu akan merugikan Indonesia lantaran selama ini ekonomi nasional banyak ditopang oleh kenaikan harga sejumlah komoditas unggulan. 

Menurunnya harga komoditas unggulan di level internasional, kata Yusuf, akan membuat kinerja dagang Indonesia mengalami perlambatan. Padahal sekitar 26 bulan ke belakang sektor perdagangan menjadi salah satu tumpuan andalan ekonomi nasional. 

Sedangkan dari sisi geopolitik global saat ini berada di situasi yang kian rumit. Sebabnya, belum lama ini muncul ketegangan tensi antara Tiongkok dan Amerika Serikat lantaran kunjungan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS Nancy Pelosi ke Taiwan. 

"Ini berpotensi memberikan tekanan terutama pada pasar keuangan sehingga ini akan berdampak terhadap kembali larinya arus modal dari pasar emerging market ke pasar safe heaven seperti misalnya Amerika Serikat," jelas Yusuf. 

Bila itu terjadi, maka nilai tukar mata uang negara emerging market bakal tertekan, tak terkecuali Indonesia. Hal tersebut kemudian akan mendorong Bank Indonesia melakukan intervensi untuk melakukan stabilisasi rupiah agar depresiasi rupiah tidak terlalu dalam melalui penggunaan cadangan devisa. 

Hal itu pula yang disampaikan oleh BI, di mana terjadi penurunan cadangan devisa pada akhir Juli menjadi US$132,2 miliar, turun dari bulan sebelumnya yang sebesar US$136,4 miliar. Penurunan itu akibat pembayaran utang luar negeri dan stabilisasi rupiah. 

Kendati dinilai memiliki potensi penurunan, Yusuf berpendapat, itu akan bersifat melandai. Pasalnya, pencapaian cadangan devisa selama semester pertama tahun ini cukup kuat. BI juga dinilai masih memiliki modal yang cukup besar untuk melakukan intervensi.

Posisi cadangan devisa itu setara dengan pembayaran impor selama 6,2 bulan atau 6,1 bulan dan utang luar negeri pemerintah. Nilai cadangan devisa US$132,2 miliar juga masih berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. 

"Jadi kalaupun terjadi penurunan cadangan devisa, itu tidak akan terlalu terjadi secara sangat signifikan. Apalagi kalau kita lihat kinerja neraca dagang Indonesia yang selama ini masih berada pada tren surplus perdagangan," ujar Yusuf. 

Di saat yang bersamaan pemerintah juga dinilai masih bisa menggunakan opsi penerbitan surat utang. Itu pun bila dirasa memang diperlukan untuk menahan dampak eksternal dan mampu menambah cadangan devisa untuk kesiapan intervensi di kemudian hari. (OL-6)

Baca Juga

Antara

Sri Mulyani Minta Pertamina Kendalikan Konsumsi Pertalite

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 22:51 WIB
Hal itu penting untuk dilakukan agar beban subsidi dalam postur APBN tidak semakin membengkak. Diketahui, belanja untuk subsidi energi...
Ist

CreaVid Competition untuk Mendukung Industri Kreatif di Tanah Air

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 21:29 WIB
Lewat kreasi generasi milenial ini, publik diharapkan bisa lebih paham tentang investasi keuangan, agar masyarakat tidak mudah terpedaya...
Dok. Pribadi

Karya Desainer dan Arsitek Indonesia Ikut Warnai Pembangunan Bangsa

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 20:47 WIB
Saat ini Karya Cipta para ahli Indonesia telah mencapai hasil desain yang cukup tinggi dan makin berkualitas dengan dukungan teknologi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya