Sabtu 30 Juli 2022, 11:19 WIB

Akademisi Minta Pemerintah Segera Antisipasi Dampak Resesi AS

Despian Nurhidayat | Ekonomi
Akademisi Minta Pemerintah Segera Antisipasi Dampak Resesi AS

Antara
Ilustrasi

 

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Teguh Dartanto meminta pemerintah untuk segara mengantisipasi dampak resesi yang kini terjadi di Amerika Serikat (AS). Menurutnya, hal ini tentu akan berdampak pada menurunnya permintaaan produk atau ekspor produk Indonesia di AS.

"Dari data BPS (Badan Pusat Statistik), Amerika Serikat menjadi negara tujuan ekspor nonmigas kedua, di mana per April 2022 ekspornya tercatat mencapai US$2,46 miliar. Ini yang perlu diantisipasi jika resesi maka permintaan produk Indonesia akan menurun," ungkapnya kepada Media Indonesia, Sabtu (30/7).

Lebih lanjut, Teguh pun menyarankan agar pemerintah dapat mencari alternatif negara tujuan ekspor selain AS atau melakukan diversifikasi pasar produk Indonesia.

Dia pun menyarankan pemerintah untuk menaruh fokus ke pasar non-tradisional karena memiliki potensi untuk menghalau dampak dari resesi AS.

"Diversifikasi pasar baik impor dan ekspor harus dilakukan. Pemerintah juga harus fokus ke pasar non-tradisional seperti Afrika dan negara-negara di Asia," kata Teguh.

Selain itu, dia pun meminta pemerintah untuk serius memantau pergerakan Inflasi AS. Menurutnya inflasi ini telah membuat harga-harga produk impor dari AS semakin mahal dan membuat inflasi di Indonesia semakin naik ke depannya.

Teguh juga menekankan bahwa inflasi AS yang telah mencapai 9,1% tersebut juga pasti akan direspon dengan kenaikan suku bunga oleh The Fed. Hal ini pun menyebabkan potensi terjadinya capital outflow dari Indonesia dan mengakibatkan depresiasi rupiah.

Dalam hal ini, Bank Indonesia (BI) dikatakan harus melakukan langkah mitigasi terkait potensi kenaikan suku bunga di AS tersebut.

"Indonesia harus tetap sangat-sangat waspada dan terus memonitor kebijakan-kebijakan yang diambil oleh AS dan negara besar atau negara maju lainnya," pungkasnya.

Perlu diketahui, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebelumnya mengatakan bahwa AS telah melaporkan pertumbuhan ekonominya pada triwulan II 2022 yang mencapai minus 0,9% secara tahunan (yoy). Capaian ini pun menyebabkan Negeri Paman Sam tersebut otomatis mengalami resesi setelah pada triwulan sebelumnya mencatatkan pertumbuhan minus 1,6% (yoy). (OL-12)

Baca Juga

ANTARA

Presiden Tekankan Digitalisasi Produk UMKM dalam Pidato HUT ke-77 RI

👤Indriyani Astuti 🕔Selasa 16 Agustus 2022, 14:11 WIB
Dengan semakin banyaknya produk UMKM yang ditampilkan di E-katalog, presiden meyakini banyak pihak terutama instansi pemerintah tertarik...
ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

Puan Sebut DPR Tunggu Usulan Penaikan Harga BBM dari Pemerintah

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Selasa 16 Agustus 2022, 13:59 WIB
DPR akan menunggu usulan pemerintah mengenai kebijakan subsidi, baik di tahun ini maupun di tahun...
Ist

Laba Bersih Habco Trans Maritima Meroket pada Tahun Berjalan 2022

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 16 Agustus 2022, 13:47 WIB
Indonesia sebagai pemasok energi terbesar batu bara dunia saat ini pun juga kebanjiran pesanan dari kebutuhan domestik maupun juga...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya