Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PETROKIMIA Gresik telah menyiapkan 6 strategi ekspansi bisnis sebagai upaya untuk menjaga keberlanjutan perusahaan, sekaligus mendorong kemajuan sektor pertanian di Tanah Air.
Strategi pertama adalah menjajaki pembangunan pabrik NPK di Yordania. Direktur Utama Petrokimia Gresik mengatakan langkah tersebut dilakukan demi menjaga pasokan NPK di Indonesia.
"Kami mempertinbangkan Yordania karena di sana dengan sumber bahan baku, sehingga diharapkan dapat mengefisienkan biaya produksi," ujar Dwi melalui keterangan resmi, Jumat (15/7).
Strategi kedua, perseroan akan melakukan konversi pabrik, dari semula pabrik pupuk Fosfat menjadi pabrik NPK Phonska V.
"Ketiga, kami mempersiapkan pendirian pabrik baru yaitu NPK Phonska VI. Semua upaya itu tidak hanya akan mengamankan produktivitas NPK nasional, tapi juga memperkuat posisi Petrokimia Gresik sebagai produsen NPK terbesar di Indonesia, bahkan Asia," sambungnya.
Petrokimia Gresik tengah bersiap mendapatkan suplai gas baru dari Utara Pulau Jawa. Pasokan gas itu rencananya akan dimanfaatkan untuk pengembangan pabrik Amoniak-Urea (Amurea) III atau pengembangan lainnya.
Baca juga : Pertanian Digital Solusi Antisipasi Krisis Pangan
“Jika berhasil memperoleh pasokan gas baru, perusahaan dapat meningkatkan produktivitas pupuk urea melalui pengembangan pabrik Amurea III. Sehingga ke depan kita tidak hanya menjadi leader di pasar NPK, tapi juga Urea,” ucap Dwi.
Strategi kelima, anak usaha Pupuk Indonesia itu akan membangun pabrik soda ash berkapasitas 300.000 ton per tahun. Langkah itu dilakukan guna mendorong kemajuan industri kimia nasional.
“Nantinya ini akan menjadi produk Soda Ash pertama buatan dalam negeri untuk membantu mengurangi ketergantungan impor Soda Ash yang mencapai satu juta ton per tahun,” paparnya.
Terakhir, Petrokimia Gresik akan melakukan scale up pabrik Green Surfactant. Produk tersebut mendapatkan sambutan baik dari industri minyak dan gas setelah pertama kali dipasarkan pada 2021.
Green Surfactant Petrokimia Gresik menjadi produk surfaktan pertama buatan dalam negeri yang dapat menggantikan penggunaan surfaktan berbasis hydrocarbon, sehingga lebih ramah lingkungan. Produk itu berfungsi untuk meningkatkan produktivitas sumur minyak bumi, bahkan mampu mengeluarkan minyak mentah dari lapangan atau sumur minyak tua yang sudah tidak berproduksi lagi.
“Ini membuktikan bahwa Petrokimia Gresik tidak hanya unggul dalam hal produk pupuk saja, tetapi juga produk lain yang dapat memperkuat struktur industri kimia nasional," tandasnya. (OL-7)
Petrokimia Gresik Bangun Tangki Asam Sulfat 40 Ribu Ton untuk Perkuat Produksi Pupuk NPK
Petrokimia Gresik membuka Bulan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) 2026 bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa di Stadion Petrokimia Gresik, Kabupaten Gresik, Rabu (14/1).
Petrokimia Gresik resmi meluncurkan tim bola voli putri, Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia (GPPI) untuk menyambut kompetisi bergengsi Proliga 2026.
Lomba gogoh iwak diharapkan dapat menjadi momentum untuk menarik minat generasi muda agar turut aktif memajukan sektor perikanan.
Petrokimia Gresik menunjukkan komitmen kuatnya dalam mendukung upaya dekarbonisasi global yaitu pengurangan emisi karbon melalui penerapan strategi ekonomi sirkular.
Penerapan Green and Smart Port merupakan langkah strategis Petrokimia Gresik dalam mendukung Sistem Logistik Nasional (Sislognas).
Pelaku menyerang siapa saja yang mudah ditembus. Mereka tidak peduli apakah Anda perusahaan besar atau kecil. Jika Anda lengah, Anda akan menjadi korban.
BISNIS dan sufisme sebenarnya dua wilayah yang berbeda. Ketika orang berbicara tentang bisnis, ia akan segera lari kepada keuntungan-keuntunngan ekonomis.
MILITER Amerika Serikat (AS) mulai mengalihkan perhatian ke kawasan selatan. Sektor pertahanan kini melihat bisnis besar untuk menyuplai peralatan bagi jenis perang berbeda.
Usaha keluarga merupakan fondasi ekonomi Asia, dengan 85% perusahaan di kawasan Asia Pasifik dimiliki oleh keluarga, bersama UKM yang mencakup 97% bisnis di kawasan.
KEBUTUHAN efisiensi operasional dan konsistensi proses kerja di industri food & beverage (F&B) semakin meningkat seiring dengan bertambah outlet dan kompleksitas bisnis.
Rudolf mengaku belum tahu detail terkait gugatan yang dilayangkan Bali Towerindo kepada Pemkab Badung tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved