Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
DEPUTI Gubernur Bank Indonesia (BI) Juda Agung mengatakan jika Indonesia tidak bergegas melakukan kebijakan menuju ekonomi hijau, dampaknya pada ekonomi dan sistem keuangan akan terasa sangat signifikan.
"Pertama, kita dapat kehilangan kesempatan ekspor karena ada hambatan ekspor terhadap produk yang tidak memenuhi standar hijau. Ekspor kita juga tidak kompetitif karena semakin mahal disebabkan pajak karbon dari negara pengimpor," kata Juda dalam Side Event Presidensi G20 Indonesia Scaling Up Green Finance in Indonesia, Jumat (15/7).
Dampak kedua ialah investasi industri rendah karbon seperti mobil listrik akan beralih ke negara lain yang telah memiliki kebijakan yang jelas tentang industri karbon. Maka dari itu, kebijakan mengenai industri hijau seperti mobil listrik, bangunan hijau dan lainnya memang sangat diperlukan.
"Ketiga, akses kepada keuangan global jadi terbatas. Karena referensi investor keuangan kepada sektor keuangan hijau semakin besar, sehingga mereka lebih memprioritaskan kepada sektor yang hijau," ungkapnya.
Baca juga: Kementan dan ICMI Bogor Gelar Pelatihan Pertanian Geo Ekonomi Hijau
Oleh karena itu, lanjutnya, BI turut memberikan perhatian besar di sektor ekonomi hijau karena dampaknya sangat besar pada stabilitas moneter.
Jika ekspor turun, Juda menegaskan hal ini akan berdampak pada transaksi berjalan dan akses keuangan global. Sehingga dampak dari belum tersedianya kebijakan ekonomi hijau pada stabilitas moneter dan stabilitas sistem keuangan.
"Di Indonesia, kita tidak kekurangan potensi green economy. Dari sisi energi misalnya data Kementerian ESDM mencatat potensi EBT lebih dari 3.000 giga watt. Tapi pemanfaatannya masih 0,3% yang salah satunya PLTB Sidrap," tegasnya.
"Presiden Jokowi menyebut potensi investasi setidaknya mencapai US$25-30 miliar untuk transisi energi 8 tahun ke depan. Potensi ini sangat besar dan perlu dioptimalkan sebagai motor pertumbuhan ekonomi kita dan membuka peluang bisnis serta lapangan kerja baru," pungkas Juda.(OL-5)
Di tengah tekanan deforestasi, perubahan iklim, dan tuntutan pasar terhadap komoditas berkelanjutan pemerintah dan pelaku usaha kehutanan mulai menggeser paradigma pengelolaan hutan.
Ketahanan energi jadi prioritas nasional utama pada 2026 seiring penguatan strategi ekonomi hijau yang menjadi bagian dari agenda besar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Di sektor pertanian, penerapan pertanian organik dan sistem pertanian yang berkelanjutan menjadi pilihan utama.
Indonesia memiliki peluang besar menjadi pemimpin pasar karbon global berkat hutan tropis terluas ketiga di dunia.
Indonesia menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola karbon dan pembiayaan iklim berbasis hutan pada Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP30).
Saat ini, regulator menuntut hasil yang terukur dan berintegritas, termasuk kebutuhan akan dampak iklim yang nyata.
Mantan Dekan FIKOM IISIP Jakarta itu menilai, upaya meminimalkan perbedaan pandangan menjadi penting di tengah ketidakpastian politik dan ekonomi global.
PERDEBATAN tentang kecerdasan buatan kerap terjebak pada dua kutub ekstrem: optimisme teknologi yang nyaris tanpa syarat dan ketakutan apokaliptik yang berlebihan.
ANALIS komunikasi politik sekaligus pendiri KedaiKOPI, Hendri Satrio (Hensa), mengingatkan Danantara untuk segera membenahi strategi komunikasi publik dan kebijakan pengelolaan asetnya.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
PRAKTISI ekologi dari Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI), Maria Ratnaningsih menyoroti arah kebijakan pembangunan nasional yang dinilai semakin menjauh dari prinsip keberlanjutan.
BSKDN Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meneguhkan peran sebagai policy hub yang menjadi pusat konsolidasi pengetahuan, analisis strategis, dan rekomendasi kebijakan berbasis bukti.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved