Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
KONDISI pertumbuhan makroekonomi nasional masih tertekan karena imbas pandemi covid-19. Meskipun demikian, PT Usaha Pembiayaan Reliance Indonesia (REFI) mampu mencetak pertumbuhan pendapatan sebesar 34,72% pada 2021. Ini jauh di atas rata-rata pertumbuhan industri pembiayaan.
Pencapaian itu pun memperbaiki kualitas portofolio pembiayaan (non performing loan) dari 1,9% di 2020 menjadi 1,6% pada 2021. "Keberhasilan ini disebabkan oleh strategi perseroan yang fokus pada pembiayaan kepada masyarakat berpenghasilan menengah-bawah untuk kepemilikan rumah tinggal dan produktif UMKM melalui ekosistem finansial teknologi serta konsisten dalam penerapan good corporate governance dalam menjalankan bisnisnya," ujar Presiden Direktur REFI Iman Pribadi pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dilaksanakan di kantor pusat Reliance Group pada Rabu (28/6).
Baca juga: Ekonomi Vietnam Kuartal II Tumbuh Tercepat selama 11 Tahun
Selain paparan kinerja perseroan, sesuai dengan agenda yang dipimpin oleh Komisaris Utama Anton Budidjaja, RUPST menyetujui Laporan Tahunan Perusahaan buku 2021 yang diaudit KAP Heliantono dan Rekan. RUPST memutuskan penetapan laba bersih perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2021 senilai Rp12,9 miliar serta penetapan cadangan atas laba ditahan sesuai peraturan yang berlaku. Dalam RUPST juga disampaikan laporan penggunaan dana atas penerbitan Obligasi REFI I tahun 2022.
Keputusan RUPST penting lain ialah pengangkatan Frans Victor Kailola selaku direktur perseroan setelah memperoleh persetujuan uji kemampuan dari OJK. Dengan demikian susunan keanggotaan direksi perseroan yaitu Direktur Utama Iman Pribadi, Direktur Ira Rakhmawati, dan Direktur Frans Victor Kailola. (RO/OL-14)
Unit Layanan Modal Mikro (Ulamm) milik PT Permodalan Nasional Madani (PNM) merupakan layanan pembiayaan yang dirancang khusus untuk membantu pelaku usaha mikro dan kecil.
LPDB Koperasi kembali menegaskan dedikasinya dalam mendukung pemenuhan hak-hak fundamental masyarakat melalui penyaluran pinjaman maupun pembiayaan dana bergulir bagi koperasi
SURVEI Segara Research Institute menunjukkan mayoritas peminjam di Indonesia lebih mengutamakan kecepatan pencairan dana dibandingkan besaran suku bunga dalam memilih sumber pembiayaan.
Akses pembiayaan bagi jutaan masyarakat unbanked dan underbanked yang selama ini belum terlayani optimal oleh sektor perbankan formal makin diperhatikan.
MECA 2025 diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap brand yang mampu menampilkan terobosan pemasaran serta relevan dengan kebutuhan zaman.
Indonesia terus memajukan infrastruktur berkelanjutan melalui model pembiayaan dengan menggabungkan partisipasi pemerintah pusat, daerah, dan swasta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved