Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA sebagai Champions Group of GCRG (Global Crisis Response Group) bersama lima kepala negara lainnya meramalkan konflik Rusia-Ukraina masih cukup panjang terjadi. Hal ini berdampak pada kondisi krisis global, terutama soal pangan.
Menurut data 2nd Brief GCRG yang dipaparkan Sekretaris Kementerian Koordinator (Sesmenko) Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, sekitar 323 juta orang masuk dalam kategori sangat rawan pangan.
Diketahui bahwa Rusia dan Ukraina merupakan produsen dan pengekspor komoditas pertanian terpenting di dunia seperti tanaman sereal, termasuk jelai dan gandum. Adanya konflik itu tentu berdampak pada pasokan pangan dunia.
"Pandemi dan konflik memperparah rawan pangan, khusus efek perang Rusia-Ukraina ini saat ini sudah tercatat naik lagi secara cepat soal rawan pangan. Dari 276 juta orang menjadi 323 juta orang yang sangat rawan pangan," ujarnya dalam Media Briefing, Jumat (10/6).
Susi, sapaan akrabnya, juga menuturkan, indeks harga pangan dunia Food and Agriculture Organization (FAO) menyusut ke level 157,4 poin pada Mei 2022 atau turun 0,9 poin dari April.
Baca juga: Kenaikan Harga Sejumlah Bahan Pangan Dinilai masih Wajar
Ia menambahkan, data GCRG juga menyebutkan satu dari dua orang Afrika sangat terdampak dengan krisis pangan, energi dan keuangan. Demikian juga yang dialami warga di wilayah Amerika Latin dan Karibia.
"Ini pengaruhnya sangat besar sekali dan mereka dihadapkan pada biaya krisis hidup. Ini juga terjadi hampir di 20 negara Amerika Latin," kata Susi.
Dampak konflik Rusia-Ukraina yang berkepanjangan juga dapat menyebabkan kemiskinan ekstrem dengan terganggu kehidupan dan pada mata pencahariannya 2,8 juta orang di Timur Tengah dan Afrika Utara.
"Di wilayah Asia Selatan pun ikut merasakan efek perang itu, diperkirakan 500 juta orang berdampak pada krisis keuangan yang parah. Jadi memang di hampir semua kawasan cukup dikhawatirkan terkait pangan," jelasnya.
Sesmenko Perekonomian juga memaparkan, setelah minggu pertama konflik Rusia-Ukraina, harga-harga energi seperti minyak mentah meroket tajam di atas US$130 dper barel, dua kali lipat dari asumsi yang dipatok pemerintah dalam APBN 2022 yang hanya US$63 per barel.
"Ketidakpastian harga komoditas tadi juga menanggulangi cost of debt atau biaya hutang yang sudah sangat membebani banyak negara," pungkasnya. (A-2)
Di Pasar Tiban Center, harga beras kemasan 5 kilogram masih dijual sekitar Rp85 ribu, kemasan 10 kilogram Rp155 ribu, dan kemasan 25 kilogram berkisar Rp350 ribu.
Program penyediaan beras dengan subsidi harga ini pun akan berlanjut mulai Maret mendatang. Anggaran yang disiapkan untuk program SPHP beras tahun 2026 sejumlah Rp4,97 triliun.
fluktuasi harga berbagai komoditas pangan dipengaruhi faktor pasokan dan permintaan.
Di awal Ramadan permintaan bahan pangan biasanya cenderung meningkat dan berpotensi memicu kenaikan harga.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengintruksikan intervensi pasar untuk dapat mengendalikan harga kebutuhan.
Harga di Pasar Penuin, Pasar Mitra Raya, dan Pasar Tos 3000 menunjukkan harga cabai rawit merah menembus Rp92.950 per kilogram.
IESR-Kemenko Perekonomian Luncurkan Kajian Implementasi Program PLTS 100 GW
Kemenko Perekonomian tegaskan produk makanan, minuman, dan kosmetik asal Amerika Serikat (AS) tetap wajib sertifikasi halal dalam perjanjian ART. Simak aturannya!
Saat ini, pemerintah masih menyusun aturan stimulus melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK). Airlangga menyebut aturan itu ditargetkan rampung pada Senin (9/2).
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menerima sejumlah investor institusional dan pelaku industri keuangan di Jakarta, Selasa (3/2).
PEMERINTAH Indonesia terus memperkuat kemitraan strategis dengan pemerintah Inggris melalui peningkatan kerja sama ekonomi yang berorientasi dan fokus kepada isu-isu strategis.
Infografis pencapaian kinerja Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sepanjang tahun 2025
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved