Headline
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi secara bulanan sebesar 0,40%, mengerek inflasi tahunan menjadi 3,55% pada Mei 2022. Angka itu menjadi yang tertinggi sejak Desember 2017, yakni di level 3,61%.
"Inflasi 3,55% ini kalau ditarik ke belakang, merupakan inflasi tertinggi sejak Desember 2017, di mana saat itu inflasi sebesar 3,61%," ujar Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers, Kamis (2/6).
Baca juga: Link Net Bukukan Laba Bersih Rp128 Miliar pada Kuartal I 2022
Kenaikan inflasi Mei 2022, lanjut dia, terjadi di 87 dari 90 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) yang dipantau BPS. Akibatnya, IHK turut naik menjadi 110,42 dari posisi April 2022 yang hanya 109,98.
Secara bulanan, komoditas yang dominan mengerek tingkat inflasi ialah tarif angkutan udara, telur ayam ras, ikan segar, dan bawang merah. Margo mengatakan, inflasi yang terjadi di tarif angkutan udara lebih disebabkan oleh momen lebaran.
"Kenaikan tarif angkutan udara itu dikarenakan tingginya permintaan menjelang hari raya dan arus balik penumpang," tuturnya.
Adapun andil inflasi tarif angkutan udara pada kelompok pengeluaran transportasi mencapai 0,07%. Komoditas itu menjadi dominan di kelompok yang inflasinya tercatat 0,65% dan berkontribusi pada inflasi Mei 2022 sebesar 0,08%.
Sedangkan inflasi telur ayam ras, lanjut Margo, terjadi akibat kenaikan harga pakan ayam dan tingginya permintaan masyarakat. Telur ayam ras tercatat memberi andil 0,05% terhadap inflasi kelompok makanan, minuman, dan tembakau.
Adapun kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau tercatat megalami inflasi 0,78% dan memberi andil pada inflasi Mei 2022 sebesar 0,20%. Selain telur ayam ras, ikan segar dan bawang merah turut mengerek inflasi kelompok pengeluaran ini diakibatkan faktor cuaca buruk.
Sedangkan berdasarkan komponennya, tingkat inflasi harga bergejolak (volatile price) menjadi pendorong utama laju inflasi Mei 2022. Komponen ini tercatat mengalami inflasi 0,94% dan memberi andil pada tingkat inflasi sebesar 0,16%.
"Kalau dilihat sebab utamanya adalah berasal dari telur ayam ras, bawang merah, dan daging sapi," kata Margo.
Kedua terbesar yang memberi andil pada tingkat inflasi Mei 2022 adalah komponen inti dengan inflasi 0,23% dan memberi andil 0,15%. Komoditas yang dominan mengerek inflasi komponen ini ialah ikan segar, nasi dengan laik, dan roti manis.
Sedangkan komponen harga diatur pemerintah (administered price) tercatat mengalami inflasi 0,48% dan memberi andil pada inflasi Mei sebesar 0,09%. Komoditas utama yang mendorong inflasi pada komponen ini ialah tarif angkutan udara.
Komponen tersebut, imbuh Margo, memiliki tren peningkatan. Sebab, pemerintah mengizinkan maskapai penerbangan melakukan penyesuaian biaya produksi untuk penumpang dalam negeri. Selain itu, penyesuaian harga BBM jenis Pertamax pada April lalu turut mendorong peningkatan meski tak tertangkap dalam laporan inflasi kali ini.
"Pertamax naik mulai 1 April 2022, sehingga memang tidak tertangkap dalam laporan Mei kali ini," pungkas Margo. (OL-6)
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Februari 2026 secara tahunan (yoy) tercatat sebesar 4,76%, berbanding terbalik dengan kondisi Februari 2025 yang mengalami deflasi 0,09%.
BADAN Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia pada Januari 2026 mencapai 22,16 miliar dolar AS atau tumbuh 3,39 persen dibandingkan Januari 2025
BPS beberkan data perdagangan RI di jalur Selat Hormuz di tengah konflik Iran-Israel. Intip nilai ekspor-impor miliaran dolar yang terancam jika jalur ini lumpuh.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor mencapai US$22,16 miliar. Angka itu meningkat 3,39% secara tahunan.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 mencatat surplus sebesar 0,95 miliar dolar AS.
Mendagri Tito Karnavian memaparkan skema bansos korban bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar, termasuk bantuan Rp8 juta untuk rumah rusak berat serta Dana Tunggu Hunian Rp1,8 juta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved