Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi secara bulanan sebesar 0,40%, mengerek inflasi tahunan menjadi 3,55% pada Mei 2022. Angka itu menjadi yang tertinggi sejak Desember 2017, yakni di level 3,61%.
"Inflasi 3,55% ini kalau ditarik ke belakang, merupakan inflasi tertinggi sejak Desember 2017, di mana saat itu inflasi sebesar 3,61%," ujar Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers, Kamis (2/6).
Baca juga: Link Net Bukukan Laba Bersih Rp128 Miliar pada Kuartal I 2022
Kenaikan inflasi Mei 2022, lanjut dia, terjadi di 87 dari 90 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) yang dipantau BPS. Akibatnya, IHK turut naik menjadi 110,42 dari posisi April 2022 yang hanya 109,98.
Secara bulanan, komoditas yang dominan mengerek tingkat inflasi ialah tarif angkutan udara, telur ayam ras, ikan segar, dan bawang merah. Margo mengatakan, inflasi yang terjadi di tarif angkutan udara lebih disebabkan oleh momen lebaran.
"Kenaikan tarif angkutan udara itu dikarenakan tingginya permintaan menjelang hari raya dan arus balik penumpang," tuturnya.
Adapun andil inflasi tarif angkutan udara pada kelompok pengeluaran transportasi mencapai 0,07%. Komoditas itu menjadi dominan di kelompok yang inflasinya tercatat 0,65% dan berkontribusi pada inflasi Mei 2022 sebesar 0,08%.
Sedangkan inflasi telur ayam ras, lanjut Margo, terjadi akibat kenaikan harga pakan ayam dan tingginya permintaan masyarakat. Telur ayam ras tercatat memberi andil 0,05% terhadap inflasi kelompok makanan, minuman, dan tembakau.
Adapun kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau tercatat megalami inflasi 0,78% dan memberi andil pada inflasi Mei 2022 sebesar 0,20%. Selain telur ayam ras, ikan segar dan bawang merah turut mengerek inflasi kelompok pengeluaran ini diakibatkan faktor cuaca buruk.
Sedangkan berdasarkan komponennya, tingkat inflasi harga bergejolak (volatile price) menjadi pendorong utama laju inflasi Mei 2022. Komponen ini tercatat mengalami inflasi 0,94% dan memberi andil pada tingkat inflasi sebesar 0,16%.
"Kalau dilihat sebab utamanya adalah berasal dari telur ayam ras, bawang merah, dan daging sapi," kata Margo.
Kedua terbesar yang memberi andil pada tingkat inflasi Mei 2022 adalah komponen inti dengan inflasi 0,23% dan memberi andil 0,15%. Komoditas yang dominan mengerek inflasi komponen ini ialah ikan segar, nasi dengan laik, dan roti manis.
Sedangkan komponen harga diatur pemerintah (administered price) tercatat mengalami inflasi 0,48% dan memberi andil pada inflasi Mei sebesar 0,09%. Komoditas utama yang mendorong inflasi pada komponen ini ialah tarif angkutan udara.
Komponen tersebut, imbuh Margo, memiliki tren peningkatan. Sebab, pemerintah mengizinkan maskapai penerbangan melakukan penyesuaian biaya produksi untuk penumpang dalam negeri. Selain itu, penyesuaian harga BBM jenis Pertamax pada April lalu turut mendorong peningkatan meski tak tertangkap dalam laporan inflasi kali ini.
"Pertamax naik mulai 1 April 2022, sehingga memang tidak tertangkap dalam laporan Mei kali ini," pungkas Margo. (OL-6)
Capaian tersebut menunjukkan tren pemulihan pascapandemi yang berkelanjutan. Meski demikian, tingkat kemiskinan Jakarta saat ini masih belum sepenuhnya kembali ke posisi sebelum pandemi.
PERTUMBUHAN ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 tercatat sebesar 5,39 persen secara tahunan (year on year/YoY).
BADAN Pusat Statistik (BPS) menyampaikan bahwa penduduk bekerja pada November 2025 tercatat sebesar 147,91 juta orang.
Badan Pusat Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja perekonomian nasional yang solid di sepanjang 2025 dengan pertumbuhan sebesar 5,11% secara tahunan
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 mencapai 5,39%.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total nilai impor Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai US$241,86 miliar, atau meningkat 2,83% dibandingkan tahun sebelumnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved