Kamis 19 Mei 2022, 13:55 WIB

Wapres: Warga Lokal Jangan Hanya Menonton Proses Industrialisasi

Emir Chairullah | Ekonomi
Wapres: Warga Lokal Jangan Hanya Menonton Proses Industrialisasi

ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas
Wakil Presiden Ma'ruf Amin

 

WAKIL Presiden Ma’ruf Amin menginginkan masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton dalam proses industrialisasi di wilayahnya. Oleh karena itu, pemerintah bakal menyiapkan balai latihan kerja (BLK) untuk menyiapkan tenaga kerja yang kapabel.

“Masyarakat lokal jangan cuma jadi penonton namun juga harus bisa bekerja dan berpartisipasi mendukung industri di daerah. Saya meminta Menteri Tenaga Kerja menyiapkan tenaga kerja yang kapabel,” kata Ma’ruf usai peletakan batu pertama Kawasan Industri Nusantara Sejati di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, hari ini.

Ma’ruf menambahkan, pihaknya meminta agar kepala daerah juga ikut berkolaborasi dalam menyiapkan tenaga kerja lokal dalam proses industrialisasi tersebut. “Pada akhirnya kesejahteraan masyarakat bisa tercipta di samping tercipta produk berdaya saing global,” jelasnya.

Ma’ruf juga berpesan agar proses industrialisasi di daerah juga dilakukan dengan tetap menjaga kelestarian, keberlanjutan, dan tidak merusak lingkungan. Proses eksplorasi sumber daya alam pun dilakukan secara terukur dan tidak menghabiskan untuk menghabiskan untuk saat ini saja. “Tapi juga memperhatikan generasi yang akan datang,” ujarnya.

Baca juga: Penyaluran Kredit Baru di April Melambat, Kembali Meningkat di Mei

Ma’ruf mengakui bahwa proses hilirasi SDA di dalam negeri belum terjadi maksimal. Pasalnya, fasilitas infrastruktur untuk kegiatan hilirasi tersebut tersedia dengan optimal. “Karena itu kita terus optimalkan lagi. Jadi bukan hanya faktor kemudahan perizinan saja,” tegasnya.

Lebih jauh, Wapres menuturkan bahwa kebijakan hilirisasi sektor pertambangan saat ini menjadi fokus Pemerintah yang bertujuan untuk mengintegrasikan sektor pertambangan dari hulu ke hilir.

"Harapannya sektor ini memberikan nilai tambah yang maksimal dan kemanfaatan yang lebih besar bagi kemakmuran rakyat," ujarnya.

Namun sekali lagi, kata Ma’ruf, ekonomi dengan peningkatan nilai tambah saja tidak cukup, tetapi juga memerlukan peningkatan produktivitas melalui inovasi dengan pemanfaatan IPTEK.

"Indonesia harus memulai tranformasi dari ekonomi ekstraktif menuju ekonomi inklusif yang mengedepankan partisipasi, inovasi, dan ekologi," terangnya.(OL-4)

Baca Juga

Ist

Bank DBS Luncurkan Layanan Perbankan Digital Intuitif dan Pintar

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 01 Juli 2022, 23:42 WIB
This is DBS digibanking, layanan perbankan digital yang intuitif dan pintar bagi nasabah ritel, korporasi maupun Usaha Kecil dan Menengah...
DOK Sinar Mas Land.

Sinar Mas Land Raih Lamudi Awards di Lima Kategori

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 01 Juli 2022, 23:23 WIB
Penghargaan yang diraih itu sebagai Best Developer ialah PT Bumi Serpong Damai Tbk (PT...
Antara

Audit Perusahaan Sawit, BPKP Libatkan Kejagung hingga Polri

👤Insi Nantika Jelita 🕔Jumat 01 Juli 2022, 23:15 WIB
BADAN Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menyusun gambaran umum audit sektor sawit di Indonesia dengan menggandeng Kejaksaan Agung...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya