Selasa 17 Mei 2022, 23:25 WIB

IIGCE 2022 Akan Dorong Pemanfaatan Panas Bumi Sebagai Alternatif Energi Terbarukan

Mediaindonesia.com | Ekonomi
IIGCE 2022 Akan Dorong Pemanfaatan Panas Bumi Sebagai Alternatif Energi Terbarukan

Dok. API
Kkonferesni pers penyelenggaraan IIGCE 2022

 

DAMPAK emanasan global semakin meningkat, kenaikan suhu sudah dirasakan di berbagai belahan dunia, seperti yang belakangan ini suhu di Jakarta mencapai 36 derajat. Hal ini menunjukkan bahwa energi ramah lingkungan sudah sangat penting untuk dikembangkan menggantikan energi fosil.

Salah satu energi terbarukan yang bisa dimanfaatkan di Indonesia ialah panas bumi, baik sebagai base load sustainable yang bisa berproduksi sampai lebih 100 tahun. Transisi energi harus terus berjalan meskipun masih banyak tantangan yang harus dihadapi di masa mendatang.

Untuk mendukung pengembangan panas bumi sebagai energi terbarukan, Asosiasi Panasbumi Indonesia (API) yang didukung oleh Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan & Konservasi Energi (EBTKE), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (ESDM) akan menyelenggarakan The 8th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2022 14-16 September 2022 mendatang di Jakarta Convention Center. 

Acara itu terdiri dari convention serta program pendukung lainnya yaitu technical paper, dan field trip, dengan mengangkat tema “Geothermal: The Sustainable Energy for Green Recovery, Energy Transisition, and Security”.

Ketua Umum API, Prijandaru Effendi mengatakan, transisi energi hijau, teruatama pemanfaatan panas bumi memiliki potensi yang sangat besar. 

"Panas bumi merupakan sumber energi yang dapat diandalkan dalam memenuhi kebutuhan energi ramah lingkungan saat ini dan di masa depan sebagai energi yang handal dalam mensuplai kebutuhan beban dasar ketenagalistrikan. Sehingga dapat dikatakan bahwa panas bumi merupakan sumber energi yang unggul," kata dia, Selasa (17/5).

Prijandaru menjelaskan, kegiatan IIGCE yang berkolaborasi dengan On Us Asia sebagai penyelenggara ini akan terus berlanjut tahun demi tahun, tantangan demi tantangan, kesempatan demi kesempatan untuk terus berpacu. Bentuk komitmen ini harus dijalankan dengan melibatkan berbagai pihak baik dari segi pemerintah maupun diluar pemerintah harus bersama-sama berkomitmen mengambil langkah-langkah strategis, terukur, dan berkelanjutan untuk mencapainya.

The 8th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2022 adalah rangkaian kesuksesan dari acara-acara sebelumnya yang telah diselenggarakan sejak 2013 yang juga sebagai side events dalam memperkuat komitmen Indonesia di dalam Konferensi Tingkat Tinggi G20 yang salah satu fokus utamanya adalah transisi energi untuk menjamin akses atas kebutuhan energi, teknologi yang menunjang pengembangan energi bersih serta dukungan dana yang berkelanjutan. 

Baca juga : Amerika Serikat Desak India Batalkan Larangan Ekspor Gandum

Acara forum geothermal tersebut akan selalu menjadi forum dan momen besar dalam mempertemukan lembaga pemerintah, pembuat kebijakan, pemangku kepentingan, investor, perusahaan jasa, akademisi, dan pakar industri panas bumi untuk berkumpul bersama, berbagi perkembangan terbaru mengenai industri panas bumi.

Ketua Pelaksana The 8th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2022, Riza Pasikki menjelaskan, tema “Geothermal: The Sustainable Energy for Green Recovery, Energy Transisition, and Security” memiliki relevansi dengan isu global dan kebijakan pemerintah saat ini untuk mewujudkan energi hijau yang berkelanjutan. 

"Forum The 8th IIGCE 2022 sangat penting, karena dalam salah satu program yaitu, convention akan membahas dan saling berbagi pengalaman dalam hal-hal yang berkaitan dengan kerangka kebijakan yang attractive terhadap isu global dan komitmen investasi dari pengembang yang membutuhkan dukungan badan-badan pendanaan. Acara tersebut juga akan disertai dengan kesempatan berkunjung ke lapangan pembangkitan panas bumi Sokoria, Ende, serta technical paper dan exhibition," ujarnya.

Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM Dadan Kusdiana menegaskan, pemerintah senantiasa memberikan dukungan bagi pengembangan panas bumi dalam mencapai agenda pembangunan ekonomi berkelanjutan dan kemandirian energi nasional.

'Sehingga dalam menjalankan hal ini diperlukan melibatkan berbagai pihak baik dari segi pemerintah maupun di luar pemerintah harus bersama-sama berkomitmen mengambil langkah-langkah strategis, terukur, dan berkelanjutan untuk mencapainya," tegasnya.

Kementerian ESDM melalui Direktorat Jenderal EBTKE terus menjalin komunikasi dengan para pemangku kepentingan, kementerian lembaga terkait, pemerintah daerah, terutama dengan API yang selama ini telah menjadi partner penting dalam pengembangan energi panas bumi.

The 8th IIGCE 2022 akan meliputi program Convention, Exhibition, Technical Paper, dan Field Trip. Program Technical Paper menjadi kesempatan yang paling ditunggu oleh para akademisi dan juga profesional untuk mempresentasikan isu-isu maupun perkembangan up to date terkait industri panas bumi berdasarkan topik-topik yang mereka pilih. 

Selain itu, kegiatan Field Trip ke wilayah Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), Sokoria, Ende yang dioperasikan oleh PT Sorik Marapi Geothermal Power akan menjadi suatu perjalanan eksplorasi yang lengkap dalam mengetahui dan memahami panas bumi secara detail. (RO/OL-7)

Baca Juga

Antara

Mendag Klaim Harga Minyak Goreng Curah Sudah Rp14 Ribu per Liter

👤M. Ilham Ramadhan Avisena/Andhika prasetyo 🕔Senin 04 Juli 2022, 23:39 WIB
Kendati demikian, pemerintah tetap menyalurkan minyak goreng curah murah kepada masyarakat di sejumlah wilayah...
Dok. Pribadi

Program Juragan Lele Sandiaga Uno Berhasil Dorong Warga Buka Usaha

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 04 Juli 2022, 23:08 WIB
“Lewat program Juragan Lele Budidaya ikan dalam ember (Budikdamber), salah satu warga Pesanggrahan berhasil menciptakan peluang...
AFP/Rami al Sayed.

Kapal Tanker Minyak Iran Ketiga Tiba di Suriah

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 04 Juli 2022, 22:35 WIB
Perjanjian tersebut telah terbukti penting bagi kedua negara. Maklum, ekonomi mereka berjuang di bawah sanksi Barat yang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya