Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
LAYANAN pengiriman menjadi salah satu pertimbangan dalam berbelanja daring. Dalam survei terbaru perusahaan riset pasar, Ipsos, tercatat layanan pengiriman menjadi salah satu hal penting bagi konsumen dalam memilih platform perdagangan elektronik (e-commerce) yang digunakan.
Survei yang diadakan pada Januari 2022 di 15 kota besar dan melibatkan 1.051 responden secara tatap muka itu, menunjukkan, platform Tokopedia dinilai unggul dengan layanan pengiriman terbaik, tercepat, dan terlengkap di antara e-commerce lainnya.
Di sisi lain, mayoritas konsumen juga menilai produk yang ditawarkan atau dijual di e-commerce Tokopedia memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan pesaingnya.
Research Director Brand Health Tracking Ipsos in Indonesia Lioni Halim mengatakan, sama halnya dengan kualitas produk, layanan pengiriman juga mempengaruhi keputusan konsumen dalam memilih e-commerce. Layanan pengiriman mencakup durasi pengiriman, variasi atau pilihan jasa pengiriman atau kurir, serta fitur pelacak atau tracking pengiriman.
"Ketiga hal tersebut sangatlah berkaitan satu sama lain dan penting bagi pengalaman berbelanja serta kepuasan konsumen," katanya dalam rilis hasil survei, Senin (18/4).
Secara rinci hasil survei Ipsos menunjukkan mayoritas responden (52%) mengakui Tokopedia sebagai e-commerce dengan layanan pengiriman tercepat. Shopee berada di urutan kedua (45%), lalu Lazada 43%, OLX 40%, dan Bukalapak diurutan kelima sebesar 30%.
Baca juga : Lakukan Koordinasi, Bea Cukai Siap Tindak Tegas Setiap Pelangaran di Bidang Cukai
Dari sisi variasi layanan pengiriman, Tokopedia unggul dibandingkan e-commerce lainnya. Sebanyak 33% responden menilai Tokopedia menawarkan pilihan layanan pengiriman lebih banyak. Posisi kedua ditempati oleh Shopee dengan persentase 28%, kemudian disusul Lazada (26%) di urutan ketiga, Blibli (25%) keempat, dan OLX (20%) kelima.
Dari segi fitur pelacakan/tracking, 29% responden menilai Tokopedia memiliki fitur pelacak pengiriman atau orderan yang informatif. Pada urutan kedua, Shopee (18%), Lazada 16%, Bukalapak dan Blibli 11%.
“Layanan pengiriman merupakan hal yang krusial karena sangat berpengaruh terhadap pengalaman belanja dan tingkat kepuasan konsumen. Banyaknya pilihan jasa pengiriman yang disediakan akan memberikan kepuasan tertentu bagi konsumen. Terlebih lagi ketika layanan pengiriman tersebut baik, cepat, dan mudah dilacak. Dari hasil survei ini, dapat disimpulkan layanan pengiriman Tokopedia unggul dibandingkan merek e-commerce lainnya,” ujar Lioni.
Di sisi lain, kualitas produk juga masih menjadi faktor penting dalam kepuasan konsumen. Ketika konsumen kecewa dengan kualitas produk yang ia beli, ia akan berpotensi beralih kepada pilihan toko online lainnya, bahkan mungkin e-commerce pesaing. Oleh karena itu, penting bagi platform e-commerce untuk memerhatikan kualitas produk yang tersedia.
Dari data yang diperoleh, diketahui bahwa mayoritas konsumen (74%) menilai produk-produk yang tersedia atau dijual di Tokopedia memiliki kualitas yang paling baik. Diikuti oleh Shopee dan Lazada yang memiliki persentase yang sama, yaitu 63%, lalu Bukalapak 50%, dan OLX 40%.
Lebih lanjut, pada survei ini juga diketahui media sosial milik Shopee (54%) paling populer di kalangan pengguna e-commerce, popularitas posisi kedua diduduki oleh media sosial Lazada 41%, disusul Tokopedia 40%, Bukalapak 21%, dan Blibli 29%. (RO/OL-7)
Yulina memimpin bisnis yang memiliki lebih dari 500 kantor perwakilan, 3.700 gerai, dan lebih dari 6.000 karyawan di seluruh Nusantara.
Sasaran diskon adalah pekerja BPU sektor transportasi, yakni pekerja yang bekerja mandiri dan tidak menerima gaji atau upah dari pemberi kerja.
Setelah dipastikan tersangka membawa sabu, anggota langsung melakukan penangkapan.
ALDEI (Asosiasi Logistik Digital Economy Indonesia) mendukung Kementrian Komunikasi dan Digital yang menerbitkan Peraturan Menteri Nomor 8 Tahun 2025 mengenai Layanan Pos Komersial.
PEMERINTAH dinilai harus memberikan jalan keluar nyata bagi nasib para kurir. Ini akibat persaingan usaha tidak sehat yang dilakukan sebagian kecil platform e-commerce.
Tujuh tersangka itu berasal dari tiga jaringan berbeda, dan salah satunya merupakan jaringan internasional Malaysia-Indonesia
Selain digitalisasi, IPC TPK mulai merancang konsep Hub & Spoke pada terminal-terminal yang dikelola.
Peningkatan volume ini didorong oleh pembukaan layanan baru, baik reguler maupun adhoc, yang memperkuat konektivitas perdagangan.
Klaim sejumlah pejabat tinggi negara bahwa kondisi pascabanjir di Sumatra, tampaknya belum sepenuhnya sejalan dengan realitas di lapangan.
Langkah ekspansi ini dilakukan untuk merespons peran strategis Jawa Timur yang kian melesat sebagai salah satu pusat perdagangan internasional di Indonesia.
Direktur Utama SPJM, Tubagus Patrick, menegaskan bahwa seluruh lini layanan perusahaan telah disiagakan untuk memastikan kelancaran operasional pelabuhan.
IPC Terminal Peti Kemas (IPC TPK) terus mencatatkan tren positif kinerja operasional menjelang akhir tahun 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved