Selasa 08 Maret 2022, 16:45 WIB

Usai Reses Komisi VI Panggil Mendag terkait Gejolak Harga Sembako

Yose Hendra | Ekonomi
Usai Reses Komisi VI Panggil Mendag terkait Gejolak Harga Sembako

dok.ant
Sejak tahun 2021 hingga kini gejolak harga kebutuhan pokok terus terjadi

 

SEBULAN sebelum memasuki bulan Ramadan harga sembako di sejumlah daerah mulai terpantau naik. Kenaikan harga sembako ini mendapat sorotan dari anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade.

DPR sendiri, yang saat ini sedang reses, tak lama lagi akan kembali aktif. Andre menyebut Komisi VI setelah reses akan segera memanggil Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi untuk membahas masalah kenaikan harga sembako.

"Kami di Komisi VI, setelah masa sidang bulan Maret ini dimulai, akan segera memanggil Pak Mendag ke Komisi VI untuk membahas ini, segera,"
janji Andre, kemarin.

Andre menegaskan pemerintah harus memiliki langkah konkret untuk menyelesaikan masalah kenaikan harga sembako. Politikus Partai Gerindra itu menyebut Komisi VI DPR akan memberikan tenggang waktu atau deadline kepada Mendag.

"Kami akan berikan deadline kepada Mendag secara tegas, apa solusinya Mendag, apa solusinya pemerintah dalam hal ini. Jangan sampai masyarakat jadi korban," ucapnya.

Andre menyebut trend harga sembako naik jelang ramadhan karena banyaknya permintaan. Namun masalahnya, kenaikan ini terjadi bersamaan dengan masalah minyak yang tidak kunjung selesai.

"Kita tahu begini, semua kebutuhan sembako itu, harga kebutuhan pokok itu kan trennya selalu naik menjelang Ramadhan karena permintaannya meningkat. Permasalahannya, meningkatnya bahan pokok ini beriringan dengan minyak goreng yang nggak selesai-selesai masalahnya," kata Andre.

Lebih jauh Andre meminta Mendag serius menangani masalah kenaikan harga minyak goreng. Dia mewanti-wanti jangan sampai masyarakat sulit mendapatkan sembako.

"Kita di DPR meminta Mendag ini betul-betul serius untuk mencari solusi bagaimana urusan minyak goreng ini segera selesai, lalu segera fokus memastikan harga pokok ini tidak meningkat drastis," ucapnya.

"Jangan sampai masyarakat semakin sulit menjelang bulan suci Ramadhan ini," imbuh Andre.

Terlebih, menurut Andre, masyarakat saat ini juga gelisah karena Peraturan Mendag (Permendag) soal harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng belum juga efektif. Ditambah lagi, sebut dia, muncul masalah soal kedelai hingga daging.

"Karena masyarakat sudah sangat gelisah sekarang, bahwa Permendag No: 06/2022, yang harusnya berlaku 1 Februari, itu sampai sekarang belum efektif untuk penyelesaian masalah minyak goreng. Ditambah ada masalah kedelai, cabai, daging dan lain-lain, yang sekarang mulai merangkak naik," kata Ketua DPD Gerindra Sumatra Barat itu. (OL-13)

Baca Juga: Pasar Murah di Sulsel, Sekejap 3.600 Liter Migor Terjual

Baca Juga

DOK/SUPERTEAM COUNSULTANT

Satu Tahun Superteam Consultant, Komitmen Perkuat UMKM Go Digital

👤Bayu Anggoro 🕔Selasa 27 September 2022, 11:30 WIB
Secara umum UMKM dalam perekonomian nasional memiliki peran sebagai pemeran utama dalam kegiatan ekonomi dan penyedia lapangan kerja...
ANTARA FOTO/Gusti Tanat

KKP : Ikan Hias Indonesia Semakin Laku di Dunia

👤┬áInsi Nantika Jelita 🕔Selasa 27 September 2022, 09:38 WIB
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengungkapkan, bisnis ikan hias sangat potensial dan prospektif lantaran permintaan pasar...
MI/Susanto

Gobel: Indonesia Harusnya Bisa Swasembada Aspal Cuma Disia-sia

👤Muhammad Fauzi 🕔Selasa 27 September 2022, 09:35 WIB
WAKIL Ketua DPR RI Bidang Korinbang, Rachmat Gobel, menyatakan Indonesia harus memiliki target khusus untuk berswasembada aspal. Karena SDA...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya