Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBERADAAN brand lokal cukup berperan sebagai penggerak ekonomi nasional. Pemilihan produk lokal berkualitas yang mampu mempengaruhi daya beli konsumen akan membantu mempercepat pemulihan ekonomi bangsa yang terpukul akibat adanya pandemi covid-19.
Di industri fashion, brand lokal juga mulai bermunculan, salah satunya Hody.id, produsen tas. Hody.id menghadirkan sling bag, backpack hingga phone wallet.
"Tas merupakan fashion item yang selalu ada dan dipakai oleh hampir setiap orang tanpa terkecuali. Tas pun modelnya beragam dan bisa disesuaikan dengan selera pemakainya. Selain menambah estetika penampilan, penggunaan tas juga bisa memudahkan ketika membawa barang supaya lebih praktis," ujar Mira Nur Gandaniati selaku owner Hody.id dalam keterangan resminya, Senin (14/2).
Mira mengatakan, saat ini tas yang tengah ngetren dan banyak diburu di pasaran adalah slingbag. Tas yang tergolong simpel itu banyak disukai karena bisa dipakai harian. Slingbag juga banyak dipilih karena bisa dipakai saat jalan-jalan maupun keluar rumah jarak dekat.
Sementara phone wallet, model itu memungkinkan pemakainya meletakkan ponsel dan barang-barang praktis lain seperti kartu identitas, kartu ATM hingga uang.
"Phone wallet ini tidak begitu besar, jadi lebih praktis dibawa-bawa. Bisa untuk wadah ponsel, kartu-kartu dan uang. Kalau di Hody.id phone wallet kami ada inovasi khusus. Bagian ponsel terbuat dari semacam plastik transparan, sehingga memungkinkan mengoperasikan handphone dari luar," jelasnya.
Mira mengatakan Hody.id merupakan produk yang lahir saat pandemi. Di satu sisi, pandemi membawa banyak dampak yang tidak menguntungkan, seperti pengurangan karyawan atau PHK akibat tidak beroperasinya beberapa industri.
Tapi, di sisi lain, kehadiran berbagai brand lokal seperti Hody.id diklaim berhasil menyerap tenaga kerja. Bahkan, karena membludaknya permintaan pasar, Hody.id kemudian bekerjasama dengan pihak garmen dan berhasil menghidupkan kembali garmen yang tutup sementara akibat pandemi.
"Saya sebenarnya tidak menyangka kalau perkembangan Hody.id di masa pandemi justru sangat pesat. Pandemi banyak membuat para pekerja kehilangan pekerjaannya. Ada juga industri garmen yang harus tutup karena menurunnya permintaan pasar," kata Mira.
"Sementara itu Hody.id justru membutuhkan banyak karyawan baru. Akhirnya kami bekerja sama dengan beberapa pihak dan menghidupkan kembali industri garmen yang sempat tutup tersebut, serta menyerap pekerja dari sekitar," ujar Mira. (R-3)
Transformasi teknologi dan ketidakstabilan geopolitik global kini menjadi ancaman nyata bagi tatanan dunia kerja.
Berdasarkan survei terhadap 1.000 responden pada akhir 2025, sebanyak 82% pekerja Indonesia mengaku bahagia di tempat kerja.
Banyak pekerja tetap memaksakan diri menjalani aktivitas normal meski kondisi tubuh dan pikiran mereka sebenarnya sudah berada di bawah tekanan hebat.
PEMERINTAH menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memanfaatkan bonus demografi agar menjadi kekuatan pembangunan, bukan justru berubah menjadi persoalan sosial dan ekonomi
Masalah tersebut sudah termasuk dalam pelanggaran normatif ketenagakerjaan
Generasi Z terbukti menjadi kelompok paling rentan di lingkungan kerja, dengan 91% di antaranya kerap menghadapi tantangan kesehatan mental dan 35% mengalami depresi.
SKK Migas menegaskan komitmennya memperkuat penggunaan barang dan jasa dalam negeri di sektor hulu minyak dan gas bumi.
Pemerintah terus memperkuat kebijakan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) dengan menjadikan pengadaan negara sebagai penggerak utama industri nasional.
Vannoe menghadirkan rangkaian solusi unggulan seperti videotron, kiosk, dan interactive flat panel (IFP) yang menyatukan teknologi, seni, dan kolaborasi.
Gelaran tahunan Government Procurement Forum & Expo (GPFE) atau forum dan pameran pengadaan keperluan pemerintah 2025 sukses diselenggarakan pada 23-25 Juli 2025.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus melaksanakan program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).
"Masyarakat lebih memilih produk dari Tiongkok yang lebih murah, dibandingkan produk lokal. Terlebih kemarin ada info masuknya produk impor dari Tiongkok secara ilegal."
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved