Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Pemerintah Jual Murah Beras Petani

(AD/CS/N-3)
24/5/2016 02:10
Pemerintah Jual Murah Beras Petani
(ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)

KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) melalui Badan Ketahanan Pangan menstabilkan harga dengan menjual beras murah. Harga beras yang diberikan pemerintah ialah Rp7.500 per kg, sedangkan di pasar mencapai Rp10 ribu per kg. Namun, kebutuhan pokok lain, seperti bawang merah, gula pasir, dan telur ayam, masih mahal. Kepala Dinas Koperasi dan Perdagangan, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Asep Saepul Bahri, menjelaskan Kementan melalui Badan Ketahanan Pangan memiliki cara untuk menstabilkan harga, yaitu menjual hasil panen raya yang dilakukan Tokoh Petani Indonesia bersama gabungan kelompok tani (gapoktan). "Selama panen raya, harga gabah selalu anjlok, sedangkan pada musim paceklik, sebaliknya, harga gabah naik. Ini disebabkan adanya permainan para tengkulak," ujar Asep, Senin (23/5).

Agar permainan harga ini bisa dicegah, beras petani langsung dijual lewat Badan Ketahanan Pangan. Di Jawa Barat, ada 72 titik penjualan hasil panen beras dari gapoktan. "Dari 72 titik se-Jawa Barat, 8 titik gapoktan ada di Kabupaten Tasikmalaya. Mereka akan bersama-sama menjual beras dengan harga di bawah pasar," tambahnya. Asep menambahkan, penjualan beras tanpa segmen kaya dan miskin itu akan dilakukan di berbagai wilayah. Dari Karawang, hingga akhir Mei ini, setidaknya 42.500 ton gabah kering panen (GKP) telah diserap Bulog Subdivre Karawang-Bekasi.

Keberhasilan Bulog dalam menyerap gabah petani disebabkan adanya kerja sama kemitraan dengan sejumlah kelompok tani, TNI, dan para penyuluh yang mengontrol harga gabah di lapangan. "Sampai Senin (23/5), serapan gabah di tingkat petani telah mencapai 42.500 ton dari target selama setahun mencapai 135 ribu ton GKP," kata Kepala Bulog Subdivre Karawang-bekasi, Abdul Basit, Senin (23/5).

Menurut dia, penambahan serapan gabah dipastikan akan mengamankan stok beras untuk masyarakat sejahtera (rastra) di tiga wilayah, yakni Kabupaten Karawang, Bekasi, dan Kota Bekasi, hingga 14 bulan ke depan. Jumlahnya mencapai 72 ribu ton gabah kering giling rastra di gudang Bulog. Penyaluran itu akan diberikan kepada 315.804 rumah tangga dari 552 desa.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya