Kamis 06 Januari 2022, 16:22 WIB

Krisis Batu Bara, Menteri BUMN: Sudah Diantisipasi Sejak 2021

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Krisis Batu Bara, Menteri BUMN: Sudah Diantisipasi Sejak 2021

Antara
Batu bara di area pengumpulan Dermaga Batu bara Kertapati milik PT Bukit Asam Tbk di Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (4/1/2022).

 

MENTERI Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengklaim sudah lama mewanti-wanti krisis pasokan batu bara di dalam negeri. Bencana alam menjadi salah satu penyebab pasokan itu terancam terganggu untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Dirinya bahkan mengaku telah mengadakan rapat bersama perusahaan BUMN bidang energi untuk antisipasi hal tersebut.

Baca juga: Tindaklanjuti Instruksi Presiden, Kapolri Luncurkan Aplikasi Monitoring Karantina Presisi

"Saya sendiri sudah memimpin rapat ini pada Januari 2021, ketika ada kekurangan sumber daya alam yang dibutuhkan untuk listrik. Kalau kita lihat ada La Nina, banjir di mana-mana sehingga produksi menurun dan pengiriman terhambat. Siklus itu sebenarnya sudah wajar dan sudah harus kita antisipasi," kata Erick di Jakarta, Kamis (6/1).

Menteri BUMN menyatakan, pihaknya telah mengantisipasi hal tersebut dengan memastikan pasokan batu bara diprioritaskan untuk dalam negeri. Selama sebulan ini pemerintah pun melarang ekspor batu bara.

"Karena itu kalau kita sebagai negara yang punya SDA (sumber daya alam) besar, tapi tidak punya rencana apalagi tidak menjaga untuk tidak jadi krisis, ini tentu kesalahan besar," terangnya.

Erick pun melakukan sidak bersama Menteri ESDM Arifin Tasrif ke kantor pusat PLN pada Selasa (4/1). Hal ini untuk memastikan tidak ada pemadaman listrik akibat kekurangan pasokan batu bara.

"Bapak Presiden Jokowi sudah jelas menekankan pentingnya tanggung jawab terhadap pembangunan ekonomi kita. Karena itu, saya lihat langsung kemarin bersama Menteri ESDM. Pada saat krisis harus ada kegiatan berjalan," tuturnya.

Stok batu bara untuk pembangkit listrik PLN itu diketahui telah bertambah sebesar 7,5 juta ton metrik per Selasa kemarin. Volume pasokan ini akan terus bertambah hingga mencapai minimal 20 hari operasi.

PLN pun harus memastikan tersedianya 20 juta metrik ton (MT) batu bara untuk mengamankan kondisi pembangkit listrik dalam negeri. Namun, perusahaan pelat merah itu baru mengamankan total kontrak 13,9 juta MT batu bara. (Ins/A-3)

Baca Juga

Antara/Indrianto Eko Suwarso

Incar Investor, PLN Siap Listriki 1.000 MW di Kawasan Industri Mongondow

👤Insi Nantika Jelita 🕔Jumat 20 Mei 2022, 08:55 WIB
PT PLN (Persero) siap memenuhi kebutuhan listrik di Kawasan Industri Mongondow (Kimong), Sulawesi Utara, guna menarik investor menanamkan...
Antara

Ekspor Minyak Goreng Dibuka, Presiden: Kita Tetap Awasi secara Ketat

👤Andhika Prasetyo 🕔Kamis 19 Mei 2022, 23:12 WIB
Keputusan tersebut diambil setelah melihat adanya pasokan di dalam negeri yang terus...
Antara/Bayu Pratama S

Larangan Ekspor CPO Dicabut, Kebijakan Perombakan Persawitan Mendesak Direalisasikan

👤Fetry Wuryasti 🕔Kamis 19 Mei 2022, 21:54 WIB
"Kami apresiasi, walau harga tandan buah segar (TBS) sawit para petani SPI di berbagai daerah sudah sempat sangat jatuh, belum lagi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya