Sabtu 25 Desember 2021, 20:20 WIB

Kemenhub Tegaskan Pelaku Perjalanan Harus Penuhi Persyaratan 

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Kemenhub Tegaskan Pelaku Perjalanan Harus Penuhi Persyaratan 

Antara/Umarul Faruq
Penumpang pesawat menunjukkan syarat perjalanan ke petugas

 

DIREKTUR Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengatakan, setiap pelaku perjalanan wajib telah divaksin lengkap dan sudah diperiksa dengan hasil negatif rapid test antigen yang berlaku maksimal 1x24 jam, serta menggunakan aplikasi Peduli Lindungi selama bepergian. 

Hal itu sesuai dengan syarat perjalanan yang tertuang dalam Surat Edaran Nomor 109 Tahun 2021. 

"Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, saat ini Kemenhub fokus untuk melakukan pengawasan persyaratan perjalanan bagi masyarakat yang hendak bepergian. Adapun pos pelayanan yang tersedia bukan sebagai check point namun apabila saat random sampling terdapat masyarakat yang belum memiliki persyaratan lengkap maka akan diberikan layanan kesehatan oleh petugas terkait," ujarnya dikutip dari siaran pers, Sabtu (25/12). 

Hal itu disampaikan saat ia meninjau arus lalu lintas Gerbang Tol Cikatama dan Pos Pelayanan Tanjung Pura, Jawa Barat bersama Direktur Lalu Lintas Jalan Cucu Mulyana pada Jumat (24/12). Peninjauan itu untuk memastikan pelaksanaan penanganan pelaku perjalanan menjelang periode Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru) berjalan dengan baik. 

Budi menambahkan, Kementerian Perhubungan, Kepolisian, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, maupun pihak terkait telah melakukan kesepakatan, pos-pos yang didirkan di simpul-simpul transportasi seperti Terminal, Pelabuhan, dan lain sebagainya dapat memberikan layanan kepada masyarakat. 

Baca juga : Rajawali Nusindo Resmikan Laboratorium Terpadu Di RSUD Raden Mattaher Jambi

"Pada kesempatan ini Ditjen Hubdar juga mendirikan pos pelayanan di UPPKB Balonggandu. Oleh karena itu, kami (Kemenhub) mengimbau seluruh masyarakat yang akan bepergian wajib melengkapi syarat perjalanan dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat," tutur Budi. 

Mengutip data dari Jasa Marga yang didapat sebelumnya saat melakukan peninjauan di Gerbang Tol Cikampek Utama, puncak arus keluar Jabodetabek telah terjadi pada tanggal 17 Desember 2021 sebesar 181.865 kendaraan keluar Jabodetabek di 4 GT Utama (Cikupa, Ciawi, Cikampek Utama, dan Kalihurip Utama). Secara total, jumlah kendaraan keluar Jakarta pada periode 17-23 Desember 2021 meningkat sebesar 8,9% (1.106.018 kendaraan) atau naik 4,1% dari periode yang sama tahun sebelumnya. 

Sementara itu, untuk puncak arus masuk wilayah Jabodetabek terjadi pada tanggal 19 Desember 2021 sebesar 190.868 kendaraan di 4 GT Utama. Untuk arus masuk Jabodetabek ini pada periode 17-23 Desember 2021 naik 7,7% (1.081.107 kendaraan). 

Apabila dibanding periode yang sama tahun lalu maka kenaikan yang terjadi sebesar 12,7%. Untuk periode 17-23 Desember 2021 selisih kendaraan yang belum kembali ke Jabodetabek ada sebanyak 24.911 kendaraan. (OL-7)

Baca Juga

DOK/PT POS INDONESIA

Pos Indonesia Teken Kerja Sama dengan PT Inka Multi Solusi Service

👤Bayu Anggoro 🕔Minggu 07 Agustus 2022, 22:30 WIB
Ruang lingkup kerja sama berupa kemitraan strategis terkait jasa kiriman logistik serta pemanfaatan...
PT. Neo Kosmetika Industri

Intip Peluang Perusahaan Maklon Hingga Jadi Sasaran Pebisnis Kosmetik

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 07 Agustus 2022, 22:11 WIB
Produk lokal mulai berlomba-lomba mengeluarkan produk yang ciamik namun dengan harga yang...
Dok. DPR RI

Banggar : Pertumbuhan Kuartal II-2022 Modal Penting Hadapi Tekanan Ekonomi Global

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 07 Agustus 2022, 18:54 WIB
Naiknya berbagai harga komoditas, lanjut Said, mendorong pertumbuhan sektor pertambangan yang tumbuh 4 persen...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya