Kamis 16 Desember 2021, 10:30 WIB

Inflasi Melaju Menuju Liburan Natal dan Tahun Baru 2022

Fetry Wuryasti | Ekonomi
Inflasi Melaju Menuju Liburan Natal dan Tahun Baru 2022

dok.ant
Ilustrasi: menjelang libur natal dan tahun baru di pusat perbelanjaan di Jakarta

 

MOBILITAS orang semakin meningkat mengikuti berakhirnya gelombang varian Delta. Pemerintah Indonesia melonggarkan pembatasan sosial karena jumlah kasus baru Covid-19 tetap stabil.

Rata-rata per tujuh hari kasus baru pada pertengahan Desember hanya sekitar 200 kasus per hari, mendekati angka kasus baru saat pertama kali kemunculan Covid-19 pada Maret 2020.

"Membaiknya kondisi Covid-19 di Indonesia, setidaknya hingga saat ini, telah meningkatkan permintaan dalam perekonomian yang tercermin dalam tingkat inflasi," kata Teuku Riefky, Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI, Kamis (16/12).

Inflasi tahunan November mencapai 1,75% (yoy), tercatat sebagai inflasi tertinggi sejak Juli 2020. Tingkat inflasi meningkat dari angka Oktober 2021 dengan inflasi bulanan tertinggi sepanjang tahun 2021 sebesar 0,37% (mtm).

Pemulihan kepercayaan masyarakat dalam melaksanakan aktivitas ekonomi mendorong daya beli masyarakat secara keseluruhan yang tercermin dari kenaikan inflasi inti sebesar 1,44% (y.oy) dan 0,17% (mtm).

Inflasi tahunan seluruh kelompok pengeluaran meningkat dibandingkan November 2020. Harga komponen bahan makanan dan pangan bergejolak meningkat masing-masing sebesar 3,07% (yoy) dan 3,05% (yoy).

Selain membaiknya permintaan, kenaikan harga pangan antara lain disebabkan oleh ekspektasi tingginya kemungkinan gagal panen dan terganggunya jalur distribusi pangan akibat faktor cuaca.

Harga pangan diperkirakan akan naik sebagai akibat dari meningkatnya curah hujan dan berlangsungnya La Nina dari akhir tahun ini hingga awal tahun depan.

Kondisi ini juga berisiko menimbulkan bencana alam, seperti banjir besar yang melanda Indonesia pada awal tahun 2020.

Lebih lanjut, tingkat harga pada kelompok barang yang harganya diatur oleh pemerintah juga meningkat tajam di November 2021 mencapai 1,69% (yoy) yang merupakan angka tertinggi dalam dua tahun terakhir.

"Kenaikan didorong oleh lonjakan harga tiket pesawat seiring dengan mulai pulihnya aktivitas perjalanan masyarakat," kata Riefky.

Berdasarkan sektor kelompok barang, berkurangnya peraturan pembatasan mobilitas ditambah dengan momentum libur natal dan tahun baru mendorong aktivitas sektor jasa terkait dengan perjalanan, utamanya pariwisata.

Bukan hanya meningkatkan harga kelompok barang transportasi, tingkat harga pada kelompok rekreasi, olahraga, dan kebudayaan juga jauh meningkat di November 2021 dengan angka tertinggi sepanjang pandemi.

Lonjakan permintaan pada harga penyedia makanan minuman atau restoran juga meningkatkan inflasi November secara keseluruhan.

"Inflasi diestimasi dapat terus meningkat di penghujung tahun bersamaan dengan berangsur-angsur membaiknya aktivitas ekonomi," kata Riefky. (OL-13)

Baca Juga: The Fed Beri Potensi Suku Bunga Naik 3 kali Pada 2022

Baca Juga

dok.ist

Kementan dan DPR Tingkatkan Kapasitas SDM Pertanian Melawi

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 26 Mei 2022, 23:40 WIB
KEMENTAN RI melalui Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru berkolaborasi dengan Komisi IV DPR RI terus berupaya...
Antara/Boyek Lela Martha

Kemendagri: Produk dalam Negeri Harus Jadi Tuan di Rumah Sendiri

👤Yakub Pryatama WIjayaatmaja 🕔Kamis 26 Mei 2022, 23:17 WIB
UMKM harus jadi perhatian  karena sektor ini paling luas serapan lapangan kerjanya,"...
Antara/HO BNBR

Realisasikan Investasi RI-Inggris, Bahlil bakal Bentuk Tim Khusus

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 26 Mei 2022, 22:25 WIB
“Saya pikir kita perlu membuat tim khusus untuk merealisasikan kerja sama ini yang akan kita teken saat Konferensi Tingkat Tinggi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya