Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua DPR RI Rachmat Gobel meminta Syarikat Islam (SI) untuk fokus melakukan dakwah ekonomi. Menurutnya, itu pilihan strategis yang tepat. Ekonominya pun ekonomi halal.
Hal itu ia sampaikan saat memberikan pidato pengarahan di hari kedua Kongres Nasional ke-41 Syarikat Islam. Syarikat Islam didirikan oleh Haji Samanhudi di Laweyan, Solo, dengan nama asal Syarekat Dagang Islam (SDI), yang kemudian berubah menjadi SI. SDI berdiri pada 16 Oktober 1905.
Pergerakan itu awalnya sebagai organisasi yang bergerak di bidang sosial dan ekonomi, namun di masa HOS Tjokroaminoto kemudian juga merambah di bidang politik. Kongres di Solo kali ini mengambil tema Penguatan Dakwah Ekonomi Menghadapi Era Masyarakat 5.0. Saat ini, SI dipimpin oleh Hamdan Zoelva, mantan ketua Mahkamah Konstitusi, sebagai ketua umum Lajnah Tanfidziyah, dan Achmad Farial, sebagai ketua Dewan Pusat.
Pada kongres di Solo ini SI ingin kembali ke pergerakan ekonomi. Dalam kongres ini juga ada yang menarik karena para peserta mengenakan baju beskap Jawa dan kain jarik batik serta peci hitam sebagaimana yang selalu dikenakan Tjokroaminoto. Kongres ini dibuka Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dengan membacakan pidato Presiden Joko widodo. Wakil Presiden Ma’ruf Amin juga memberikan pidato pembukaan secara virtual.
Gobel mengatakan dirinya baru kembali dari Turki pada pekan lalu untuk mengikuti World Halal Summit.
“Potensi ekonomi halal dunia mencapai 7 triliun dollar AS. Ini potensi yang besar. Dan Indonesia tidak boleh menjadi konsumen tapi harus menjadi produsen. Saya berharap SI menjadi aktor penting dalam ekonomi halal ini,” katanya.
Ia berharap dalam kongres ini SI membuat rumusan yang konkret dan terukur dalam program aksi di bidang ekonomi. “Di sini bukan bicara administrasi halal, tapi bicara tentang bisnis ekonomi halal,” katanya.
Menurutnya, SI bisa memilih bidang pangan dan herbal yang menjadi kekuatan Indonesia. Pangan ini mulai dari pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, dan juga industri pangan serta pengolahannya.
Baca juga : Ingin UMKM Naik Kelas, Pemerintah Dorong Masuk ke Rantai Pasok Industri Besar
“Mereka adalah umat Islam dan berada di desa-desa serta di skala UMKM,” katanya.
Indonesia, katanya, dianugerahi tanah yang subur dan laut yang luas. Selain itu, katanya, Indonesia juga dianugerahi keragaman rempah-rempah serta berbagai jenis tanaman herbal. “Dulu Belanda datang untuk mencari rempah-rempah. Bukan mencari tambang. Jadi kita harus kembali pada kekuatan sejati kita,” katanya.
Menurutnya, pangsa pasar herbal di dunia mencapai Rp900 triliun. Indonesia baru bisa berkontribusi Rp9 triliun. “Baru satu persennya. Jadi masih terbuka luas,” katanya.
Ia berharap SI bisa menjadi pioner gerakan ekonomi di Tanah Air di awal abad ke-21 ini. “Pada awal abad ke-20, SI adalah pioner pergerakan kebangsaan. Maka sekarang pun SI harus menjadi pioner lagi,” katanya.
Melalui ekonomi, lanjutnya, Indonesia akan bangkit menjadi kekuatan ekonomi dunia. “Pada diri saya ini mengalir darah SI. Ayah saya, Thayeb Mohammad Gobel, pernah menjadi ketua SI. Karena itu saya ingin SI bangkit untuk menjadi pelopor bagi kemajuan Indonesia,” katanya.
Agar gerakannya menjadi efektif dan kuat, kata Gobel, maka SI harus membentuk koperasi. “Seperti lidi, jika satu mudah dipatahkan. Tapi jika disatukan dalam satu ikatan maka lidi itu menjadi kuat,” katanya.
Dalam konsep ajaran Islam, ujar Gobel, tak hanya mengenal halal tapi juga thoyib. “Jadi bukan hanya substansinya saja tapi juga pada proses dan tata caranya. Di sini ada konsep tentang kelestarian lingkungan dan metode. Semua ini ajaran yang ramah lingkungan dan bervisi ke depan,” katanya.
"Dengan semangat kembali ke Laweyan mari kita majukan ekonomi Indonesia melalui politik kemakmuran, politik pembangunan," pungkas Gobel. (RO/OL-7)
Penyatuan dua figur dengan latar belakang yang saling mengisi dan menguatkan: investasi global dan ekonomi kerakyatan sejatinya adalah sebuah langkah cerdas
Danantara Indonesia menyampaikan bahwa penguatan Kawasan Thakher berjalan sebagai fondasi awal pengembangan Kompleks Haji.
Dahnil memerinci aset yang kini dimiliki Indonesia di Tanah Suci. Aset tersebut meliputi bangunan yang sudah beroperasi sebagai hotel serta lahan strategis yang siap dikembangkan.
Total aset keuangan syariah diperkirakan naik dari Rp3.158 triliun pada 2025 menjadi sekitar Rp3.508 triliun pada 2026.
Halalicious Food Festival 2025 hadir di JIEXPO sebagai bagian dari ISEF 2025, menghadirkan lebih dari 40 tenant kuliner halal UMKM bersertifikat.
Pemerintah mendorong beberapa strategi agar ekosistem keuangan syariah dan industri halal terus berkembang antara lain memperluas KUR syariah dan optimalisasi bullion bank atau bank emas.
Menlu RI Sugiono menegaskan komitmen Indonesia-Turki memperkuat kerja sama industri, produk halal, dan pertanian saat bertemu Presiden Erdogan di Istanbul.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mempertegas komitmennya dalam mendukung daya saing pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) sektor perikanan melalui penguatan ekosistem halal.
Tujuan utama dari kesepakatan ini adalah membangun sinergi yang kuat, harmonisasi program, dan kolaborasi yang efektif dalam melaksanakan sosialisasi, edukasi, dan promosi bidang JPH.
Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap produk halal, kehalalan kini tak lagi sekadar syarat, melainkan menjadi simbol kualitas, keamanan, dan tanggung jawab moral.
produk-produk halal memiliki potensi besar untuk memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk Indonesia di kancah global.
Ia menjelaskan, secara global, halal sudah menarik bukan di negara muslim saja, tapi sudah menyasar ke negara non muslim seperti Tiongkok, Jepang, Rusia bahkan negara-negara Eropa
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved