Kamis 02 Desember 2021, 19:01 WIB

KPI Ajak Pengiklan Dukung Program Berkualitas di Televisi

Glory Natha | Ekonomi
KPI Ajak Pengiklan Dukung Program Berkualitas di Televisi

DOK Pribadi.
Dari delapan kategori yang diriset menunjukkan program siaran wisata budaya mendapatkan indeks tertinggi yakni 3,62. 

 

KOMISI Penyiaran Indonesia (KPI) kembali merilis Hasil Riset Indeks Kualitas Program Siaran Televisi periode II tahun 2021. Hasil riset tersebut mengalami tren peningkatan. Salah satu indeks yang paling tinggi yakni program wisata budaya.

Komisioner KPI Pusat Bidang Kelembagaan sekaligus penanggung jawab Riset Indeks Kualitas Program Siaran Televisi di KPI, Yuliandre Darwis, menjelaskan penyelenggaraan riset menjadi tolak ukur bagi kualitas konten siaran di Indonesia. "Sejak 2020, hasil riset ini mengalami tren kenaikan. Hal ini dapat diartikan riset KPI ini telah menjadi rujukan lembaga penyiaran dalam melakukan perbaikan atas kualitas siarannya," ujar Yuliandre dalam paparannya di Bekasi pada Kamis (2/12).

Dalam riset kali ini ada delapan program siaran televisi yang dinilai terdiri atas program berita, anak, talkshow, religi, wisata budaya, sinetron, variety show, dan infotainment. Dari delapan kategori yang diriset menunjukkan program siaran wisata budaya mendapatkan indeks tertinggi yakni 3,62. 

Namun, masih ada tiga program siaran yang berada di bawah standar berkualitas, yakni variety show 2,92, infotainment 2,62, dan sinetron 2,59. KPI berharap hasil riset ini bisa berdampak besar terhadap ekosistem penyiaran, baik di lembaga penyiaran, masyarakat, maupun pengiklan. "KPI berharap para perusahaan yang beriklan dapat ikut berkontribusi dalam penempatan iklan di program-program yang terbukti memiliki kualitas baik," ujar Yuliandre.

Ia mengungkapkan, jelang digitalisasi 2022 yaitu peralihan dari TV analog ke TV digital, dukungan pengiklan pada program-program siaran yang berkualitas berdasarkan hasil riset KPI akan membantu eksistensi acara tersebut di layar kaca masyarakat. "Memasuki era digital saat ini, hal yang paling utama ialah the king is content. Dengan peralihan dari analog ke digital, sudah dipastikan ke depan semakin beragam konten televisi di Indonesia," pungkas Yuliandre. (OL-14)

Baca Juga

ANTARA/MUHAMMAD AYUDHA

OJK: Kerugian akibat investasi ilegal 2011-2021 capai Rp117,4 triliun

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 18 Januari 2022, 17:39 WIB
Maraknya investasi ilegal di era teknologi informasi saat ini dapat dilihat dari dua sisi, yakni dari sisi pelaku dan masyarakat yang...
Antara/Yulius Satria Wijaya.

Pemerintah Pastikan Tarif Listrik Nonsubsidi Naik Tahun Ini

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 18 Januari 2022, 17:32 WIB
Rencana penaikan tarif listrik akan dikoordinasikan ESDM dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Koordinator Bidang...
MI/INSI NANTIKA JELITA

ESDM Pastikan Pasokan Batu Bara Aman, Tak Ada Kekhawatiran Mati Lampu

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 18 Januari 2022, 17:18 WIB
"Saya bisa katakan dengan sendirinya kekhawatiran kita terhadap mati lampu atau pemadaman bergilir itu tidak perlu lagi khawatir...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya