Rabu 17 November 2021, 17:35 WIB

Pengamat Minta Skema DMO Batu Bara Jangan Diubah

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Pengamat Minta Skema DMO Batu Bara Jangan Diubah

ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi
Petugas PLN mengecek kondisi kelistrikan di Gardu Induk PLTU Jeranjang di Lombok Barat, NTB.

 

PENGAMAT ekonomi energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi meminta skema harga penjualan batu bara domestik atau domestic market obligation (DMO) tidak diubah.

Dia memberikan alasan, pada saat harga batu bara melambung tinggi, pengusaha akan menjual batu bara ke PLN dengan harga batas atas (ceiling price) sebesar US$70 per metric ton. Sebaliknya, pada saat harga batu bara terpuruk rendah, PLN harus membeli batubara dengan harga batas bawah (floor price) sesuai harga batu bara acuan (HBA) ditetapkan.

"Jika skema DMO harus dihapuskan, maka PLN membeli batu bara sesuai harga pasar," ucap Fahmy dalam keterangan resmi, Rabu (17/11).

Menurutnya, dengan bauran energi sekitar 57% menggunakan batu bara, dengan pembelian US$153 per metric ton dianggap bisa menaikkan harga pokok penyediaan (HPP) listrik hingga 2 kali lipat, dengan harga DMO sebesar US$70 per metric ton.

Kalau PLN dipaksa tidak menaikkan tarif listrik, PLN akan menjual setrum kepada masyarakat di bawah harga keekonomian. Dalam kondisi tersebut, Fahmy menyebut, pemerintah harus memberikan kompensasi dari APBN dalam jumlah besar, bahkan bisa lebih dari 2 kali lipat.

"Namun, jika tarif adjustment (tarif penyesuaian untuk golongan pelanggan nonsubsidi) diberlakukan, tarif listrik dinaikkan sesuai dengan harga keekonomian, maka beban rakyat yang terpuruk akibat pandemi, akan semakin berat. Agar tidak membebani APBN dan memberatkan rakyat sebagai konsumen PLN, skema DMO janganlah dihapuskan," tuturnya.

Fahmy menjabarkan, berdasarkan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 23K/30/MEM/2018, minimal 25% produksi batu bara harus dijual ke PLN. Sedangkan, Kepmen ESDM Nomor 1395 K/30/MEM/2018 tentang Harga Batu Bara Untuk Penyediaan Tenaga Listrik, DMO harga batu bara sektor ketenagalistrikan dipatok maksimal US$70 per metric ton untuk kalori 6.332 GAR. Jika harga pasar di bawah US$70 per metric ton, harga jual batubara ke PLN mengikuti HBA yang ditetapkan Pemerintah

Dia berujar, prinsip dalam penetapan DMO harga batu bara adalah berbagi keuntungan dan kerugian, dengan skema batas atas dan batas bawah.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana untuk mengganti skema harga DMO batu bara saat ini, dari harga batas atas dengan dipatok maksimal US$70 per ton, bakal diusulkan diubah, misalnya ada harga batas bawah guna melindungi produsen. (X-12)

Baca Juga

Ist

Digital Marketing Bantu Pelaku Usaha Tumbuh

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 03 Juli 2022, 15:14 WIB
Wadah ini juga bisa melakukan kerja sama strategis dengan berbagai pihak yang dapat membantu meningkatkan penjualan melalui berbagai macam...
Antara

Risiko Global Meningkat, APBN Diarahkan Jaga Daya Beli Masyarakat

👤 Despian Nurhidayat 🕔Minggu 03 Juli 2022, 15:10 WIB
Pemerintah melalui instrumen APBN, berhasil meredam tingginya tekanan inflasi global, sehingga daya beli masyarakat terjaga dan pemulihan...
Antara

Lewat Diversifikasi Produk Perikanan, KKP Harap AKI Meningkat

👤Despian Nurhidayat 🕔Minggu 03 Juli 2022, 14:39 WIB
KKP memiliki target Angka Konsumsi Ikan (AKI) pada 2024 mencapai 62 kg per kapita per tahun. Pada 2021, AKI nasional tercatat 55,37 kg...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya