Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
BI Fast akan membuat infrastruktur sistem pembayaran ritel nasional menjadi lebih efisien. Pasalnya, dengan BI Fast, pembayaran ritel akan menjadi lebih cepat, mudah, murah, aman, dan andal.
"BI Fast dikembangkan untuk menciptakan sistem pembayaran ritel di level nasabah yang butuh cepat, kapan saja, dan di mana saja. Nanti kita menjanjikan 25 detik langsung masuk uang yang ditransfer dan ini real time. Uangnya bisa berpindah langsung. Hal ini juga bukan hanya berlaku di level nasabah tapi di bank juga," ungkap Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran, Bank Indonesia (BI) Filianingsih Hendarta dalam Taklimat Media BI-Fast secara virtual, Rabu (3/11).
Keberadaan BI Fast pun dikatakan akan membuat tarif transfer antarbank lebih murah, antara lain harga dari BI sebagai penyelenggara ke bank peserta sebesar Rp19 per transaksi dan harga maksimal dari peserta bank ke nasabah Rp2.500 per transaksi. Selain itu, BI menetapkan batas minimal dan maksimal transfer di BI Fast senilai Rp1 hingga Rp250 juta per transaksi. Jika dibandingkan dengan sistem pembayaran Real Time Gross Settlement (RTGS), nilai transfer BI Fast lebih fleksibel. Sebab, besarnya dana transfer pada sistem pembayaran RTGS yakni Rp100 juta hingga Rp250 juta.
"Tahap awal maksimal untuk transfer BI Fast sampai Rp250 juta dan minimal Rp1. Ini akan kami evaluasi secara berkala. Apabila diperlukan kita naikkan (maksimal tranfer)," ujar Filianingsih.
Di tempat yang sama, Kepala Departemen Penyelenggaraan Sistem Pembayaran BI Bambang Kusmiarso menuturkan bahwa pada tahap pertama, bank peserta yang akan menggunakan layanan BI Fast dan akan diresmikan pada minggu kedua Desember 2021 antara lain BTN, DBS Indonesia, Bank Permata, Bank Mandiri, Bank Danamon, CIMB Niaga, BCA, HSBC, UOB, Bank Mega, BNI, BSI, BRI, OCBC NISP, UUS BTN, UUS Permata, UUS CIMB Niaga, UUS Danamon, BCA Syariah, Bank Sinarmas, Citibank, dan Bank Woori. BI juga sudah menetapkan 22 calon peserta BI Fast tahap dua dan dijadwalkan implementasinya pada Januari 2022.
Baca juga: Harga Beras Indonesia Konsisten Lebih Mahal dari Dunia
Ke-22 daftar calon peserta BI Fast tahap kedua di antaranya Bank Sahabat Sampoerna, Bank Harda International, Bank Maspion, Bank KEB Hana Indonesia, Bank Rakyat Indonesia Agroniaga, Bank Ina Perdana, Bank Mandiri Taspen, dan Bank Nationalnobu. Selanjutnya, Bank Jatim UUS, Bank Mestika Dharma, Bank Jatim, Bank Multiarta Sentosa, Bank Ganesha, Bank OCBC NISP UUS, Bank Digital BCA, Bank Sinarmas UUS. Kemudian, Bank Jateng UUS, Standard Chartered Bank, Bank Jateng, BPD Bali, Bank Papua, dan Kustiodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Bambang memastikan, seluruh daftar bank tersebut telah memenuhi kriteria 4C, yakni contribution, capability, collaboration, dan champion in readiness. (OL-14)
Pola belanja rumah tangga di Indonesia sepanjang 2025 menunjukkan pergeseran penting: konsumsi semakin merata antarwilayah.
Lanskap ritel di kawasan perkotaan Indonesia diperkirakan terus bergerak hingga 2026, namun arahnya tak lagi bertumpu pada transaksi jual beli semata.
Pertumbuhan kawasan hunian di wilayah penyangga Jakarta turut mengubah lanskap ritel, khususnya pada segmen elektronik dan perlengkapan rumah tangga.
Hypefast akan menggelar Hystoric Hybrid Race, festival wellness dengan konsep hybrid race unik, di Pos Bloc, Jakarta, 7 Februari 2026.
ONE Global Capital mengumumkan pembagian dividen Natal perdana kepada para investornya, hanya satu tahun sejak mengakuisisi Eastlakes Shopping Centre.
Teknologi digital kian memainkan peran strategis dalam memperkuat daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ritel mikro di Indonesia.
Pentingnya penerapan prinsip pengenalan nasabah yang mendalam.
KEPALA Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae menegaskan kinerja intermediasi perbankan tetap tumbuh positif dengan profil risiko yang terjaga.
Bank Mandiri menilai perpanjangan penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) oleh Kementerian Keuangan dapat memperkuat likuiditas perbankan.
Di tengah persaingan industri perbankan yang semakin kompetitif, program loyalitas menjadi salah satu strategi utama untuk mempertahankan dana pihak ketiga.
Meningkatnya ancaman kejahatan daring seperti phishing, social engineering, dan serangan siber lainnya mendorong perusahaan perbankan untuk terus memperkuat sistem keamanannya.
Inflasi Januari 2026 naik ke 3,55%. Bank Indonesia menahan BI Rate di 4,75% jelang Ramadan dan Idulfitri, seiring tekanan musiman dan nilai tukar rupiah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved