Sabtu 30 Oktober 2021, 16:28 WIB

Wakil Ketua DPR Minta APBN Tidak Dipakai Untuk Proyek Kereta Cepat

Mediaindonesia | Ekonomi
Wakil Ketua DPR Minta APBN Tidak Dipakai Untuk Proyek Kereta Cepat

MI/PANCA SYURKANI
Wakil Ketua DPR Rahmat Gobel

 

WAKIL Ketua DPR RI Rachmat Gobel berpendapat sebaiknya APBN difokuskan untuk pemulihan ekonomi, pembangunan infrastruktur dasar, dan untuk pembangunan Ibukota Negara (IKN) yang baru.

“Soal kereta cepat biar kita serahkan ke investornya. Ini sesuai dengan ide awal yang berprinsip business to business,” katanya, Sabtu (30/10).

Hal itu ia sampaikan menanggapi kebijakan pemerintah yang akhirnya akan menggelontorkan dana APBN untuk menyuntik pembiayaan pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung. Tiongkok memenangkan persaingan dengan Jepang dalam pembangunan kereta cepat sepanjang 142,3 km tersebut. Saat itu Jepang mengajukan proposal dengan nilai 6,2 miliar dollar AS, sedangkan Tiongkok mengajukan 5,5 miliar dollar AS.

Tiongkok juga menang karena tak meminta jaminan pemerintah, tak ada keterlibatan APBN, dan skema business to business. Namun kemudian biayanya membengkak menjadi 6,07 miliar dollar AS, dan kini bengkak lagi menjadi 7,97 miliar dollar AS. Jepang yang sudah teruji dengan kualitas kereta cepat Shinkazen dan melakukan studi kelayakan jalur Jakarta-Bandung sejak 2012 itu pun kalah oleh proposal Tiongkok.

“Kita tidak tahu apakah akan ada kenaikan lagi atau tidak. Yang pasti hingga kini sudah bengkak dua kali. Kondisi ini sudah berkebalikan dengan tiga janji semula serta sudah lebih mahal dari proposal Jepang. Padahal dari segi kualitas pasti Jepang jauh lebih baik,” kata Gobel.

Gobel mengatakan, akibat pandemi Covid19, Indonesia dihadapkan pada keterbatasan anggaran. “Banyak anggaran yang kurang prioritas dipotong karena terkena refocusing. Karena kita fokus untuk menghadapi Covid19, memulihkan perekonomian yang menghantam rakyat kecil, dan juga kita tak boleh mundur untuk membangun IKN. Kita fokus saja pada hal-hal yang menjadi prioritas kita,” katanya.

Baca juga: Kepercayaan Investor Global Terhadap Ekonomi RI Kian Menguat

Agar Indonesia konsisten dengan skema business to business, kata Gobel, maka pembengkakan biaya itu diserahkan ke perusahaan konsorsium Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Konsorsium ini melibatkan sembilan perusahaan.

Dari Indonesia ada empat BUMN, yaitu Wijaya Karya, Jasamarga, Perkebunan Nusantara VIII, dan KAI. Sedangkan dari China adalah China Railway International Company Limited, China Railway Group Limited, Sinohydro Corporation Limited, CRRC Corporation Limited, dan China Railway Signal and Communication Corp. Dari Indonesia membentuk badan usaha PT Pilar Sinergi BUMN dan dari China membentuk China Railway. Lalu keduanya membentuk KCIC.

“Jadi jika terjadi pembengkakan biaya maka diserahkan kepada perusahaan-perusahaan tersebut. Dan jika ada perusahaan yang tak mampu menyetorkan biaya tambahan maka sahamnya terdelusi dengan sendirinya. Ini proses bisnis yang biasa saja. Ini namanya business to business. Jangan memaksakan diri dengan meminta dana dari APBN,” katanya.

Pertanyakan Studi Kelayakan

Merujuk keterangan dari sejumlah pihak terkait, Gobel mempertanyakan keandalan studi kelayakan pihak China. “Pertama, pada pembengkakan pertama katanya karena faktor asuransi. Kedua, pada pembengkakan kedua katanya karena faktor geologi dan geografi. Ketiga, banjir yang menggenangi jalan tol Jakarta-Cikampek terjadi akibat tersumbatnya saluran air karena pembangunan kereta cepat. Semua itu mestinya sudah bisa dihitung di dalam studi kelayakan. Nyatanya kan tidak. Karena itu saya mempertanyakan kualitas studi kelayakan tersebut. Ini persoalan serius,” katanya.

Berdasarkan semua itu, Gobel meminta agar pihak KCIC berlaku transparan dan jujur. “Buka saja sebetulnya bagaimana dengan perhitungan konsultan sehingga kita tahu bagaimana masa depan pembiayaan pembangunan kereta cepat ini. Jangan sampai nanti minta tambahan duit lagi. Seolah bangsa ini diakali pelan-pelan,” katanya.

Selain itu, Gobel juga khawatir dengan biaya operasional KCIC nanti serta pada kualitas keretanya yang berdampak pada pembiayaan juga.

Baca juga: Evakuasi Kereta LRT

Gobel mengatakan, pembangunan kereta cepat ini merupakan perwujudan visi Presiden Jokowi yang harus didukung semua pihak. Namun ia mengingatkan jangan sampai visi Presiden tersebut tidak bisa diwujudkan para pembantu dengan benar dan bertanggung jawab. “Saya senang sekarang Pak Luhut Panjaitan mengambil alih kereta cepat ini. Saya percaya beliau orang yang tegas dan terang,” katanya. (OL-4)

Baca Juga

MI/Palce Amalo

Kadin NTT Indonesia Bahas Peluang Investasi dengan CCI Timor Leste

👤Palce Amalo 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 10:50 WIB
KADIN Nusa Tenggara Timur, RI dan CCI Timor Leste membahas peluang investasi yang bisa direalasisikan yang saling...
dok.pribadi

Jaro Ade Apresiasi Pemerintah, Masyarakat Boleh Mudik

👤mediaidonesia.com 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 10:40 WIB
ADANYA pergerakan pemudik kedesa tentu memberikan stimulan ekonomi dan membantu menghidupkan geliat usaha kecil dan menengah didesa...
dok.Ant

Garuda Mendapat Perpanjangan PKPU Terakhir hingga 20 Juni

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 10:15 WIB
MASKAPAI Garuda Indonesia merespons positif putusan perpanjangan terakhir tahapan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) hingga 20...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya