Rabu 27 Oktober 2021, 15:25 WIB

OJK Sebut Sektor Jasa Keuangan RI dalam Kondisi Stabil

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
OJK Sebut Sektor Jasa Keuangan RI dalam Kondisi Stabil

Antara
Pedagang melintasi kawasan gedung bertingkat di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta.

 

OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) memastikan bahwa sektor jasa keuangan di Indonesia berada dalam kondisi stabil. Pasalnya, ketahanan permodalan tergolong memadai dan pasar modal terus menunjukkan kinerja positif.

Hal itu disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) secara virtual. "Sektor jasa keuangan terpantau stabil dengan ketahanan permodalan yang memadai. Pasar modal menunjukkan kinerja positif ditopang minat beli investor nonresiden," ujarnya, Rabu (27/10).

Wimboh menjelaskan rasio kecukupan modal (CAR) perbankan pada September 2021 berada di level 25,24%. Capaian itu naik dari posisi Juni di angka 24,33%. Sedangkan, gearing ratio perusahaan pembiayaan tercatat 1,95 kali dan Risk Based Caiptal (RBC) industri asuransi jiwa di level 587,7%, lalu asuransi umum di level 341,6%.

Baca juga: Pemerintah Optimistis Ekonomi Indonesia Tumbuh Lebih Tinggi

Selain itu, kecukupan likuiditas tergolong memadai untuk mendukung intermediasi perbankan. OJK mencatat rasio alat likuid (non-core deposit) dan alat likuid (dana pihak ketiga/DPK) berada di level 152,80% dan 33,53% pada September 2021.

Adapun kredit perbankan pada September 2021 tumbuh 2,21% (year on year/yoy), atau 3,12% (year to date/ytd). Itu terdiri dari kredit modal kerja yang tumbuh 2,85% (yoy), kredit investasi 0,37% (yoy) dan kredit konsumsi 2,95% (yoy).

"Ini meningkat dibandingkan akhir triwulan II 2021. Seiring dengan penurunan kasus harian covid-19 dan peningkatan aktivitas ekonomi," papar Wimboh.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan bahwa kredit perbankan sektor utama juga menunjukkan peningkatan. Seperti, kredit rumah tangga tercatat tumbuh 2,77% (ytd), kredit sektor perdagangan tumbuh 2,43% (ytd) dan kredit sektor manufaktur tumbuh 2,05% (ytd).

Baca juga: OJK Mulai Benahi Ekosistem Pinjol

"Perbankan juga berkontribusi dalam mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional melalui penurunan suku bunga kredit," tukasnya.

Adapun tingkat suku bunga dasar kredit mengalami tren penurunan dari 9,69% pada Juni 2021, menjadi 9,66% pada September 2021. Penurunan khususnya didorong komponen harga pokok dana. Sementara itu, DPK tumbuh 7,69% (yoy) atau 7,45% (ytd).

"Profil risiko lembaga jasa keuangan pada September 2021 menunjukkan perbaikan, dengan rasio gross NPL berada pada level 3,22% (net NPL: 1,04%), dari sebelumnya 3,24% (net NPL: 1,06%) pada Juni 2021," kata Wimboh.

Selain itu, kondisi pasar saham menunjukkan tren penguatan ke level di atas prapandemi covid-19. Tercatat per 25 Oktober 2021, IHSG menguat 10,81% (ytd) ke level 6.625,7, dengan aliran dana masuk nonresiden mencapai Rp39,4 triliun.(OL-11)
 

Baca Juga

Dok. Petrolimia  Gresik

Program Makmur Tingkatkan Produksi dan Pendapatan Petani Tebu

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 03 Juli 2022, 22:41 WIB
Hasil panen tebu para petani naik 37% yakni dari sebelumnya 116,5 ton per hektare menjadi 159,7 ton per...
Antara/Maulana Surya

Investasi Berkelanjutan Jadi Topik Pertemuan TIIWG G20 Kedua di Surakarta

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 03 Juli 2022, 21:05 WIB
Pertemuan TIIWG ini diharapkan dapat mempercepat terwujudnya transformasi...
Dok.Ist

Program Jawara Telah Bukukan Penjualan Rp2,5 M

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 03 Juli 2022, 20:41 WIB
Setiap Jawara yang saat ini sudah aktif memulai usahanya bisa mengantongi keuntungan perbulan hingga 2 juta...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya