Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
PERTAMINA Patra Niaga memastikan tidak ada kelangkaan dan penimbunan Bakar Minyak (BBM) jenis diesel atau solar di ilayah Regional Jawa Bagian Barat atau di DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat (Jabar). Pasalnya, santer dikabarkan ada kelangkaan solar yang menimpa di wilayah Sumatera dan Jawa.
Area Manager Comm Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat Eko Kristiawan menjelaskan, stok BBM tersebut masih aman alias tercukupi bagi masyarakat.
Baca juga: Pernyataan Menko Polhukam terkait Pinjol Ilegal tidak Selesaikan Masalah
"Di wilayah Jawa Bagian Barat tidak ada (kelangkaan) solar. Stok masih lancar," kata Eko kepada wartawan, Rabu (20/10).
Pertamina Patra Niaga mengimbau ke masyarakat untuk tidak segan melaporkan ke aparat jika menemukan indikasi penyalahgunaan BBM subsidi di lapangan.
Eko menegaskan, pihaknya terus berupaya menyalurkan BBM dengan tepat sasaran sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) 191/2014. Menurutnya, jika lembaga penyalur atau SPBU terindikasi dan terbukti terjadi penyelewengan, Pertamina tidak segan memberikan sanksi tegas.
Di satu sisi, Pertamina menjelaskan bahwa keberhasilan pemerintah dalam program Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berdampak pada peningkatan kebutuhan/demand BBM, termasuk BBM retail dan industri.
Dibandingkan periode awal PPKM, saat ini demand BBM retail dilaporkan meningkat 8% sedangkan industri pertambangan meningkat 30%, industri perkebunan 26%, sektor migas 21% dan industri lainnya mencapai 17%.
Peningkatan aktivitas masyarakat tercermin dalam peningkatan konsumsi BBM sektor retail Pertamina yang tercatat di Wilayah Regional Jawa Bagian Barat sampai dengan kuartal 3 2021, gasoline meningkat hingga 7% dibandingkan kuartal 3 2020. Untuk BBM gasoline (bensin), ada peningkatan sekitar 6%, dan untuk gasoil (diesel), bahkan mencapai 9%. (OL-6)
MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan rencana penghentian impor solar secara bertahap membuat para importir ketar-ketir.
Pengurangan kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dikhawatirkan berdampak pada sejumlah sektor.
Kementerian ESDM menargetkan uji coba program mandatori campuran bahan bakar nabati (BBN) biodiesel berbasis minyak sawit sebesar 50% (B50) pada BBM jenis solar dapat terealisasi pada 2026.
Mendukung penanganan bencana pada masa tanggap darurat, BPH Migas memberikan keringanan pembelian solar dan pertalite di Aceh, dengan pembebasan barcode.
PEMERINTAH berencana untuk mengurangi ekspor minyak sawit mentah, atau Crude Palm Oil (CPO) sebesar 5,3 juta ton pada tahun depan untuk mandatori biodiesel B50 di 2026
PEMERINTAH dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mematangkan penggunaan campuran biodiesel pada Bahan Bakar Minyak (BBM) solar sebesar 50% atau B50.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved