Headline
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Asosiasi Pemasok Batu Bara dan Energi Indonesia (Aspebindo) Anggawira mengatakan saat ini banyak negara yang sedang terhantam krisis energi dari Eropa, Tiongkok, India hingga Singapura.
Indonesia diminta bersiap-siap terkena imbas krisis energi dunia dan mulai berkolaborasi dengan sektor-sektor yang berkaitan untuk mencari solusi dari dampak krisis energi dunia.
“Dunia saat ini sedang sangat membutuhkan pasokan energi. Indonesia harus tetap mengamankan pasokan dalam negeri terlebih dahulu, terutama untuk pemasok bahan baku PLN," ucapnya dalam keterangan resmi, Jumat (15/10).
Krisis energi yang di alami oleh negara-negara di dunia pun menyebabkan krisis listrik akibat permasalahan sistem rantai pasok global. Batu bara pun mendominasi 70% sumber listrik.
Dijelaskan Anggawira, pada perdagangan di pasar ICE Newcastle (Australia) pada (5/10), harga batu bara sudah mengalami kenaikan lebih dari 14%. Saat ini rekor harga batu bara ada di US$ 280/ton yang merupakan titik tertinggi setidaknya sejak 2008.
Baca juga : Undang 19 Dubes Eropa, Sandiaga Bahas Ekonomi Kreatif dan Karantina Wisman
Menurutnya, salah satu faktor krisis energi adalah pemulihan ekonomi selama pandemi yang terjadi namun tak dibarengi dengan ketersediaan pasokan yang memadai. Energi baru terbarukan atau green energi yang telah diterapkan oleh negara-negara barat dan Eropa dianggap belum mampu menopang kebutuhan energi.
Namun, di satu sisi Anggawira melihat Indonesia harus bisa memanfaatkan kenaikan harga batu bara dan minyak bumi yang melambung saat ini dan di prediksi akan terus naik hingga tahun depan.
"Kenaikan harga di sektor energi batu bara dan minyak bumi ini harus bisa kita manfaatkan untuk investasi kembali untuk memaksimalkan cadangan-cadangan sektor energi terutama minyak dan gas (migas)," terangnya.
Anggawira menambahkan dengan Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam (SDA) migas, seharus bisa dimanfaatkan sebaik mungkin. Dengan pemanfaatan natural gas untuk sumber daya energi misalnya, dinilai menjadi hal penting untuk transisi energi.
"Kami berharap dari pihak pemerintah juga bisa berkolaborasi memanfaatkan momentum ini, karena Indonesia memiliki sumberdaya yang memadai," pungkasnya. (Ol-2)
Sebagaimana diketahui, ketergantungan Indonesia terhadap impor energi diketahui masih cukup tinggi.
sistem energi Indonesia memiliki ketahanan yang cukup kuat untuk menghadapi dinamika global, termasuk potensi gejolak harga minyak dunia akibat gejolak geopolitik konflik di timur tengah
Penurunan produksi di tiga negara pertama sekitar seperlima dari total produksi Januari mereka, dan di Irak mencapai 70%, menurut laporan tersebut.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Eko Hendro Purnomo menegaskan pentingnya kesiapan sektor energi dan transportasi darat pada periode arus mudik dan arus balik Idul Fitri 2026.
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengandalkan skema konsorsium asuransi untuk melindungi aset-aset migas nasional yang bernilai besar.
Pemerintah didorong menjaga stabilitas pasokan dan harga energi nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved