Rabu 13 Oktober 2021, 20:59 WIB

Airlangga: Pembangunan Smelter Freeport Gresik Jadi Sejarah Bagi Indonesia

mediaindonesia.com | Ekonomi
Airlangga: Pembangunan Smelter Freeport Gresik Jadi Sejarah Bagi Indonesia

Ist
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat menghadiri Groundbreaking Pembangunan Smelter PT Freeport Indonesia, KEK Gersik.

 

MENTERI Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pembangunan Smelter PT Freeport Indonesia (PTFI) di Kawasan Ekonomi Khusus Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) Gresik, Jawa Timur merupakan sejarah bagi bangsa Indonesia.

Airlangga mengungkapkan selama 40 tahun keuntungan dari produksi yang dihasilkan Smelter Freeport dinikmati di luar negeri. 

“Itu yang namanya precious meter recovery itu investasinya 200 USD, dari emasnya itu bisa 35 ton sampai dengan 54 ton. Jadi pra prabriknya sudah disiapkan di situ. Nah, harga emas sekarang 1700 per troy ons. Jadi produksinya 35 ton, itu nilainya 1,8 billion USD, kalau produksinya 50 ton itu sampai 2,7 billion USD," ungkap Airlangga saat  acara Groundbreaking Pembangunan Smelter PT Freeport Indonesia, KEK Gersik, Selasa (12/10)

"Jadi bayangkan selama 40 tahun yang 2 billion itu rata-rata dinikmati negara lain, Pak. Apakah 70% ke Spanyol maupun ke Jepang, Pak. Jadi untuk hari ini menjadi bersejarah karena ini seluruhnya nanti akan diproduksi di Gresik,” ungkap Airlangga dalam keterangan pers, Rabu (13/10).

Airlangga menjelaskan Smelter Freeport Indonesia di Gresik ini akan menjadi yang terbesar di dunia. Smelter Freeport di Gresik ini akan mengolah 1,7 juta ton konsentrat dan akan memproduksi 600 ribu copper.

“Nilai koper sekarang lagi super cycle 9.400 dolar per ton. Jadi investasi yang Rp42 triliun atau 3,5 billion USD, revenue hanya dari copper saja, Pak, itu 5,4 billion USD (Rp76,7 trilun), Pak. Tentu ini bagi holding Freeport revenue-nya ada di situ, tapi (PT Smelting) cuma dikasih (talling),” jelasnya.

Airlangga mengatakan bahwa kehadiran Smelter Freeport di Gresik ini juga diharapkan akan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 40 ribu orang. 

“Nah, salah satu yang hadir hair ini tentunya tadi disampaikan, diharapkan bisa menambah 40 ribu tenaga kerja selama konstruksi, katanya. 

Senada dengan Airlangga, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyampaikan perusahaan yang 51% sahamnya yang dikuasai BUMN ini akan mampu menampung tenaga kerja dari Jawa Timur.

Hal Ini, kata Erick, untuk memastikan bahwa kepastian pembukaan lapangan kerja juga bisa tercipta dari hadirnya Smelter Freeport di Gresik.

“Tadi ibu Gubernur Jawa Timur menitipkan kalau bisa mayoritas pekerjanya dari Jawa Timur,” katanya.

Erick menambahkan pertumbuhan pendapatan PT Freeport Indonesia akan mengalami peningkatan 100 persen di tahun ini. Setelah sebelumnya PT Freeport Indonesia mencatatkan keuntungan bersih sebesar Rp10 triliun di tahun lalu dan direncanakan hingga akhir tahun ini mencapai Rp40 triliun.

“Seperti yang kita saksikan bahwa pada saat ini sekarang pertumbuhan daripada pendapatan Freeport dibandingkan tahun kemarin dan tahun ini itu meningkat hampir 100 persen, yang tahun kemarin itu Rp50 triliun, tahun ini Desember rencananya Rp105 triliun," ujarnya. (RO/OL-09)

Baca Juga

Dok.Pertamina

Pandemi Jadi Momentum Akselerasi Tranformasi Bisnis Pertamina

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 27 Oktober 2021, 22:05 WIB
PT Pertamina (Persero) terus mengejar target program transisi energi meski sektor energi mengalami tiga guncangan atau triple shock selama...
Dok.WMP

Holding Widodo Makmur Unggas Bersiap Melantai di Bursa

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 27 Oktober 2021, 22:01 WIB
Widodo Makmur Perkasa merupakan perusahaan holding yang membawahi lima lini...
Dok.PPI

PPI Naik Kelas dalam Anugerah Keterbukaan Informasi Publik

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 27 Oktober 2021, 21:25 WIB
PT Perusahaan Perdagangan Indonesia meraih anugerah Menuju Informatif yang disampaikan pada penyerahan anugerah hasil monitoring dan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Menghadang Ganasnya Raksa

Indonesia masih menjadi sasaran empuk perdagangan ilegal merkuri, terutama dari Tiongkok dan Taiwan. Jangan sampai peristiwa Minamata pada 1956 di Jepang terjadi di sini.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya