Senin 04 Oktober 2021, 18:10 WIB

Harga Emas Jatuh saat Dolar Amerika Setop Penurunan

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Harga Emas Jatuh saat Dolar Amerika Setop Penurunan

fool.com
Ilustrasi

 

Emas jatuh dari level tertinggi lebih dari satu minggu pada Senin (4/10), karena imbal hasil obligasi pemerintah AS menguat dan dolar menutup beberapa kerugiannya, tetapi emas bertahan di atas level dukungan teknis penting US$1.750 ditopang oleh kekhawatiran di pasar yang lebih luas tentang inflasi.

Emas di pasar spot turun 0,5 persen menjadi US$1.751,24 per ounce pada pukul 09.43 GMT, membalikkan keuntungan dari kenaikan awal ke level tertinggi sejak 23 September di US$1.765,54 selama sesi Asia. Emas berjangka AS juga merosot 0,4 persen menjadi US$1.751,80 per ounce.

Sementara emas tergelincir dari tertinggi yang dicapai pada Jumat (1/10) karena dolar menemukan beberapa dukungan, emas dapat diuntungkan karena investor tetap khawatir tentang dampak dari krisis Evergrande Tiongkok dan kenaikan harga-harga energi, mengingat risiko terhadap pertumbuhan ekonomi global, kata Ricardo Evangelista, analis senior di ActivTrades.

Emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap kenaikan inflasi dan ketidakstabilan keuangan tetapi juga bersaing dengan dolar AS sebagai penyimpan nilai yang aman.

Emas akan mengikuti pergerakan imbal hasil AS sementara selera risiko akan terus memberikan arah jangka pendek dalam hal permintaan safe-haven menjelang laporan pekerjaan AS pada Jumat (8/10), Evangelista menambahkan.

Data pekerjaan, yang diperkirakan menunjukkan peningkatan berkelanjutan di pasar tenaga kerja AS, dapat memengaruhi garis waktu Federal Reserve AS untuk mengurangi dukungan ekonominya.

Pengurangan stimulus bank sentral dan kenaikan suku bunga mengangkat imbal hasil obligasi, meningkatkan peluang kerugian memegang emas tanpa bunga.

Data terbaru menunjukkan inflasi zona euro mencapai tertinggi 13 tahun bulan lalu. Sementara itu, belanja konsumen AS melonjak pada Agustus, tetapi pengeluaran yang disesuaikan dengan inflasi lebih lemah, memperkuat ekspektasi bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga melambat.

“Apa yang kami lihat adalah bahwa inflasi tidak akan berumur pendek seperti yang diperkirakan semula dan ini mungkin mulai berdampak negatif pada pertumbuhan,” ujar Harshal Barot, konsultan riset senior untuk Asia Selatan di Metals Focus. (Ant/OL-12)

Baca Juga

Dok. INPP

INPP Gandeng Cornerstone dan Cushman & Wakefield Dalam Pengembangan Antasari Place 

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Rabu 08 Desember 2021, 23:08 WIB
"“Sejak awal kami perlu memastikan pemenuhan hak konsumen untuk mendapatkan layanan yang berkualitas untuk calon...
Dok. Blibli

CEO Blibli Kusumo Martanto Raih Penghargaan Marketing Champion Marketeer Of The Year 

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Rabu 08 Desember 2021, 23:05 WIB
Pengakuan itu dinilai dewan juri dari keberhasilan Kusumo menavigasi Blibli lewat gebrakan bisnis dan inovasi pemasaran yang memberikan...
Antara

Ekspor Produk Perikanan Naik 6,6% di 2021, Tembus Rp65,4 Triliun

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 08 Desember 2021, 23:00 WIB
Negara tujuan ekspor utama adalah Amerika Serikat (45%), Tiongkok (15%), Jepang (11%), ASEAN (9%), dan Uni Eropa...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya