Minggu 26 September 2021, 16:51 WIB

Pulau Jawa Panen Raya Jagung, Pakan Ternak Melimpah Ruah

mediaindonesia.com | Ekonomi
Pulau Jawa Panen Raya Jagung, Pakan Ternak Melimpah Ruah

ANTARA FOTO/Agvi Firdaus
Pekerja menyortir jagung di Desa Sukamukti, Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

 

SEJUMLAH daerah di Pulau Jawa menggelar panen raya jagung untuk musim tanam kedua yang berlangsung pada bulan September dan juga bulan Oktober 2021 mendatang. Panen raya ini merupakan rangkaian produksi petani yang telah melakukan cocok tanam selama kurang lebih 4 bulan sebelumnya.

Di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Garut, Endang Junaidi menyampaikan bahwa posisi panen jagung masih berlangsung seperti yang dilakukan para petani di Desa Pesangrahan, Kecamatan Sukamandi.

"Dari Desa itu saja Garut mampu menyumbang 40 persen untuk Provinsi Jawa Barat. Kemudian untuk produktivitas jagung rata-rata diangka 7,6 ton per hektare. Nah rata-rata luas tanah per tahun untuk kabupaten garut mencapai 70.000 hektare lebih, sehingga setiap tahunnya kita dapat menyumbangkan produksi ke tingkat jawa barat sebesar 500.000 ton," ujar Endang, Minggu, 26 September 2021.

Endang menceritakan bahwa para petani merasakan keuntungan yang cukup besar dari semua proses budi daya jagung. Karena itu, mereka berharap agar ke depan pemerintah tidak memgeluarkan kebijakan impor demi menyelamatkan nasib petani dan peternak ayam mandiri.

"Saat ini para petani merasakan keuntungan dari budidaya jagung sehingga kami dan semua petani di kabupaten garut menghimbau stop impor jagung dan beli jagung petani dalam negeri," katanya.

Panen serupa juga terjadi di Desa Gandaria, Kecamatan Mekarbaru, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Di sana para petani tengah menyambut masa panen yang diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan peternak mandiri Banten dan menyumbangkan hasilnya untik wilayah luar Banten.

"Panen ini sangat maksimal hasilnya karena sudah menggunakan bibit berkualitas. Karena itu kami berharap petani tetap bersemangat untuk terus berproduksi," katanya.

Dari Jawa Timur. Kabupaten Tuban mengawali panen rayanya di sejumlah sentra. Romli, salah satu petani di Desa Rating menjelaskan bahwa posisi jagung saat ini sudah berusia 75 hari dan siap menyusul panen jagung di wilayah lain.

Begitupun dengan area sentra di Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban. Luasan panen di sana mencapai 2.575 hektare produksi pipil kering dengan produksi sekitar 14.420 ton. Karena itu, Tuban siap mendukung kebutuhan dalam negeri dan menolak kebijakan impor.

"Saya kepala dinas pertanian dan ketahanan pangan Tuban melaporkan bahwa dalam bulan September ini panen jagung mencapai luasan 7.328 hektare dengan produksi 41.300 ton dan kadar air 17%. Untuk bulan Oktober panen jagung seluas 5.700 hektare dengan produksi 32.400 ton dan kadar air 17%," katanya. (RO/OL-09)

Baca Juga

 MI/Dwi Apriani

Merger Indosat-H3I Harus Jaga Kesetaraan  dan Kesehatan Industri Telekomunikasi

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 26 Oktober 2021, 12:55 WIB
Saat ini tren di dunia sedang terjadi penataan pada spektrum frekuensi. Frekuensi dipandang sebagai sumber daya yang terbatas sehingga...
MI/Agung Wibowo

IHSG Diperkirakan Terdampak Sentimen Positif Bursa Global

👤Fetry Wuryasti 🕔Selasa 26 Oktober 2021, 10:25 WIB
IHSG pada perdagangan Selasa (26/10), dibuka pada level 6.640,05 dari penutupan kemarin di level...
Youtube/KBRI Jeddah

Dari Ajang TEI-DE 2021, Arab Saudi Borong Produk Makanan USD 53,1 Juta

👤Fetry Wuryasti 🕔Selasa 26 Oktober 2021, 10:23 WIB
Dari ajang Trade Expo Indonesia Digital Edition (TEI-DE) 2021, Arab Saudi memborong produk makanan sebesar USD 53,1...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Bongkar Transaksi Narkoba Rp120 Triliun

Para anggota sindikat narkoba juga kerap memanfaatkan warga yang polos untuk membantu transaksi dari dalam ke luar negeri dan sebaliknya.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya