Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan sampai dengan 14 September 2021, total realisasi fundraised/pengumpulan yang berasal dari right issue Perusahaan Tercatat sebesar Rp149,27 triliun.
"Ini dengan asumsi right issue oleh BBRI sudah dilaksanakan seluruhnya," kata Nyoman, Kamis (16/9).
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk merupakan salah satu perusahaan yang melakukan right issue di tahun 2021. Saat ini right issue BBRI masih dalam tahap pelaksanaan dan apabila right issue yang direncanakan seluruhnya terserap pasar, maka total fundraised dari right issue BBRI sebesar Rp95,9 triliun.
"Jumlah tersebut merupakan nilai fundraised terbesar sepanjang sejarah Bursa," kata Nyoman.
Saat ini masih terdapat 43 Perusahaan Tercatat yang berada dalam pipeline right issue Bursa dengan estimasi fundraised sebesar Rp23,24 triliun.
Baca juga : Besok, KA Bandara Yogyakarta Mulai Beroperasi Komersial
Untuk IPO, BEI menargetkan di tahun 2021 pencatatan efek untuk semua instrumen sebanyak 66 pencatatan baru. Sampai hari ini sudah tercapai 44 pencatatan baru (67%). Diantaranya adalah 38 pencatatan saham melalui IPO.
"Di pipeline kami masih ada 25 perusahaan yang masih dalam proses. Sebagian besar menggunakan Laporan Keuangan tahun 2021. Tentu kami mengharapkan semua bisa tercatat di tahun ini," kata Nyoman.
Pada minggu lalu telah terdapat 9 pencatatan perdana saham di Bursa Efek Indonesia, dimana 5 saham diantaranya tercatat pada hari yang sama dalam satu hari perdagangan yaitu tanggal 8 September 2021.
Beberapa indikator pasar modal seperti rata-rata nilai transaksi harian (RNTH), dan jumlah investor mengalami pertumbuhan positif di tahun 2021.
Indikator-indikator tersebut menjadi faktor penting dalam memprediksi pasar modal di masa mendatang. Dengan adanya sentimen positif terkait perkembangan ekonomi global maupun domestik dari para pelaku pasar modal, serta dukungan dan komitmen dari regulator-regulator terkait, BEI optimistis IPO di tahun depan akan lebih menjanjikan.
"Kami harapkan dengan adanya kondisi seperti ini yang terus berlangsung, akan bisa melampaui pencapaian di tahun lalu," kata Nyoman. (OL-2)
Berdasarkan pengumuman resmi MSCI pada 10 Februari 2026, berikut adalah rincian perubahan saham Indonesia di berbagai kategori indeks.
Dari sisi permodalan, peningkatan porsi saham juga berkorelasi langsung dengan kebutuhan modal berbasis risiko.
PEJABAT Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengungkapkan, pihaknya akan meningkatkan transparansi pasar modal.
Pendaftaran calon pengganti anggota dewan komisioner (ADK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi dibuka, Rabu (11/2). Ini syaratnya!
Pandu menilai Hong Kong berhasil membangun pasar modal yang dalam, likuid, dan kredibel, bahkan mencatat rekor global jumlah IPO pada tahun lalu.
Mensesneg Prasetyo Hadi berharap panitia seleksi mampu menjaring pimpinan OJK yang kompeten dan memahami ekosistem jasa keuangan demi menjaga stabilitas pasar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved