Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) membeberkan pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Jalan Tol Cileunyi - Sumedang - Dawuan (Cisumdawu) memiliki persoalan pada pendanaan lahan.
Asisten Deputi Infrastruktur Dasar, Perkotaan, Sumber Daya Air, Kemenko Marves Rahman Hidayat mengatakan proyek yang ditargetkan rampung pada akhir 2021 itu mempunyai masalah pendanaan lahan, baik melalui pembayaran Dana Talangan Tanah (DTT) dan pembayaran langsung.
"Ini harus dituntaskan segera. Untuk mencapai keberhasilan percepatan pendanaan lahan Jalan Tol Cisumdawu ini, harus lebih bersinergi dengan pihak-pihak terkait, dan perlu turun ke lokasi dalam mempercepat siklus administrasi,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (7/9).
Baca juga: Investasi Pariwisata UEA di Aceh Berpotensi Tembus Hingga US$1 Miliar
Dia bersama tim pun melakukan kunjungan lapangan ke ruas Tol Cisumdawu seksi 4, 5, dan 6, Senin (6/9).
Berdasarkan hasil kunjungan lapangan, dari 6 seksi yang ada, 4 seksi Jalan Tol Cisumdawu diyakini akan selesai dan fungsional pada akhir tahun ini.
Meski demikian menurutnya, perlu kerja luar biasa dan dukungan semua pihak bila ingin mewujudkan Tol Cisumdawu selesai pada akhir 2021.
"Semua seksi harus dikebut walaupun tadi sudah dijelaskan bahwa dari 6 seksi, 4 seksi di antaranya yaitu seksi 1, 2, 3, dan 6 akan selesai pada akhir tahun ini, tapi masih ada seksi 4 dan 5 yang perlu dikebut pengerjaannya dan ini harus segera selesai," tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Teknik PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT) Bagus Medi Suarso mengatakan pembebasan lahan menjadi kendala dalam pembangunan Jalan Tol ini. Dari 6 seksi yang ada, seksi 4 dan 5 belum bisa konstruksi secara maksimal.
Hal itu karena lokasi lahan bebas masih spot-spot. Bagus juga mengatakan, saat ini, pembebasan lahan untuk seksi 4 baru 67,27 %, seksi 5A sebesar 79%, dan 5B sebesar 68%.
Jalan Tol Cisamdawu yang memiliki panjang 62,01 Km ini dinilai pemerintah bakal menjadi kunci untuk memperlancar akses dari Bandung menuju Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.
Dengan beroperasinya semua ruas Jalan Tol Cisumdawu, nantinya perjalanan dari Bandung ke BIJB akan ditempuh dengan waktu 60 menit dan akan menghidupkan ekonomi masyarakat setempat melalui lancarnya transportasi darat maupun udara di bagian Timur Jawa Barat. (OL-1)
PT Jasa Marga menerapkan diskon tarif tol sebesar 30% untuk rute menerus dari Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama menuju GT Kalikangkung
Sebagai tambahan layanan darurat, Pertamina juga menyiagakan layanan motoris yang bertugas membantu pengendara yang mengalami kehabisan bahan bakar di tengah kemacetan.
Selain itu, disediakan 15 tempat istirahat dan pelayanan (TIP) fungsional di berbagai titik strategis.
“Pembatasan ini akan mulai diberlakukan pada Jumat, 13 Maret 2026 pukul 00.00 WIB, hingga Minggu, 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB
Astra Infra sebagai penyedia layanan infrastruktur publik khususnya jalan tol, siap melayani pemudik yang akan berlebaran di kampung halaman mereka.
PT Hutama Marga Waskita (Hamawas) sebagai Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) ruas tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat (Tol Kutepat) di Sumatra Utara mempercepat pembangunan jalan tol tersebut.
JASA Marga Metropolitan Tollroad memberikan diskon tarif hingga menggratiskan jalan tol pada arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Pengguna jalan juga diminta berhati-hati terhadap marka jalan solid yang bisa menjadi licin saat basah.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait langsung turun tangan sejak awal untuk memastikan keselamatan warga dan menekan dampak sosial
Upaya ini juga sebagai bentuk kolaborasi kedua belah pihak dalam melaksanakan pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan
Pembukaan Tol Cisumdawu pasti akan dirasakan dampaknya. Keberadaan tol ini mempersingkat waktu tempuh sehingga jumlah kendaraan juga akan meningkat,
Dalam membangun terowongan kembar dilakukan shortcut jalan karena faktor topografi daerah yang memiliki pegunungan atau bukit.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved