Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Anggota Komisi X DPR RI Illiza Sa’auddin Djamal mengharapkan investasi Uni Emirat Arab (UEA) pada sektor pariwisata di kawasan Pulau Banyak, Aceh memiliki efek ganda atau terhadap pertumbuhan ekonomi dari sektor lainnya.
“Kita berbicara pariwisata itu bicara multiplier effect. Sektor pariwisata bisa lebih hidup, maka sektor-sektor yang lain juga ikut hidup,” kata Illiza di Banda Aceh, Senin (6/9).
Rencana investasi UEA di daerah Tanah Rencong itu bernilai mencapai US$500 juta hingga US$1 miliar.
Pandemi COVID-19 menjadi salah satu kendala yang membuat lambannya pengurusan investasi itu agar terlaksana dengan cepat. Rencananya, pemerintah baru akan melakukan penandatanganan perjanjian investasi tersebut pada Oktober 2021.
“Kita berharap dengan terus pulihnya pandemi di Indonesia, maka investasi ini dapat segera terlaksana, mengucurkan anggaran dengan program-program dan sebagainya,” kata Illiza.
Konektivitas antara Toba, Sumatera Utara dengan Kabupaten Aceh Singkil menjadi gerbang pembuka untuk masukkan investasi UEA ke Pulau Banyak.
Investasi itu terpusat di Pulau Banyak, Aceh Singkil, tetapi juga harus memberikan efek ganda terhadap daerah lain. Misalnya seperti Kabupaten Aceh Selatan, Kota Subulussalam sebagai daerah tetangga, dan juga daerah lainnya.
“Kita berharap pemerintah pusat dalam berkomunikasi dengan UEA ini juga dapat memberikan dampak lebih luas, tidak terfokus satu wilayah, tapi juga interkoneksi ke beberapa wilayah lain,” katanya.
Di Pulau Banyak, investasi tersebut tidak hanya pada pengembangan sektor pariwisata, tetapi bagaimana sektor perikanan juga dapat dikelola dengan baik sehingga dapat mendongkrak pendapatan masyarakat setempat.
“Begitu juga dengan penanggulangan sanitasi, banjir dari Aceh Selatan hingga ke Aceh Singkil. Termasuk pemerintah harus menyiapkan big data dan memastikan ketersediaan pasokan listrik.
“Jangan nanti dibangun hotel, tetapi ketersediaan listriknya tidak cukup, harus pakai genset,” katanya. (Ant/OL-12)
ANCAMAN besar korban penyintas bencana di Aceh bukan hanya rumah yang digulung gelombang banjir bandang pada 24-27 November 2025 lalu.
Fokus pembersihan oleh aktivis 98 di Aceh Utara menyasar pada pekarangan Masjid Assa'adah, Meunasah (balai desa), serta akses lorong desa.
Tidak ada lagi seragam sekolah yang tersisa di Jamat. Siswa mengenakan pakaian warna-warni seadanya hasil pemberian donatur.
Merujuk dari terakhir pemerintah, bencana banjir dan longsor akhir November 2025 lalu menyebabkan 208.693 unit rumah di Aceh rusak.
Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada akhir November lalu meninggalkan dampak serius bagi petani, pekebun, dan petambak.
Keterisolasian ini memaksa harga durian di tingkat petani terjun bebas. Durian ukuran sedang yang biasanya dihargai Rp8.000 per buah, kini hanya bernilai Rp2.500 per buah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved