Rabu 18 Agustus 2021, 14:18 WIB

Target Penurunan Kemiskinan 2022 Berat untuk Dicapai

M Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Target Penurunan Kemiskinan 2022 Berat untuk Dicapai

Antara/M Risyal Hidayat.
Seorang pengamen berkostum badut menggendong anaknya saat berjalan di kawasan Mampang, Jakarta, Kamis (12/8).

 

KEPALA Tim Kebijakan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Elan Setiawan menilai target pemerintah untuk menurunkan tingkat kemiskinan di kisaran 8,5% hingga 9% cenderung berat. Alasannya, pandemi covid-19 masih memberikan ketidakpastian.

Apalagi data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Maret 2021 menunjukkan tingkat kemiskinan Indonesia masih berada di level 10,14% dari total populasi penduduk. "Ini memang penting, tapi ini berat sekali, karena dalam 10 tahun ini, penurunan 1% itu terjadi hanya di 2011 ke 2012. Sisanya kita hanya mengalami penurunan 0,5%," kata Elan saat berdiskusi dengan awak media secara virtual, Rabu (18/8).

Berdasarkan Nota Keuangan yang disampaikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat pada Senin (16/8), pemerintah menargetkan tingkat kemiskinan di 2022 berada pada rentang 8,5% hingga 9,0% dari total populasi penduduk. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah membutuhkan usaha dan kerja keras yang luar biasa. Upaya itu juga mesti dilakukan multisektoral oleh kementerian/lembaga. "Itu karena memang kemiskinan bukan hanya diatasi dari bantuan sosial, tapi juga lewat yang lain, termasuk kualitas program dan faktor-faktor makro seperti pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan lainnya," terangnya.

Selain tingkat kemiskinan, Elan juga mengomentari soal target penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di kisaran 5,5% hingga 6,3%. Soalnya, data Sakernas yang disajikan BPS pada Februari dan Agustus tiap tahun menunjukkan adanya perbedaan mendasar.

Karena itu, dia meminta pemerintah memperhatikan data TPT dengan cermat agar target penurunan dapat terwujud. "Kalau kita lihat, ada kecenderungan penurunan Agustus 2020 ke Februari 2021, tapi kalau kita bandingkan dengan Februari 2020, sebetulnya masih lebih tinggi," imbuhnya.

"Itu terjadi karena memang ada behaviour yang berbeda antara data Sakernas Februari dan Agustus. Jadi kalau ingin membandingkan tren perubahan, apakah kenaikan atau penurunan, sebetulnya membandingkannya dengan bulan yang sama. Karena kalau tidak, ada kecenderungan naik turun," sambungnya.

Menyoal ketimpangan, Elan menilai target yang dipatok pemerintah dalam RAPBN 2022 di rentang 0,376 hingga 0,378 relatif bisa dicapai. Sebab, berdasarkan data histori, ketimpangan hanya mengalami kenaikan di 2020. Itu pun karena dampak pandemi covid-19.

Demikian pula dengan target Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di kisaran 73,41 hingga 73,46 di 2022. Kendati lebih tinggi dari target 2021 di kisaran 72,78 hingga 72,95, Elan meyakini target yang ditetapkan pemerintah itu dapat tercapai. "Karena memang target IPM dibentuk oleh indikator yang berubah relatif dalam jangka menengah panjang, usia harapan hidup, rerata harapan lama sekolah, kecuali pengeluaran," kata dia.

Baca juga: Angka Kemiskinan di NTT Turun 0,22 Poin

"Jadi selama usia harapan hidup, rerata lama sekolah, dan rerata harapan lama sekolah tidak berubah banyak, kita bisa menjangkau sasaran di 2021 maupun 2022. Ini tergantung pengeluaran drop berapa banyak," pungkasnya. (OL-14)

Baca Juga

Ist/Kementan

Pertama di Serbia, ODICOFF Upaya Peningkatan Perdagangan Pertanian

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 30 November 2021, 09:17 WIB
Dirjen Hortikultura Prihasto Setyanto menyatakan bahwa ODICOFF Serbia merupakan salah satu upaya peningkatan potensi ekspor komoditas...
Antara/Rahmad

BNI Xpora Bantu Makanan dan Minuman Indonesia Tembus Malaysia

👤Despian Nurhidayat 🕔Selasa 30 November 2021, 07:05 WIB
Produk makanan dan minuman Indonesia memiliki potensi yang cukup kuat untuk meningkatkan penetrasinya di...
Antara/Ampelsa

Garuda Layani Penerbangan Turis RI- Singapura Tanpa Karantina

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 30 November 2021, 07:00 WIB
Pelaku perjalanan kedua negara yang telah mendapatkan dosis lengkap vaksinasi covid-19, dapat melakukan perjalanan antarnegara tanpa harus...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya