Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo mengingatkan kepada seluruh pelaku usaha dan pemerintah daerah untuk tidak melakukan ekspor pertanian secara asal-asalan.
Kepala negara menekankan produk yang dijual ke luar negeri tidak boleh dalam bentuk mentah atau belum diolah.
Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi 7,07% Dinikmati Rakyat Kelas Atas
"Seperti porang, ada pasar yang besar kita bisa masuki. Tapi ekspornya jangan dalam bentuk mentah apa lagi masih umbi-umbian. Paling tidak dalam bentuk tercacah atau syukur sudah dalam barang jadi. Saya kira target kita memang hilirisasi," tegas Jokowi dalam acara pelepasan Merdeka Ekspor Pertanian secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Sabtu (14/8).
Ia pun menginstruksikan kepada seluruh gubernur, bupati dan wali kota untuk mendesain program pengembangan pertanian yang kuat, tidak hanya di sisi hulu tetapi juga di hilir.
"Segera garap komoditas-komoditas pertanian yang potensial. Perkuat petani dengan akses permodalan, inovasi teknologi dan pendampingan. Sambungkan petani dan dengan rantai pasok sehingga mudah mengkespor. Dengan begitu daerah bisa berkembang menjadi sentra-sentra produksi berorientasi ekspor," terang mantan wali kota Solo itu.
Berdasarkan data yang dimiliki, Jokowi menyebut, dari 514 kabupaten/kota di seluruh indoensia, hanya 293 yang memiliki sentra komoditas pertanian unggulan ekspor, baik itu kelapa sawit, karet, kopi dan beberapa komoditas produk lainnya.
Ia melihat masih ada banyak peluang yang bisa dikembangkan dan dimanfaatkan daerah-daerah lain.
"Sarang burung walet, porang, minyak atsiri yang dalam beberapa tahun terakhir cukup berkembang. Ada juga bunga melati, edamame, tanaman hias dan produk-produk hortikultura lain yang kalau betul-betul kita beri perhatian akan semakin terbuka pasarnya," jelas Jokowi.
Selain itu, eks gubernur DKI Jakarta itu juga meminta seluruh pihak terkait bisa meningkatkan promosi produk melalui kanal digital, baik untuk di dalam maupun luar negeri.
Upaya tersebut wajib dilakukan agar produk pertanian nasional semakin dikenal luas dan kompettiif.
"Di dalam negeri, kita harus ajak masyarakat untuk mencintai dan membeli hasil-hasil pertanian kita sendiri. Di luar negeri, kita harus garap secara intensif terintegrasi, dan terpadu. Kita harus mulai masuk ke pasar-pasar nontradisional. Ini kesempatan kita, momementum yang sangat baik saat pandemi sehingga potensi pasar makin meluas," tandasnya. (OL-6)
MENTERI Perdagangan (Mendag) Budi Santoso akan memanggil sejumlah eksportir untuk membahas potensi gangguan pasokan akibat penutupan jalur pelayaran strategis Selat Hormuz
Bank Indonesia (BI) mengapresiasi catatan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari tahun ini.
BADAN Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia pada Januari 2026 mencapai 22,16 miliar dolar AS atau tumbuh 3,39 persen dibandingkan Januari 2025
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor mencapai US$22,16 miliar. Angka itu meningkat 3,39% secara tahunan.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 mencatat surplus sebesar 0,95 miliar dolar AS.
Dukungan Kementerian Koperasi (Kemenkop) terhadap kemajuan Koperasi Produsen Upland Subang Farm tidak hanya sebatas kebijakan, tetapi juga pembiayaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved