Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
PENELITI Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eisha Maghfiruha Rachbini menegaskan, peningkatan kapasitas produksi olahan berbasis sumber daya alam (SDA) untuk ekspor harus dilakukan agar Indonesia dapat terhindar dari middle income trap.
"Indonesia harus meningkatkan kapasitas produksi di sektor-sektor yang bernilai tambah tinggi," ungkapnya dalam diskusi virtual Indef, Selasa (10/8).
Menurut Eisha, dari data BPS (Badan Pusat Statistik) terlihat beberapa sektor atau komoditas yang berpotensi memiliki nilai tambah yang tinggi ialah ekspor nonmigas yang berbasis SDA, di antaranya ialah minyak kelapa sawit, besi dan baja dan lainnya.
Baca juga : HSBC Galang Kemitraan Dorong Percepatan Penggunaan Energi Terbarukan
"Kita bisa lihat pada 2020-2021 itu ternyata pertumbuhan ekspor nonmigas didorong oleh sektor yang berbasis sumber daya alam seperti minyak kelapa sawit, di mana pertumbuhannya mencapai 95%," kata Eisha.
Lebih lanjut, dia juga mendorong peran industri dalam meningkatkan ekspor di Indonesia. Selain itu, UMKM dan industri kecil juga dapat dimanfaatkan untuk melakukan hilirisasi produk berbasis SDA untuk ekspor dan menghasilkan nilai tambah bagi Indonesia.
"Industri itu harus berpartisipasi dalam peningkatan ekspor, terutama juga mendorong UMKM dan industri kecil dalam ekspor juga," pungkasnya. (OL-7)
Presiden Prabowo Subianto memerintahkan pencabutan izin 28 perusahaan yang terbukti melanggar aturan pengelolaan kawasan hutan dan sumber daya alam (SDA)
Pengikisan kedaulatan atas sumber daya alam tidak hanya merugikan Venezuela, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas hubungan global secara luas.
Perang aspal awal abad ke-20 mengungkap bagaimana intervensi AS, utang, dan perebutan sumber daya membentuk krisis Venezuela hingga kini.
PRAKTISI ekologi dari Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI), Maria Ratnaningsih menyoroti arah kebijakan pembangunan nasional yang dinilai semakin menjauh dari prinsip keberlanjutan.
dugaan korupsi besar-besaran di sektor sumber daya alam, khususnya kasus timah, yang sebelumnya diungkap oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin.
TELAH menjadi konsensus dalam sistem ketatanegaraan kita bahwa peran aktif negara merupakan kunci untuk membawa kemajuan sosial dan menjamin kepentingan umum.
Pada kuartal IV 2025, industri tekstil dan produk tekstil tercatat tumbuh 4,37 persen secara tahunan di tengah tekanan global dan perlambatan permintaan di sejumlah negara tujuan ekspor.
Neraca perdagangan Indonesia yang tetap mencatatkan surplus sepanjang 2025 mencerminkan daya tahan sektor eksternal.
Indonesia kembali mencatatkan kinerja positif dengan mempertahankan surplus neraca perdagangan selama 68 bulan berturut-turut, di tengah kondisi ekonomi global yang tak pasti.
BPS melaporkan kinerja ekspor Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 tercatat mencapai US$282,91 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 6,15%.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan barang Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 kembali mencatatkan surplus signifikan.
Partisipasi Sarinah di Indonesia Pavilion yang berlangsung pada 19–23 Januari 2026 di Davos, Swiss, menandai dimulainya fase penguatan ekspor perusahaan mulai tahun ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved