Rabu 04 Agustus 2021, 13:44 WIB

Harga Kedelai Dunia Berfluktuasi, Kemendag Jamin Harga Tetap Terjangkau

Fetry Wuryasti | Ekonomi
Harga Kedelai Dunia Berfluktuasi, Kemendag Jamin Harga Tetap Terjangkau

AFP/Johannes Eisele.
Ilustrasi kedelai.

 

PEMERINTAH menjamin ketersediaan kedelai secara nasional tetap aman dengan harga yang wajar dan terjangkau di tengah fluktuasi harga kedelai dunia.

Fluktuasi harga kedelai diharapkan tidak menyurutkan para pengrajin tahu dan tempe untuk terus berproduksi agar masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan protein dengan baik.

Baca jugaSubsidi Upah Pekerja Tahun Ini, Berikut Perubahan Persyaratannya

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan mengimbau pelaku usaha tetap tenang. Fluktuasi harga kedelai dunia disebabkan komoditas kedelai asal Amerika Serikat yang masih belum memasuki masa panen.

"Sehingga, berdampak pada naiknya harga kedelai saat ini,” ujar Oke, Rabu (4/8).

Berdasarkan tren harga yang dikutip dari Chicago Board of Trade (CBOT), harga kedelai dunia pada minggu keempat Juli 2021 sebesar US$14,33/bushels (Rp8.924/kg landed price), naik sekitar 5,4 persen dibanding sebulan sebelumnya US$13,6/bushels (Rp8.526/kg landed price).

Oke menjelaskan, dampak kenaikan harga kedelai dunia baru akan terasa bulan depan. Dengan turunnya harga kedelai secara signifikan selama ini, para pengrajin diharapkan masih mendapatkan harga kedelai yang wajar dan terjangkau. Saat ini, secara umum harga kedelai di tingkat pengrajin di kota-kota besar dan sentra produksi utama kedelai tetap terjaga sekitar Rp10.000/kg.

Sementara itu, ketersediaan kedelai secara nasional masih sangat mencukupi. Stok secara nasional masih sekitar 610 ribu ton dan cukup untuk tiga bulan mendatang.

“Kami memastikan ketersediaan stok kedelai dapat terus memenuhi keperluan industri tahu dan tempe. Untuk itu, kami mengimbau pelaku usaha kedelai dan para pengrajin agar jangan khawatir dan tetap menjalankan kegiatan usahanya agar masyarakat dapat menikmati tahu dan tempe dengan harga terjangkau,” kata Oke.

Secara rutin Kementerian Perdagangan akan terus memantau dan mengevaluasi pergerakan harga kedelai dunia, baik ketika terjadi penurunan ataupun kenaikan harga. Kemendag ingin memastikan harga kedelai di tingkat pengrajin tahu dan tempe serta harga tahu dan tempe di pasar berada di tingkat yang wajar. (OL-6)
 

Baca Juga

Dok MPR

Wakil Ketua MPR Soroti Keberpihakan saat Terima Audiensi Dewan UKM Indonesia

👤Abdillah M Marzuqi 🕔Rabu 29 September 2021, 00:49 WIB
UMKM akan mampu berdaya saing jika diberikan fasilitasi yang sistematis dan berkelanjutan dari pemangku...
Ist

Percepat Industrialisasi, Petani Bawang Merah Probolinggo Siap Berkorporasi

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 28 September 2021, 21:56 WIB
Korporasi dapat melakukan percepatan peningkatan produksi dan ekspor pangan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat...
Antara/Destyan Sujarwoko

Ada Ancaman Pidana bagi Warga yang Makan Ikan Hiu Mati Terdampar 

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 28 September 2021, 21:35 WIB
Biota laut yang ditemukan mati pada Minggu (26/9) diperkirakan memiliki ukuran panjang 4-6 meter dengan bobot mencapai 1,5-2 ton didapati...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kawin Kontrak Rendahkan Perempuan

 Kawin kontrak masih ditemukan di Kabupaten Cianjur. Usia pernikahan hanya dua bulan dengan uang mahar Rp15 juta

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya