Senin 19 Juli 2021, 18:56 WIB

Gus Halim: BLT Dan PKTD, Solusi Atasi Kemiskinan di Desa

mediaindonesia.com | Ekonomi
Gus Halim: BLT Dan PKTD, Solusi Atasi Kemiskinan di Desa

DOK KEMENDES PDTT
Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar sedang menyampaikan paparannya pada RTM.yang digelar virtual.

 

Menteri Desa PDT dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar mnelalui video conference menghadiri Rapat Tingkat Menteri(RTM)terkait perhitungan kemiskinan oleh BPS dan Intervensi Pemerintah dalam percepatan penurunan kemiskinan, senin (17/7).




MENTERI Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar menghadiri Rapat Tingkat Menteri (RTM) secara virtual, Senin (19/7/2021). RTM ini membahas soal perhitungan Kemiskinan oleh BPS dan Intervensi Program Pemerintah dalam Percepatan Penurunan Kemiskinan.

Dalam rapat yang dipimpin Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy ini, Halim Iskandar mendengarkan paparan BPS soal dasar penghitungan Kemiskinan di Indonesia.

Dalam RTM ini, Halim Iskandar menjelaskan soal strategi yang dilakukan Kemendes PDTT untuk manfaatkan Dana Desa guna penanggulangan kemiskinan di desa dan di masa PPKM Darurat saat ini.


Halim Iskandar melaporkan, Dana Desa yang digunakan untuk menopang peningkatan daya beli dan peningkatan konsumsi ada dua. Yaitu Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan Padat Karya Tunai Desa (PKTD).

"BLT Dana Desa menjadi supporting (pendukung) DTKS  (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) sehingga keberadaannya hadir karena Covid-19," jelas Halim Iskandar.

Doktor Honoris Causa dari UNY ini memaparkan, sasaran utama Keluarga Penerima Manfaat (KPM) adalah keluarga yang terdampak Covid-19, kehilangan mata pencaharian, belum termasuk dalam DTKS, dan memiliki anggota keluarga yang berpenyakit kronis menahun.



"PKTD sasarannya adalah keluarga setengah penganggur, kelompok miskin dan kelompok marjinal lainnya seperti difabel," Halim Iskandar.

Dua program ini, kata pria yang akrab disapa Gus Halim ini, ditujukan untuk meningkatkan konsumsi warga. Gus Halim menegaskan jika Kemendes PDTT bakal menggenjot lagi dua program ini dan penyebarannya semakin meningkat.

Hari ini, KPM BLT Dana Desa mencapai 5.150 juta keluarga dan ditargetkan mencapai delapan juta.

"BLT Dana Desa sangat fleksibel, hari ni bisa turun atau bisa naik. Kita berikan ruang yang luas kepada desa untuk terus lakukan pemantauan terhadap warga jika terkena dampak harus segera dimasukkan dalam KPM," kata Gus Halim.

Yang penting, kata Mantan Ketua DPRD Jawa Timur ini, perubahan data ini disahkan dalam Musyawarah Desa Khusus (Musdesus). Dengan demikian fleksibilitas penggunaaan Dana Desa untuk BLT dan PKTD akan berikan ruang yang cukup untuk penurunan kemiskinan.

Turut hadir dalam pertemuan itu Kepala BPS Margo Yuwono, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, dan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. (RO/OL-10)

Baca Juga

AFP/Johannes Eisele.

Harga Kedelai Dunia Berfluktuasi, Kemendag Jamin Harga Tetap Terjangkau

👤Fetry Wuryasti 🕔Rabu 04 Agustus 2021, 13:44 WIB
Fluktuasi harga kedelai diharapkan tidak menyurutkan para pengrajin tahu dan tempe untuk terus berproduksi agar masyarakat tetap dapat...
MI/RAMDANI

Subsidi Upah Pekerja Tahun Ini, Berikut Perubahan Persyaratannya

👤Mediaindonesia 🕔Rabu 04 Agustus 2021, 13:33 WIB
Pertama, pada aspek kriteria calon penerima BSU, khususnya pada batasan gaji/upah, wilayah, serta sektor pekerjaan yang...
 ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

LPEM UI Optimis Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II 6,2%-6,7%

👤Fetry Wuryasti 🕔Rabu 04 Agustus 2021, 13:25 WIB
Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) FEB UI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2021 akan tumbuh...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kenyang Janji dan Pasrah Menunggu Keajaiban

Sejak peristiwa gempa bumi disertai tsunami dan likuefaksi di Palu, Sigi, dan Donggala, Sulawesi Tengah hingga kini masih banyak warga terdampak bencana tinggal di hunian sementara.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya