Senin 19 Juli 2021, 13:01 WIB

Guru Besar IPB Apresiasi Naiknya Nilai Ekspor Pertanian Juni 2021

mediaindonesia.com | Ekonomi
Guru Besar IPB Apresiasi Naiknya Nilai Ekspor Pertanian Juni 2021

Antara
Sarang burung walet memberi kontribusi besar pada peningkatan ekspor pertanian tahun ini.

 

GURU Besar Ilmu Ekonomi Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Muhammad Firdaus mengapresiasi pertumbuhan sektor pertanian dari waktu ke waktu. Perlahan tapi pasti, kata Firdaus, pertanian menjadi sebuah jawaban sekalibus harapan dalam membangkitkan ekonomi nasional.

Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor sektor pertanian pada bulan Juni 2021 mengalmi kenaikan sebesar 33,04% (M-to-M) atau sebesar 15,19% secara (Y-on-Y). Kenaikan terjadi setelah komoditas tanaman obat, aromatik, rempah, kopi dan sarang burung walet memberi andil besar dalam ekspor selama Juni 2021.

Dengan kenaikan tersebut, maka, ekspor nonmigas secara nasional menyumbang sebesar 93,36% dari total nilai ekspor Juni 2021 yang mencapai US$18,55 miliar atau naik sebesar 9,52% jika dibandingkan dengan ekspor pada Mei 2021.

Baca Juga: Tingkatkan Produktivitas, Mentan Dorong Petani Pangkep 3 Kali Tanam Semusim

"Berita baik dari BPS ini menunjukkan bahwa sektor pertanian memang sektor yang menjadi tumpuan dan harapan untuk ekonomi kita tetap bisa bangkit pada saat pandemi covid-19 ini," ujar Firdaus, Senin, 19 Juli 2021.

Firdaus mengatakan, berbagai komoditas pertanian yang diekspor dari waktu ke waktu ini menunjukan bahwa Indonesia memiliki beragam komoditi yang berpeluang besar menguatkan perdagangan internasional.

"Di luar negeri produk-produk semacam sarang burung walet, rempah tanaman obat termasuk juga didalamnya kopi dan teh saat ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat dunia. Dan produk itu hanya dimiliki oleh kekayaan alam di Indonesia," katanya.

Adapun jika menilik perdagangan internasional, Firdaus menilai bahwa sektor pertanian masih menguat seperti dalam kondisi normal. Hal ini bisa dilihat dari berbagai laporan dan data yang disampaikan organisasi internasional seperti FAO dan WTO.

Baca Juga: Kementan: Tahun Ini Volume Ekspor Produk Unggas Indonesia Naik 12,98%

"Untuk di Indonesia sendiri sudah terbukti bahwa sektor pertanian baik di dalam negeri ataupun untuk pasar internasional tetap meningkat dan bahkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi utama. Karena itu, membangun pertanian dan terus meningkatkan nilai tambah dan sektor pertanian adalah tugas yang harus kita lakukan dengan sangat serius pada saat ini dan ke depannya," katanya.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri mengatakan bahwa kenaikan ekspor pada beberapa tahun ini merupakan bukti bahwa berbagai program di Kementerian Pertanian sudah berada di jalur on the right track, sesuai arahan pimpinan Syahrul Yasin Limpo.

"Kementan menjalankan program KUR (Kredit Usaha Rakyat), kemudian akselerasi ekspor melalui Geratieks (gerakan tiga kali ekspor) yang mengakomodir semua pelaku usaha untuk membuka peluang lapangan kerja yang bermuara pada ekspor dan kesejahteraan petani. Semua program tersebut sudah berjalan dalam koridor yang ada," katanya.
 
Sementara itu, konsistennya pertumbuhan sektor pertanian di masa pandemi ini tidak lepas dari kolaborasi semua pihak dalam mewujudkan pertanian maju, mandiri dan modern. Kenaikkan NTP, NTUP dan ekspor pertanian adalah bukti bahwa sektor ini menjadi bantalan perekonomian bangsa ditengah pandemi covid-19.

"Apalagi kebijakan dan intervensi pemerintah dari hulu hingga hilir terus membuahkan hasil positif untuk pertanian dan pangan. Mentan Syahrul Yasin Limpo terus mendorong kebijakan dengan menjaga keseimbangan intervensi program di hulu dan hilir," tutupnya. (RO/OL-10)

Baca Juga

Antara/Anis Efizudin

SP PLN Group Pertanyakan Penunjukan PGE Sebagai Pimpinan Holding Panas Bumi

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 27 Juli 2021, 14:50 WIB
Serikat pekerja di PLN Group ingin menegaskan bagaimana ketenagalistrikan dikelola sesuai...
Antara

Bahlil Yakin EoDB Indonesia Tembus Level 60 pada Tahun Ini

👤Despian Nurhidayat 🕔Selasa 27 Juli 2021, 14:47 WIB
Diketahui, Presiden Jokowi menargetkan EoDB Indonesia pada 2023 harus mencapai level 40-50. Kementerian Investasi/BKPM pun berusaha...
Antara

Semester I 2021, Realisasi Investasi di RI Capai Rp442,8 Triliun

👤Despian Nurhidayat 🕔Selasa 27 Juli 2021, 14:31 WIB
Sektor yang memengaruhi kinerja investasi semester I 2021, yaitu perumahan, kawasan industri dan perkantoran. Kemudian, industri logam...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Saling Jaga dari Serangan Virus

PANDEMI covid-19 telah berdampak besar bagi warga, terutama bagi mereka yang memiliki penghasilan harian, seperti ojek daring, buruh harian, dan pekerja lepas.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya