Selasa 15 Juni 2021, 09:56 WIB

Jangan Seret Nama Petani Untuk Urusan Impor Gula

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Jangan Seret Nama Petani Untuk Urusan Impor Gula

Antara/Siswo Widodo
Petani tebu

 

KETUA  Umum DPN APTRI Soemitro Samadikoen meminta agar petani dan APTRI tidak dikait-kaitkan dengan persoalan mahalnya gula rafinasi di Jawa Timur dan isu permintaan kuota impor raw sugar untuk pabrik gula di Jatim. 

“Lah aneh, gula petani sendiri gak laku kok minta kuota impor. Anehnya lagi untuk apa petani ngurusin UMKM? Lalu kenapa UMKM di Jatim aja yang ribut, sementara UKM di Jawa Barat dan Jawa Tengah yang jauh lebih besar kok tenang-tenang aja. Ada apa ini?,”tanya Soemitro (14/6).

Soemitro menilai gerakan protes yang dilakukan di Jawa Timur menurutnya semakin ngawur. “Apa urusannya petani dengan Permenperin 3 Tahun 2021? Itu kan urusan pabrik gula rafinasi,” ujarnya.

Fokus perhatian Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia adalah meningkatkan kesejahteraan petani tebu dengan cara meningkatkan harga jual tebu dan kualitas tebu. Bukan mengurusi isu penambahan kuota impor dan nasib UMKM. 

Soemitro memastkan APTRI dengan tegas menolak penambahan impor dan pendirian pabrik gula rafinasi di Jawa Timur. Dengan kondisi saat ini saja gula rafinasi bocor ke pasar konsumsi dan mengakibatkan kondisi gula petani terpukul. Kondisi petani akan lebih sengsara jika ada pabrik gula rafinasi di Jawa Timur. 

Soemitro mensinyalir bahwa nama petani dan UMKM telah dicatut sejumlah oknum baik di pusat maupun di Jawa Timur agar ada penambahan kuota impor raw sugar dan ijin produksi gula rafinasi di Jawa Timur. 

Sebagaimana diketahui, dalam beberapa hari terakhir ini muncul kritik yang dsampaikan sejumlah politisi dan pengamat ekonomi tentang diberlakukannya Permenperin 3/ 2021. Kebijakan tersebut disebut-sebut sebagai penyebab tingginya harga gula di Jawa Timur karena konsumen harus menanggung biaya angkut dari dari Banten (pebrik Gula Rafinasi ke Jawa Timut). UMKM dan petani tebu dikabarkan terpukul. 

Terkait kondisi itu, muncul desakan agar diberikan ijin impor dan produksi gula rafinasi kepada PT KTM di  Lamongan, Jawa Timur. (RO/E-1)

Baca Juga

Dok. Dekornata

Tempat Perajin Titip Barang

👤Fathurrozak 🕔Kamis 20 Januari 2022, 06:10 WIB
DEKORNATA yang berdiri sejak 2018 menjadi peluang bagi para perajin produk kriya dan furnitur dalam memasarkan buatan...
Dok.  Dekornata

Memasarkan Produk Kriya di Pasar Digital

👤Fathurozak 🕔Kamis 20 Januari 2022, 06:00 WIB
GIOVANNI Warli memulai Dekornata pada 2018. Ketika itu, ia baru bekerja sama dengan tiga perajin kayu di Bogor selatan, Jawa...
Dok. Krakatau Posco

Krakatau Posco Raih Sertifikat Authorized Economic Operator (AEO) dari Otoritas Kepabeanan Dunia 

👤Ghani Nnurcahyadi 🕔Rabu 19 Januari 2022, 23:08 WIB
Sertifikasi AEO merupakan program yang dibangun berdasarkan dasar kerja sama internasional antar negara anggota Organisasi Kepabeanan Dunia...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya