Senin 07 Juni 2021, 18:55 WIB

Menteri KKP Beberkan ada Pelabuhan yang Mangkrak 6 Tahun

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Menteri KKP Beberkan ada Pelabuhan yang Mangkrak 6 Tahun

dok KKP
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.

 

MENTERI Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono membeberkan soal permasalahan yang diketahui pihaknya seperti adanya pelabuhan yang mangkrak bertahun-tahun. Hal itu disampaikan dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI, Senin (7/6).

"Banyak sekali pelabuhan-pelabuhan yang dangkal. Satu minggu sebelum lebaran saya mendampingi Bapak Presiden (Joko Widodo) ke Lamongan (Jawa Timur). Nelayan bilang sulit melabuh karena dangkal. Selama enam tahun tidak ada perbaikan di pelabuhan-pelabuhan," ujarnya.

Baca juga: Ingin Jadi Seperti Silicon Valley, Startup Diajak Work From Bali

Selain itu, Trenggono juga becerita permasalahan soal sarana terjadi di pelabuhan sekitar jalur pantai utara (Pantura) Jawa, dengan kondisi pelabuhan itu dianggap tidak maksimal dijaga karena tercium bau tidak sedap oleh aktivitas setempat.

"Kalau bapak-ibu pergi ke Pantura, waduh baunya minta ampun. Tapi, saya tetap datang. Biarpun bau saya tetap datang biar tahu apa yang akan kita kerjakan," ucap Trenggono.

Menurutnya, dengan anggaran yang dianggap minim, kedepan pihaknya mengaku tak bisa maksimal mengerjak program kerja KKP. Mereka pun mengusulkan tambahan anggaran pada rancangan pagu indikatif 2022 sebesar Rp8 triliun dalam rapat kerja tersebut.

Tambahan anggaran ini diyakini untuk mendorong produktivitas sektor kelautan dan perikanan menjadi lebih optimal sehingga kesejahteraan masyarakat ikut meningkat.

"Luas Indonesia begitu besar, dari Sabang sampai Merauke. Kalau kita kerjakan semua enggak akan bisa. Oleh karena itu kami mengusulkan anggaran di atas Rp10 triliun," kata Trenggono.

Dengan adanya usulan tambahan anggaran pada rencana anggaran belanja yang diusulkan oleh KKP ini, yang semula sebesar Rp6 triliun akan menjadi Rp14,1 triliun pada 2022.

Anggota Komisi IV DPR RI Sidi Hermanto Tanjung mengaku mendukung KKP meningkatkan anggarannya. Dia menilai dukungan tambahan anggaran diperlukan agar KKP dalam menggenjot pelayanan terhadap masyarakat sektor kelautan dan perikanan.

"Kami mendukung penambahan pagu indikatif KKP agar dapat membuat dan menjalankan kebijakan yang komprehensif untuk sektor kelautan dan perikanan secara maksimal kedepannya," tandasnya. (OL-6)

Baca Juga

Dok Minaqu Home Nature

Menteri Koperasi UKM Dukung Minaqu Jadi Lokomotif Pasar Global

👤Media Indonesia 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 20:50 WIB
Para petani, lanjut Teten, harus dikonsolidasi, jangan biarkan mereka hanya menggarap di lahan yang sempit. Lebih baik terkonsolidasi...
 MI/Usman Iskandar.

Pahami Jenis dan Cara Investasi Reksa Dana

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 20:38 WIB
Reksa dana menjadi salah satu produk perbankan yang populer karena jenis investasi yang menguntungkan dan tingkat profitabilitasnya pasti...
Dok. Kinglnad Avenue

Gandeng Cushman & Wakefield, Kingland Avenue Hadirkan Layanan Bertaraf Internasional 

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 20:28 WIB
“Kerja sama dengan Cushman & Wakefield sebagai building management service, akan menjadikan Kingland Avenue sebuah kawasan hunian...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Rakyat Kalimantan Selatan Menggugat Gubernur

Sebanyak 53 warga terdampak bencana banjir dari sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan menggugat Gubernur Sahbirin Noor.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya